Corona India Hari Ini: Pemerintah Hapus Twit Kritikus, Picu Amarah Netizen

Kompas.com - 26/04/2021, 16:52 WIB
Seorang pasien menerima oksigen di luar Gurdwara, rumah ibadah Sikh, di New Delhi, India, Sabtu, 24 April 2021. AP PHOTO/ALTAF QADRISeorang pasien menerima oksigen di luar Gurdwara, rumah ibadah Sikh, di New Delhi, India, Sabtu, 24 April 2021.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Keputusan Pemerintah "Negeri Bollywood" yang memerintahkan penghapusan twit mengkritik penanganan corona di India memicu amarah netizen.

Seorang juru bicara Twitter mengonfirmasi telah memblokir beberapa twit agar tidak dapat dilihat di India.

Jumlah kasus harian Covid India melonjak drastis, dan banyak rumah sakit kekurangan oksigen.

Baca juga: Cerita Petugas Kremasi Jenazah Korban Covid-19 India: Mereka Mati seperti Binatang

Salah satu netizen Twitter menuduh Pemerintah India lebih fokus menghapus twit daripada memastikan pasokan oksigen.

Corona di India mencatatkan 352.991 kasus baru dan 2.812 kematian pada Senin (26/4/2021). Itu adalah lonjakan kasus Covid India tertinggi sejauh ini.

Pemerintah India lalu membuat perintah darurat untuk menyensor twit, ungkap Twitter di Lumen database yang melacak perintah pemerintah global seputar konten online.

Melansir BBC pada Senin (26/4/2021), Twitter tidak merinci konten mana yang dihapus.

Namun, laporan media-media mengatakan itu mencakup twit politisi di Benggala Barat yang menyatakan PM Narendra Modi bertanggung jawab langsung atas kematian pasien Covid-19 Inia, dan twit aktor yang mengkritik Modi karena mengadakan kampanye politik saat kasus Covid India masih berkecamuk.

Baca juga: Kasus Covid-19 di India Terus Melejit, Kampanye Politik Justru Digelar Tanpa Protokol Kesehatan

Twitter mengatakan telah meninjau kontennya saat menerima permintaan hukum yang sah. Dalam hal ini Pemerintah India mengutip UU Teknologi Informasi tahun 2000.

"Jika ditetapkan sebagai ilegal di yurisdiksi tertentu, tetapi tidak melanggar Peraturan Twitter, kami dapat menahan akses konten hanya di India," kata platform tersebut.

Halaman:
Baca tentang

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X