Perbaiki Hubungan dengan AS, NATO Bakal Gelar Pertemuan Tingkat Tinggi

Kompas.com - 22/04/2021, 16:06 WIB
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berbicara selama konferensi pers menjelang pertemuan menteri pertahanan NATO di markas NATO di Brussels, Senin, 15 Februari 2021. AP PHOTO/OLIVIER HOSLETSekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berbicara selama konferensi pers menjelang pertemuan menteri pertahanan NATO di markas NATO di Brussels, Senin, 15 Februari 2021.

BRUSSELS, KOMPAS.com – Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi pada 14 Juni di Brussel, Belgia.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada Kamis (22/4/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Baca juga: Rusia Blokir Laut Hitam, NATO Tak Terima

Tujuan diadakannya pertemuan tersebut untuk memperbaiki hubungan NATO dengan Amerika Serikat (AS) di bawah pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Hubungan antara NATO dengan AS sempat meregang ketika “Negeri Paman Sam” dipimpin oleh Donald Trump.

Kini, setelah merebut Gedung Putih dari Trump, Biden memberikan sinyal untuk memperbarui hubungan dengan 29 anggota NATO dan menawarkan kerja sama yang erat.

"Ini adalah kesempatan unik untuk memperkuat NATO sebagai perwujudan abadi dari ikatan antara Eropa dan Amerika Utara," kata Stoltenberg.

Baca juga: NATO Minta Rusia Hentikan Eskalasi Militer di Ukraina untuk Cegah Konflik Meluas

Pertemuan puncak tersebut itu akan digelar setelah KTT G7 (Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan AS) di Inggris.

Stoltenberg mengatakan, dia akan membuat daftar diskusi yang akan dibahas pada pertemuan NATO tersebut.

Daftar diskusi itu akan berfokus pada tindakan agresif Rusia, ancaman terorisme, serangan dunia maya, teknologi, dampak keamanan dari perubahan iklim, dan kebangkitan China.

Baca juga: Rusia Tuduh AS dan NATO Jadikan Ukraina Tong Mesiu

Pertemuan puncak NATO biasanya digelar setelah pilpres AS rampung.

Selain bertemu, pucuk pimpinan NATO sekaligus menyambut presiden baru AS dan menyetujui tujuan politik dan militernya.

NATO didirikan pada 1949 untuk menahan ancaman militer dari Uni Soviet. Aliansi ini sebenarnya sangat bergantung pada kepemimpinan AS.

Baca juga: Berhadapan dengan NATO, Rusia-China Tak Berminat Hidupkan Blok Timur

 


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

Global
Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Internasional
Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Global
Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Jelang Gencatan Senjata Idul Fitri, Taliban Rebut Daerah Dekat Ibu Kota Afghanistan

Global
Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal 'Membayar Mahal'

Konflik di Gaza Makin Panas, PM Israel Janji Hamas Bakal "Membayar Mahal"

Global
Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Cerita Puasa Ramadhan Diaspora Muslim Indonesia di Alaska Ikuti Waktu Mekkah

Global
Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Mantan Ratu Kecantikan Myanmar Gabung Pemberontak Menentang Junta Militer

Global
AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

AS Bersedia Berbagi Vaksin Covid-19 dengan Korea Utara

Global
Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Kecaman Indonesia terhadap Konflik Israel dan Palestina yang Memanas

Global
komentar
Close Ads X