Presiden Ukraina Ajak Putin Bertemu di Garis Depan Perang

Kompas.com - 21/04/2021, 07:25 WIB
Seorang tentara Ukraina sedang melakukan pemantauan di pos garis depan berhadapan dengan separatis dukungan Rusia dekat kota kecil Marinka, wilayah Donetsk, pada 12 April 2021. STR/AFPSeorang tentara Ukraina sedang melakukan pemantauan di pos garis depan berhadapan dengan separatis dukungan Rusia dekat kota kecil Marinka, wilayah Donetsk, pada 12 April 2021.

KIEV, KOMPAS.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Selasa (20/4/2021) mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk bertemu di Ukraina timur yang dilanda perang.

Zelensky menekankan pembicaraan damai, karena jutaan nyawa dipertaruhkan untuk pertempuran baru dalam konflik Rusia-Ukraina.

Tawaran untuk pembicaraan damai datang setelah gejolak dalam bentrokan antara tentara Ukraina dan separatis pro-Rusia yang mengendalikan wilayah di timur negara tersebut. Kekhawatiran meningkat akan perang semakin membara.

Baca juga: Meski Terus Diserang Rusia, Ukraina Tidak Akan Membalas

Dalam pidatonya, Zelensky mengatakan bahwa negosiator Ukraina dan Rusia baru-baru ini membahas rencana para pejabat untuk melakukan perjalanan ke garis depan konflik untuk menilai situasinya.

"Saya siap untuk melangkah lebih jauh dan mengundang Anda (Putin) untuk bertemu di bagian mana pun di Donbass Ukraina di mana perang sedang berlangsung," ujar Zelensky seperti yang dilansir dari AFP pada Selasa (20/4/2021). 

Presiden Zelensky, dipilih pada 2019 dengan janji untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina, menuduh Rusia berpartisipasi dalam negosiasi perdamaian saat mengumpulkan pasukan di perbatasan Ukraina.

"Sejumlah besar tentara Rusia terkonsentrasi di dekat perbatasan kami," katanya.

"Secara resmi, Rusia menyebut ini latihan militer. Secara tidak resmi, seluruh dunia menyebut ini pemerasan," ucapnya.

Baca juga: Menlu Ukraina: Tentara Kami Tewas Ditembaki Sniper Rusia

"Presiden Rusia pernah berkata bahwa jika perkelahian tidak dapat dihindari, Anda harus menyerang terlebih dahulu," lanjutnya.

Namun, Zelensky berpendapat bahwa setiap pemimpin harus memahami bahwa perkelahian yang tidak terhindari hanya akan menciptakan perang nyata dan merenggut jutaan nyawa manusia.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X