Tubuh “Penumpang Gelap” Ditemukan di Roda Pendaratan Pesawat Penerbangan dari Nigeria

Kompas.com - 20/04/2021, 21:05 WIB
Ilustrasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi.

AMSTERDAM, KOMPAS.com - Polisi Amsterdam menggelar penyelidikan setetelah tubuh seorang pria ditemukan di bawah pesawat yang mendarat di bandara Amsterdam dari Nigeria.

Pria yang sementara diduga adalah penumpang gelap, ditemukan di dalam lengkungan roda pada Senin sore (19/4/2021) di bandara Schiphol.

Baca juga: 20 Migran Tewas Dilempar ke Laut oleh Kelompok Penyelundup Manusia

Pihak berwenang Belanda mengatakan mereka telah melakukan penyelidikan atas identitas pria itu dan penyebab kematiannya, lapor Daily Star.

Kemungkinan dia meninggal setelah mengalami hipotermia karena suhu ekstrem, dalam pesawat yang diterbangkan selama enam jam 45 menit perjalanan dari Lagos ke Belanda.

Tidak jarang para migran mencoba mencapai Eropa dengan bersembunyi di pesawat terbang dan terutama di lengkungan roda.

“Pria itu bersembunyi di lengkungan roda pesawat. Suhu rendah mungkin berakibat fatal baginya selama penerbangan," kata seorang juru bicara Marechaussee Kerajaan Belanda melansir Mirror.

Jika mereka selamat dari perjalanan yang sangat berbahaya, mereka kemudian dapat mencoba dan mengklaim suaka.

Baca juga: Video Eksklusif Ungkap Etnis Rohingya Dipukuli di Perahu oleh Penyelundup

Dalam kasus serupa, seorang anak laki-laki, 16 tahun, dari Kenya bersembunyi di roda pendaratan pesawat yang terbang ke bandara Maastricht Aachen Belanda dari London, pada Februari tahun ini.

Dia selamat tetapi telah dirawat di rumah sakit karena hipotermia parah. Diperkirakan dia kemudian mengajukan status suaka.

Sementara itu, seorang pria misterius jatuh dari langit di London selatan dan mayatnya ditemukan di taman Clapham, London Selatan. Dia dilaporkan bersembunyi di roda pendaratan penerbangan Kenya Airways ke Heathrow, Inggris.

Menurut pedoman Badan Pengungsi PBB, pencari suaka yang kabur harus dilindungi dari pemulangan paksa ke negara asalnya. Pasalnya mereka disebut berada dalam "situasi yang sangat rentan” yang membutuhkan perlindungan internasional dan solusi jangka panjang.

Baca juga: Jalan Kaki ke AS Melalui Guatemala, Migran Honduras Bentrok dengan Aparat


Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X