PM Inggris Berjanji Bakal Gagalkan Peluncuran European Super League

Kompas.com - 20/04/2021, 08:26 WIB
Manchester City memastikan langkah ke semifinal Liga Champions setelah kemenangan 2-1 di kandang Borussia Dortmund pada Kamis (15/4/2021) pagi WIB. AFP/WOLFGANG RATTAYManchester City memastikan langkah ke semifinal Liga Champions setelah kemenangan 2-1 di kandang Borussia Dortmund pada Kamis (15/4/2021) pagi WIB.

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menyatakan, dia berjanji bakal mengagalkan pembentukan European Super League.

Johnson menegaskannya setelah enam klub besar Premier League ramai-ramai mengumumkan bakal pindah ke liga itu.

Keenam klub itu adalah Manchester City, Manchester United, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Baca juga: Ikut Kecam European Super League, PM Inggris: Sepak Bola Hancur

Keputusan itu menuai kemarahan dari penggemar, regulator Premier League, maupun partisipan lain.

Apalagi disebutkan European Super League itu bakal bersifat "tertutup", artinya kontestan tidak akan terdegradasi.

Johnson menerangkan, liga yang digagas oleh Presiden Real Madrid Florentino Perez itu adalah "kabar buruk bagi penggemar sepak bola".

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

PM Inggris sejak Juli 2019 itu berjanji akan bekerja sama dengan FA untuk menggagalkan pembentukannya.

Menteri Kebudayaan Oliver Dowden dijadwalkan menemui parlemen guna membahas kabar liga eksklusfi itu pada Senin (19/4/2021).

Berbicara dengan awak media saat pemilu lokal di Gloucestershire, Boris Johnson klub lebih dari sekadar "merek sepak bola".

Baca juga: Tanggapi Kisruh European Super League, Begini Komentar Uni Eropa

Dilansir The Independent, dia menuturkan bahwa klub itu harus terhubung dengan fans dan komunitasnya.

Terlebih lanjut Johnson, enam klub besar itu mempunyai akar sejarah yang kuat dengan penggemar lokal.

Johnson kemudiand ditanya jika Big Six jadi membelot, apakah mereka diharuskan membayar bantuan virus corona.

"Kami akan melihat apa yang bisa kami lakukan bersama otoritas sepak bola untuk memastikan rencana itu tak berjalan," tegasnya.

Komisi Budaya, Media, dan Olahraga House of Commons juga dilaporkan melangsungkan pertemuan untuk membahas European Super League.

Baca juga: Kata Kapten Liverpool soal European Super League dan Sindiran Leeds United

"Ini sejarah kelam dalam sepak bola. Kesepakatan di balik layar yang tentu mencederai suporter," jelas ketua komisi, Julian Knight.

Meski idenya baru terapung dalam beberapa bulan terakhir, Knight terkejut karena kecepatan proses untuk membelot dari liga masing-masing.

Menurut Knight, apa yang dibutuhkan fans sepak bola saat ini adalah keberanian untuk menolaknya.

"Sepak bola memang perlu menyetel ulang. Namun bukan begini caranya. Kepentingan umum harus dikedepankan di masa depan," paparnya.

Baca juga: Di Balik European Super League, Ada Kebohongan Konstan Bos Juventus


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X