Publik Inggris Ingin Pangeran William Jadi Raja Setelah Ratu Elizabeth II

Kompas.com - 20/04/2021, 06:37 WIB
Pangeran Charles dari Inggris, dari kiri depan, Putri Anne, Pangeran Andrew. Pangeran Edward, Pangeran William, Peter Phillips, Pangeran Harry, Earl of Snowdon, dan Tim Laurence mengikuti peti mati saat pemakaman Pangeran Philip di dalam Kastil Windsor, Inggris Sabtu (17/4/2021). AP PHOTO/LEON NEALPangeran Charles dari Inggris, dari kiri depan, Putri Anne, Pangeran Andrew. Pangeran Edward, Pangeran William, Peter Phillips, Pangeran Harry, Earl of Snowdon, dan Tim Laurence mengikuti peti mati saat pemakaman Pangeran Philip di dalam Kastil Windsor, Inggris Sabtu (17/4/2021).

LONDON, KOMPAS.com - Publik Inggris disebut menginginkan Pangeran William menjadi raja setelah kekuasaan Ratu Elizabeth II berakhir.

Temuan itu dipaparkan lembaga survei Deltapoll yang mewawancarai 1.590 orang dewasa antara 31 Maret sampai 1 April.

Masyarakat dilaporkan ingin agar ayah William, Pangeran Charles yang saat ini adalah putra mahkota, supaya menyerahkan takhtanya ke putranya.

Baca juga: Pangeran William dan Pangeran Harry Bertemu Selama 2 Jam di Tengah Isu Keretakan

Dalam jajak pendapat itu, Duke of Cambridge unggul 20 poin, 47 berbanding 27 persen, dibanding Pangeran Charles.

Namun, responden berusia muda mengaku ingin agar anak bungsu, Pangeran Harry, yang menempati takhta Kerajaan Inggris.

Meski demikian, 51 persen publik menilai dia dan istrinya, Meghan Markle, sudah membuat citra kerajaan tercoreng.

Harry dan Meghan terus membuat publik Inggris terpolarisasi sejak memutuskan keluar dari kerajaan pada 2020.

Apalagi, mereka makin menjadi sorotan karena pada Maret tahun ini, mereka diwawancarai oleh Oprah Winfrey.

Dalam wawancara itu, pasangan Duke dan Duchess of Sussex itu menuduh ada anggota kerajaan yang mempertanyakan warna kulit anak mereka, Archie.

Baca juga: Pangeran Charles dan William akan Pimpin Pertemuan untuk Memutuskan Masa Depan Monarki Inggris

Adapun Meghan Markle mengaku, dia sempat ingin bunuh diri karena tak mendapat bantuan terkait proses kejiwaan saat hamil.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X