[Biografi Tokoh Dunia] Ernesto Che Guevara, Simbol Pemberontakan Tanpa Akhir dari Amerika Latin

Kompas.com - 19/04/2021, 23:13 WIB
Pemimpin revolusioner kelahiran Argentina Ernesto Che Guevara dan penari tango dipajang untuk dijual di pasar jalanan lingkungan San Telmo, Buenos Aires, Argentina, pada 14 Juni 2015. AFP PHOTO/EITAN ABRAMOVICHPemimpin revolusioner kelahiran Argentina Ernesto Che Guevara dan penari tango dipajang untuk dijual di pasar jalanan lingkungan San Telmo, Buenos Aires, Argentina, pada 14 Juni 2015.

KOMPAS.com - Setelah 60 tahun trah Castro berkuasa di Kuba, era ini akhirnya berakhir setelah Raul Castro mengumumkan pengunduran dirinya, sebagai pemimpin Partai Komunis Kuba pada Jumat (16/4/2021).

"Generasi bersejarah", yang diwakili oleh Castro di Kuba diambil alih oleh sang adik pada 2008. Tepatnya sejak Fidel sakit dan tak mampu lagi memegang tampuk kekuasaan, hingga tutup usia pada 2016.

Baca juga: Akhir Dinasti Castro, Raul Mengundurkan Diri dari Partai Komunis Kuba

Keberhasilan Revolusi Kuba pada 1959 tidak dilakukan oleh Fidel seorang diri. Adalah Ernesto Che Guevara de la Serna, seorang revolusioner Marxis Argentina yang membantunya melakukan pemberontakan melawan rezim Batista.

Che Guevara merupakan aktivis politik legendaris, yang mengabdikan hidupnya untuk meruntuhkan imperialisme dan mendirikan sosialisme. Perlawanan tiada henti yang dia lakukan, menjadikannya simbol pemberontakan dan revolusi.

Sepanjang hidupnya, Guevara bekerja di berbagai bidang, mulai dari dokter, penulis, pemimpin gerilya, diplomat, dan ahli teori militer.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi hidup orang miskin yang menyedihkan, dan kesulitan yang mereka hadapi, menjadi realita yang terus mengusiknya sejak usia dini. Hal itu meninggalkan dampak mendalam padanya, sehingga kemarahan dan kebencian mendorongnya menjadi pemberontak.

Pasca Revolusi Kuba, dia membentuk ekonomi Kuba dengan membuat rencana progresif. Dia juga sukses meningkatkan angka melek huruf di Kuba dari 60 persen menjadi 96 persen.

Keyakinannya untuk menciptakan kesadaran “manusia baru” yang didorong oleh moral daripada insentif material, membuatnya menjadi sosok yang dihormati dalam sejarah. Karena alasan itu dia terdaftar dalam '100 orang paling berpengaruh abad ke-20 menurut majalah TIME.

Baca juga: Kekuasaan Fidel Castro dan Adiknya Berakhir, Warga Kuba di AS Gembira

Melihat realita kemiskinan

Che Ernesto Guevara lahir pada 14 Juni 1928, di Rosario, provinsi Santa Fe, Argentina. Dia adalah anak tertua dari lima bersaudara anak pasangan Celia de la Serna y Llosa dan Ernesto Guevara Lynch.

Di usia muda, dia diperkenalkan dengan banyak perspektif politik kiri. Hal ini meninggalkan pengaruh yang dalam di benak pria yang memiliki minat baca sangat besar ini.

Karya-karya berbagai revolusioner dan pemimpin politik dunia sudah dibaca sejak muda. Mulai dari Karl Marx, William Faulkner, Andre Gide, Emilio Salgari, Jawaharlal Nehru, dan Albert Camus.

Guevara juga tumbuh dengan keunggulan atletik dan berbagai kegiatan olahraga. Setelah menerima pendidikan menengah, dia mendaftar di Universitas Buenos Aires untuk belajar kedokteran.

Saat kuliah dia melakukan perjalanan panjang. Pertama, perjalanan sepeda solo sejauh 4500 km melalui provinsi pedesaan di Argentina Utara pada 1950.

Kedua, perjalanan dengan sepeda motor kontinental sepanjang 8.000 kilometer selama sembilan bulan, melalui sebagian besar Amerika Selatan dengan temannya Alberto Granado pada 1951.

Kedua perjalanan ini memainkan peran penting dalam mengubah pandangannya tentang dirinya sendiri dan kondisi ekonomi yang berlaku saat itu.

Dia dibuat bingung oleh eksploitasi yang kejam terhadap orang miskin. Di saat yang sama dia kagum pada keramahan yang masih ditunjukan oleh orang-orang yang “putus asa” dalam kemiskinan.

Catatan yang diambil selama dua perjalanan tersebut berevolusi menjadi sebuah buku berjudul 'The Motorcycle Diaries'. Buku tersebut menjadi buku terlaris New York Times.

Baca juga: Kekuasaan Fidel Castro dan Adiknya Berakhir, Warga Kuba di AS Gembira

Perjuangan awal

Setelah menerima gelar di bidang kedokteran pada 1953, ia memulai perjalanan lain. Pengalaman ini semakin menguatkan pandangannya menentang kapitalisme dan kebutuhan untuk menyelamatkan dunia sistem ini.

Ia menjadi aktif secara politik, pertama di Argentina dan kemudian di Bolivia dan Guatemala. Sedang untuk menafkahi hidupnya, dia mulai bekerja di Rumah Sakit Umum di Mexico City pada 1954.

Selain itu, dia juga memberikan kuliah tentang kedokteran di National Autonomous University of Mexico. Ia juga bekerja sebagai fotografer berita di sebuah kantor berita.

Karena sangat terganggu oleh kemiskinan dan eksploitasi orang miskin, dia memutuskan untuk berjuang demi dunia yang lebih baik.

Pada 1955 dia diperkenalkan dengan pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro. Keduanya bergandengan tangan untuk melawan imperialisme.

Ia membantu Castro dalam upayanya menggulingkan pemerintahan Batista di Kuba. Untuk hal yang sama, ia memperoleh pelatihan militer dan mempelajari taktik perang gerilya.

Pada 1956, pasukan yang setia kepada Castro, memprakarsai Gerakan 26 Juli. Perlawanan ini bertujuan untuk mendirikan pangkalan di pegunungan Sierra Maestra. Namun, karena diserang pasukan pemerintah, hanya 22 dari 82 anggotanya yang mencapai puncak.

File foto tahun 1960 ini menunjukkan pahlawan revolusi Kuba Ernesto Che Guevara (Kiri) dan Cap. Antonio Nunez Jimenez (Tengah) mendengarkan Fidel Castro (Kanan) pada rapat kerja di Havana. AFP File foto tahun 1960 ini menunjukkan pahlawan revolusi Kuba Ernesto Che Guevara (Kiri) dan Cap. Antonio Nunez Jimenez (Tengah) mendengarkan Fidel Castro (Kanan) pada rapat kerja di Havana.

Dalam beberapa bulan berikutnya, mereka menyerbu kamp tentara, membangun persediaan senjata mereka dan akhirnya memperoleh kemenangan atas wilayah tersebut.

Setelah menguasai wilayah tersebut, mereka mendistribusikan kembali tanah secara merata di antara semua petani. Sebagai gantinya, para petani memberi bantuan untuk melawan pasukan Batista.

Popularitas Castro yang semakin meningkat menyebabkan peningkatan kekuatan pasukannya. Anggota tentaranya terdiri dari para petani, pelajar, hingga pastor.

Marah pada pertumbuhan popularitas tentara Castro, pemerintah Batista mengeksekusi orang-orang di depan umum. Protes kepada pemerintahannya akhirnya semakin memuncak.

Pada 1958, pasukan Castro, yang sebagian besar terdiri dari orang-orang miskin dan terpinggirkan, mendapat dukungan dari kelas menengah yang berpengaruh. Pengacara, dokter, akuntan, dan pekerja sosial mulai bergabung di barisannya.

Pasukan Castro bertempur dengan gagah berani melawan pasukan pemerintah. Pasukan pemerintah pun mengalami kekalahan satu demi satu.

Pada 1958, Guevara memainkan peran penting dalam Pertempuran Las Mercedes. Kemenangannya berhasil menggagalkan rencana pemerintah Batista, yang berniat menghancurkan pasukan Castro.

Baca juga: [Cerita Dunia] Kemenangan Gerilyawan Pimpinan Fidel Castro dalam Revolusi Kuba

Mengubah Kuba

Dia kemudian memimpin pejuang menuju Havana untuk tekanan terakhir. Pasukannya mengambil alih Santa Clara, yang menjadi kemenangan gerilya yang menentukan revolusi.

Pada 8 Januari 1959, Fidel Castro mengambil alih Havana.

Guevara mengambil posisi sebagai komandan di penjara Benteng La Cabaña. Dia juga bertanggung jawab menegakkan keadilan revolusioner, terhadap mereka yang dianggap pengkhianat, informan, dan penjahat perang.

Pada Juni 1959, ia melakukan tur selama tiga bulan keliling Asia termasuk ke Singapura dan Hong Kong. Setelah kembali, dia diangkat menjadi menteri perindustrian.

Dia kemudian menjalankan reformasi pertanahan. Acaranya dengan menyita tanah milik perusahaan AS dan mendistribusikannya kembali pada masyarakat.

Selain itu, dalam masa ini dia juga memberi sorotan pada literasi masyarakat. Dengan senang hati banyak sekolah dan lembaga pendidikan di daerah pedesaan didirikannya.

Dia menekankan pentingnya melatih pendidik, yang pada gilirannya akan mengajar orang-orang yang buta huruf. Akses ke pendidikan tinggi juga dibuka untuk semua orang sejak itu.

Alhasil, selama pemerintahannya tingkat melek huruf di negara Amerika Latin ini naik dari 60 persen menjadi 96 persen.

Selain menjadi menteri perindustrian, dia diangkat menjadi Menteri Keuangan dan Presiden Bank Nasional. Dengan kekuasaan ini, dia menghilangkan ketidaksetaraan sosial dengan menasionalisasi pabrik, bank, dan bisnis. Dia bahkan menyediakan fasilitas perumahan, perawatan kesehatan, dan pekerjaan bagi orang Kuba.

Pada 1961, ia mengunjungi China dan Uni Soviet dan bertanggung jawab atas hubungan Soviet-Kuba. Meski begitu, dia mengkritik birokrasi Soviet.

Baca juga: AS Ungkap Bakal Masukkan Lagi Kuba ke Daftar Negara Pendukung Terorisme

Merambah tempat lain

Setelah beberapa waktu, dia mengundurkan diri dari tugas pemerintahannya untuk melanjutkan pekerjaan sebagai seorang revolusioner di luar negeri.

Pada 1965, dia meninggalkan Kuba untuk membentuk pasukan gerilya, pertama di Kongo dan kemudian di Bolivia. Tahun berikutnya, usahanya meyakinkan rakyat Bolivia untuk memberontak melawan pemerintah tidak berhasil.

Usaha untuk melakukan pemberontakan di Bolivia tidak hanya gagal, tetapi juga mengorbankan nyawanya.

Dia ditangkap oleh pasukan pemerintah dan dibawa ke La Higuera pada 8 Oktober 1967. Keesokan harinya, Presiden Bolivia Rene Barrientos memerintahkan agar Guevara dibunuh.

Baru pada 1997 tubuh Guevara ditemukan di dekat landasan udara Vallegrande. Setelah dikonfirmasi oleh antropolog forensik, jenazahnya dimakamkan dengan penghormatan militer, di sebuah mausoleum yang dibangun khusus di kota Santa Clara di Kuba.

Hingga akhir dia dikenal sebagai tokoh penting Revolusi Kuba bersama dengan Fidel Castro. Atas tindakan revolusionernya, dia pandang sebagai pahlawan budaya yang ikonik. Meski ada juga yang menyorot kekejamannya karena disebut memerintahkan tahanan dieksekusi tanpa pengadilan di Kuba.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Global
Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Cegah Kawannya yang Mabuk Pukuli Istri, Sopir Truk Tewas Ditikam

Global
Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Dampak Covid-19 Ingatkan Indonesia Siapkan Generasi Muda Lebih Baik

Global
Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Profil Ebrahim Raisi, Kandidat Unggul Presiden Iran dan Algojo Massal 1988

Global
Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Bring Me The Horizon Dianggap Melupakan Metal, tapi Malah Makin Tenar

Internasional
Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Calon Ratu Belanda Tolak Tunjangan Rp 28 Miliar, Ini Alasannya

Global
Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Aksi Panggung Tak Senonoh GG Allin, Telanjang Bulat dan Lempar Tinja

Internasional
Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Kisah Operasi Pasukan Khusus GIGN Perancis Selamatkan Menara Eiffel dari Ledakan Teroris

Internasional
Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Di Era Biden, Bantuan Militer AS untuk Arab Saudi Dipangkas

Global
Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada 'Dari Sabang sampai Merauke'

Asal-usul Lagu Kebangsaan Perancis yang Mirip Nada "Dari Sabang sampai Merauke"

Internasional
Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Jejak Kontroversi Julian Assange: Dari Pemerkosaan sampai Pemilu AS

Global
Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Dibeli Rp 59.000, Lukisan Rockstar Ini Ditawar Rp 446 Juta di Lelang

Global
Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Awal Perjalanan Julian Assange Membangun Web Kontroversial WikiLeaks

Global
Uni Eropa Izinkan 'Perjalanan Tidak Penting' dari AS dan Negara Lain

Uni Eropa Izinkan "Perjalanan Tidak Penting" dari AS dan Negara Lain

Global
Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Bersiap jika Terjadi Sesuatu dengan Kim Jong Un, Korut Tambah Posisi Pemerintahan

Global
komentar
Close Ads X