PM Inggris Bantah Bantu Putra Mahkota Arab Saudi Ambil Alih Newcastle United

Kompas.com - 16/04/2021, 10:02 WIB
PM Inggris Boris Johnson berpidato saat konferensi pers di Downing Street no. 10, London, pada Rabu (30/12/2020). DAILY TELEGRAPH/HEATHCLIFF O'MALLEY via APPM Inggris Boris Johnson berpidato saat konferensi pers di Downing Street no. 10, London, pada Rabu (30/12/2020).

LONDON, KOMPAS.com - Perdana Menteri Boris Johnson membantah campur tangan membantu Arab Saudi yang berniat mengambil alih klub sepak bola Newcastle United.

Downing Street pada Kamis (15/4/2021), mengklarifikasi rumor yang beredar tentang intervensi Johnson, di tengah skandal Westminster yang meluas atas lobi perusahaan.

Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengirimkan pesan pribadi melalui WhatsApp kepada Johnson pada Juni 2020.

Baca juga: Setelah 454 Pasukan Tewas dalam Perang Dua Dekade, Inggris Akan Ikuti AS Tarik Pasukan dari Afganistan

Isinya meminta Liga Utama Inggris "mempertimbangkan kembali dan memperbaiki kesimpulan yang salah" yang memblokir usaha Arab Saudi mengambil alih klub sepak bola Newcastle United, menurut laporan Daily Mail.

Melansir AFP pada Kamis (15/4/2021), juru bicara resmi Johnson menolak mengomentari "percakapan pribadi".

Namun, mengakui bahwa PM Inggris memang menginstruksikan ajudan senior Eddie Lister untuk menyelidiki penawaran konsorsium negara Saudi kepada Newcastle United.

"Perdana menteri meminta Lister untuk memeriksa kemajuan pembicaraan sebagai potensi investasi asing besar di Inggris," kata juru bicara Downing Street kepada wartawan.

Baca juga: Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

"Dia tidak memintanya untuk campur tangan. Perdana menteri tidak ikut campur. Pemerintah tidak terlibat dalam hal apa pun dalam pembicaraan pengambilalihan ini," lanjutnya.

Pengambilalihan yang gagal saat ini tunduk pada arbitrase hukum di London, setelah pemilik Newcastle United Mike Ashley menolak keputusan Liga Premier, yang menyatakan bahwa konsorsium tersebut secara efektif merupakan senjata Saudi yang dikendalikan oleh Mohammed bin Salman.

Reputasi Mohammed bin Salman telah jatuh, setelah keterlibatannya dalam kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 di Istanbul, terungkap.

Baca juga: Pembuatan Patung Pangeran Philip Didukung PM Inggris, Bisa Habiskan Jutaan Poundsterling

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X