AS Tarik Pasukan dari Afghanistan, Taliban: Kami Menang Perang

Kompas.com - 15/04/2021, 19:44 WIB
Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada) Pasukan Taliban di Afghanistan berjalan untuk merayakan gencatan senjata pada hari kedua Idul Fitri di pinggiran Jalalabad pada Sabtu (16/6/2018). (AFP/Noorullah Shirzada)

KABUL, KOMPAS.com - Perjalanan ke wilayah Afghanistan yang dikuasai Taliban tidak lama. Setelah sekitar 30 menit dari kota Mazari Sharif di utara, melintasi kawah-kawah besar bekas bom di pinggir jalan, kami bertemu dengan tuan rumah: Haji Hikmat, wali kota bayangan Taliban di distrik Balkh.

Mengenakan wewangian dan turban hitam, dia adalah anggota veteran kelompok militan tersebut, bergabung pada tahun 1990-an ketika mereka menguasai mayoritas Afghanistan.

Taliban telah menyiapkan unjuk kekuatan untuk kami. Pria-pria bersenjata berat berbaris di kedua sisi jalan, salah satu dari mereka membawa pelontar granat berpeluncur roket, lainnya membawa senapan serbu M-4 yang dirampas dari tentara AS. Balkh pernah menjadi salah satu daerah paling stabil di Afghanistan; sekarang, ia termasuk yang paling bergejolak.

Baca juga: Intelijen AS Waspadai Afghanistan Akan Segera Dikuasai Milisi Taliban

Baryalai, seorang komandan militer lokal dengan reputasi bengis, menunjukkan jalan, "pasukan pemerintah ada di dekat pasar utama, tetapi mereka tidak bisa meninggalkan pangkalan mereka. Wilayah ini milik mujahidin".

Gambaran serupa ditemukan di sebagian besar Afghanistan: pemerintah mengontrol kota-kota, namun Taliban mengelilingi mereka, dengan kehadiran di sebagian besar pedesaan.

Kelompok militan itu menegaskan otoritas mereka melalui pos pengecekan yang terletak sporadis di jalan-jalan utama. Ketika anggota Taliban menghentikan dan menanyai mobil-mobil yang lewat, Aamir Sahib Ajmal, kepala dinas intelijen setempat, berkata kepada kami bahwa mereka sedang mencari orang-orang yang punya hubungan dengan pemerintah.

"Kami akan menangkap mereka, dan menawan mereka," ujarnya. "Kemudian kami menyerahkan mereka ke pengadilan kami dan mereka memutuskan apa yang terjadi selanjutnya."

Taliban percaya kemenangan adalah milik mereka. Duduk ditemani secangkir teh hijau, Haji Hekmat menyatakan, "Kami telah menang perang dan Amerika telah kalah". Keputusan Presiden AS Joe Biden untuk menunda penarikan sisa tentara AS sampai September, yang berarti mereka akan tetap berada di negara itu setelah tenggat 1 Mei yang disepakati tahun lalu, telah memantik reaksi keras dari kepemimpinan politik Taliban. Meskipun demikian, momentum tampaknya ada di tangan para militan.

"Kami siap untuk apa pun," kata Haji Hekmat. "Kami sepenuhnya siap untuk damai, dan kami sepenuhnya siap untuk jihad." Seorang komandan militer yang duduk di sampingnya menambahkan: "Jihad adalah ibadah. Ibadah adalah sesuatu yang, seberapa banyak pun Anda melakukannya, Anda tidak merasa lelah."

Baca juga: Pengakuan JK Undang Taliban Makan ke Rumahnya: Dalam Rangka Perdamaian Afghanistan

Dalam setahun ke belakang, tampaknya ada kontradiksi dalam "jihad" Taliban. Mereka berhenti menyerang pasukan internasional menyusul penandatanganan kesepakatan dengan AS, namun terus bertempur dengan pemerintah Afghanistan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Myanmar Masih Krisis, Junta Militer Dapat Investasi Rp 39 Triliun

Myanmar Masih Krisis, Junta Militer Dapat Investasi Rp 39 Triliun

Global
Uni Eropa Setop Pesan Vaksin AstraZeneca Setelah Juni

Uni Eropa Setop Pesan Vaksin AstraZeneca Setelah Juni

Global
Taliban Umumkan Gencatan Senjata Selama Idul Fitri

Taliban Umumkan Gencatan Senjata Selama Idul Fitri

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Penyebab Sulitnya Perjuangan Lawan Covid-19 di India | Roket China Jatuh di Samudra Hindia

KABAR DUNIA SEPEKAN: Penyebab Sulitnya Perjuangan Lawan Covid-19 di India | Roket China Jatuh di Samudra Hindia

Global
Fasilitas Secret Service Anak-anak Trump Usai Akhir Jabatan Rp 2 Miliar per Bulan, Ditanggung Pajak Negara

Fasilitas Secret Service Anak-anak Trump Usai Akhir Jabatan Rp 2 Miliar per Bulan, Ditanggung Pajak Negara

Global
Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Cerita Pembelot Korut Lolos dari Perbudakan dan Kelaparan, Kini Ikut Pemilu di Inggris

Global
Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Temuan Langka Lampu Minyak Lengkap dengan Sumbu Berusia 2.000 Tahun di Israel

Global
AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

AL AS Sita Ribuan Senjata Ilegal Buatan Rusia dan China di Laut Arab

Global
Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Pemerintahan Trump Ketahuan Intip Telepon 3 Jurnalis Washington Post

Global
Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Kastil Drakula Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 untuk Turis

Global
Covid-19 India Makin Ganas, Pensiunan Tenaga Kesehatan Militer Direkrut

Covid-19 India Makin Ganas, Pensiunan Tenaga Kesehatan Militer Direkrut

Global
KBRI Moskwa Gelar Final Permira Saat Hari Pendidikan Nasional

KBRI Moskwa Gelar Final Permira Saat Hari Pendidikan Nasional

Global
Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Internasional
Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam 'Russophobia' dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam "Russophobia" dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Global
Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Global
komentar
Close Ads X