Setelah 454 Pasukan Tewas dalam Perang Dua Dekade, Inggris Akan Ikuti AS Tarik Pasukan dari Afganistan

Kompas.com - 15/04/2021, 13:51 WIB
Dokumentasi seorang Marinir AS berjalan untuk mengambil persediaan makanan setelah mereka diturunkan dengan parasut kecil dari pesawat di luar Pangkalan Operasi Maju Edi di Provinsi Helmand Afghanistan selatan pada tanggal 9 Juni 2011. AP PHOTO/ANJA NIEDRINGHAUSDokumentasi seorang Marinir AS berjalan untuk mengambil persediaan makanan setelah mereka diturunkan dengan parasut kecil dari pesawat di luar Pangkalan Operasi Maju Edi di Provinsi Helmand Afghanistan selatan pada tanggal 9 Juni 2011.

LONDON, KOMPAS.com - Hampir semua pasukan Inggris akan ditarik dari Afghanistan, menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bahwa pasukan AS akan meninggalkan negara tersebut pada 11 September.

Presiden Biden akan menarik semua pasukan dari Afganistan sebelum peringatan 20 tahun serangan 9/11 tahun ini. Dengan ini perang terpanjang AS akhirnya berakhir, meski kekhawatiran meningkat akan Taliban.

Penarikan itu hanya menunda sekitar lima bulan kesepakatan dengan Taliban yang dibuat oleh mantan presiden AS Donald Trump

Baca juga: Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Times melaporkan, Inggris sekarang menyusun rencana untuk menyerahkan kendali akademi “Sandhurst” di Kabul, di mana pasukan membantu melatih tentara Afghanistan untuk membantu pemerintah.

Daily Mail mewaetakan pada Rabu (14/4/2021), ada sekitar 750 tentara Inggris di Afghanistan. Mereka akan kesulitan tanpa dukungan tentara AS, karena bergantung pada pangkalan dan infrastruktur “Negeri Paman Sam.”

Per Juli 2015, sebanyak 454 personel pasukan Inggris atau warga sipil Kementerian Pertahanan tewas saat bertugas di Afghanistan sejak dimulainya operasi pada Oktober 2001.

Dari jumlah tersebut, 405 orang tewas akibat bentrokan. Sebanyak 49 diketahui meninggal karena sakit, cedera non-pertempuran atau kecelakaan, atau belum secara resmi dinyatakan sebagai penyebab kematian.

Menyusul kecelakaan helikopter pada 11 Oktober 2015, 2 personel Inggris lainnya tewas saat bertugas di Afghanistan. Insiden ini menjadikan jumlah total kematian pasukan militer Inggris menjadi 456.

Sebagian besar pasukan Inggris di Afghanistan terlibat dalam misi di ibu kota, yang terlibat dalam pengamanan VIP.

Baca juga: Ledakan Besar di Pelabuhan Afganistan, 100 Kapal Tanker Hangus

Konflik dua dekade itu telah menyebabkan puluhan ribu kematian secara keseluruhan, dengan sangat sedikit dari tujuan yang ditetapkan di awal yang benar-benar tercapai.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X