Duta Besar Myanmar untuk Inggris Pasang “Barikade” di Rumah, Takut Diusir Loyalis Junta, dan Dibunuh jika Pulang

Kompas.com - 15/04/2021, 12:37 WIB
Kyaw Zwar Minn, duta besar Myanmar di London berdiri di luar Kedutaan Myanmar sementara pernyataan dibacakan atas namanya di London, Kamis, 8 April 2021. AP PHOTO/KRISTY WIGGLESWORTHKyaw Zwar Minn, duta besar Myanmar di London berdiri di luar Kedutaan Myanmar sementara pernyataan dibacakan atas namanya di London, Kamis, 8 April 2021.

LONDON, KOMPAS.com - Duta Besar Myanmar untuk Inggris, Kyaw Zwar Minn membarikade dirinya sendiri di dalam rumah di Hampstead, karena para loyalis junta mengancam untuk mengusirnya.

Kyaw Zwar Minn dan pendukungnya, yang menentang militer Myanmar, harus tidur dengan semprotan merica di bantalnya. Sebab mereka disuruh meninggalkan rumah di London utara segera atau menghadapi tuntutan.

Baca juga: Belasan Dokter Ditangkap dan Didakwa oleh Junta Militer Myanmar

Minn sebelumnya menuduh kedutaan Myanmar di London dikuasai oleh atase militer, dalam tindakan yang tidak dapat diterima dan tidak hormat terhadap rakyat Myanmar dan Inggris.

Diplomat Myanmar itu bersembunyi di rumahnya bersama istri, putra, dan dua golden retriever.

Dia dan pendukungnya, menyerukan pembebasan Aung San Suu Kyi, pemimpin terpilih Myanmar, setelah dia ditahan ketika militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari.

Seorang sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena takut akan pembalasan, mengatakan kepada The Telegraph: “Saya tidur dengan semprotan merica di samping tempat tidur saya kalau-kalau para loyalis rezim mencoba masuk. Kami semua takut mereka akan mencoba memaksa masuk ke rumah untuk mengusir duta besar.”

Minn mengatakan dia menghabiskan malam di mobilnya setelah dia terkunci dalam kedutaan di Mayfair, pusat kota London, Rabu lalu (7/4/2021). Dia berharap Pemerintah Inggris akan memulihkan aksesnya.

Tetapi dua anggota mantan stafnya mengirimkan surat ke rumahnya pada Minggu (11/4/2021). Isi surat memerintahnya untuk pindah pada Kamis (15/4/2021), katanya kepada The Guardian.

Baca juga: PBB Takut Konflik di Myanmar Akan Seperti Perang Saudara di Suriah

Inggris menawarkan tempat berlindung yang aman bagi duta besar Myanmar yang digulingkan, setelah stafnya melancarkan kudeta kecil dan menguncinya di luar kedutaan.

Berbicara kepada The Guardian, Minn mengungkapkan teman dan kerabatnya di rumah terpaksa bersembunyi karena tindakannya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X