Biden Tarik Pasukan dari Afganistan, Begini Komentar Obama

Kompas.com - 15/04/2021, 11:31 WIB
Dalam gambar ini dari video yang disediakan oleh My Brother's Keeper Alliance dan The Obama Foundation, mantan Presiden AS Barack Obama berbicara pada Rabu, 3 Juni 2020, selama acara virtual di balai kota dengan kaum muda untuk membahas kerusuhan sipil yang terjadi setelah pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis. AP/My Brother's Keeper Alliance and The Obama FoundationDalam gambar ini dari video yang disediakan oleh My Brother's Keeper Alliance dan The Obama Foundation, mantan Presiden AS Barack Obama berbicara pada Rabu, 3 Juni 2020, selama acara virtual di balai kota dengan kaum muda untuk membahas kerusuhan sipil yang terjadi setelah pembunuhan George Floyd oleh polisi di Minneapolis.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama memberi komentar soal keputusan terbaru pemerintah AS untuk menarik pasukan dari Afganistan.

Presiden kulit hitam pertama AS itu memuji "kepemimpinan berani" Presiden AS Joe Biden, dalam mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri perang AS di Afghanistan.

Perang ini terjadi berlarut-larut selama hampir dua dekade dan berlangsung di banyak beberapa kepemimpinan pemerintahan AS.

Baca juga: Joe Biden Bakal Tarik Pasukan AS dari Afghanistan: Perang Terlama akan Berakhir

Biden berencana menarik semua pasukan AS yang saat ini dikerahkan ke Afghanistan pada 11 September 2021. Ini yang akan menandai 20 tahun sejak serangan teroris 11 September 2001.

"Saya sekarang adalah presiden Amerika keempat yang memimpin kehadiran pasukan Amerika di Afghanistan," kata Biden dalam sambutannya Rabu (14/4/2021) di Ruang Perjanjian Gedung Putih mengumumkan langkah itu.

Presiden ke-45 AS itu bersumpah "tidak akan meneruskan tanggung jawab ini kepada yang kelima."

Menurutnya, meski tidak terlibat terlibat di Afghanistan secara militer, pekerjaan diplomatik dan kemanusiaan AS akan terus berjalan. Tujuannya untuk mendukung pasukan keamanan Afghanistan dan orang-orang melawan Taliban.

"Ini merupakan perjuangan yang panjang dan sulit di Afghanistan, berakar pada tanggapan kami terhadap serangan teroris paling mematikan di tanah air AS dalam sejarah kami," kata Obama melansir Business Insider.

Baca juga: Jerman Tak Akan Tarik Tentara dari Afganistan

Obama mengatakan pasukan dan pekerja diplomatik "dapat bangga atas upaya mereka untuk memberikan keadilan bagi 9/11, menghancurkan tempat berlindung al Qaeda. Termasuk melatih Pasukan Keamanan Afghanistan, serta mendukung rakyat Afghanistan di saat bersamaan.”

Invasi AS ke Afghanistan, yang kemudian disebut Operation Enduring Freedom, diluncurkan pada Oktober 2001. Tepatnya hanya beberapa minggu setelah serangan 11 September di World Trade Center.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Bioskop Semakin Populer di China

Hotel Bioskop Semakin Populer di China

Global
Warga Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Idul Fitri, Abaikan Prokes

Warga Muslim India Padati Pasar untuk Persiapan Idul Fitri, Abaikan Prokes

Global
Wisata Luar Angkasa Siap Diuji Coba, Harga Tiket Hampir Rp 3 Miliar

Wisata Luar Angkasa Siap Diuji Coba, Harga Tiket Hampir Rp 3 Miliar

Global
Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Kota Kecil di Brasil Sukses Turunkan Kasus Covid-19 dengan 95 Persen Vaksinasi

Global
Potret Kuburan Sepeda di China, Hamparan Sampah Bekas Fasilitas Umum

Potret Kuburan Sepeda di China, Hamparan Sampah Bekas Fasilitas Umum

Global
Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Global
Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Global
China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

Global
Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Global
Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Global
Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Global
Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Global
Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Global
156 Kotak Misteri Disita di China, Berisi Anak Anjing dan Kucing dengan Kondisi Memprihatinkan

156 Kotak Misteri Disita di China, Berisi Anak Anjing dan Kucing dengan Kondisi Memprihatinkan

Global
Agar Anaknya Aman, Wanita Bangun Jembatan Penyeberangan dari Uang Sendiri, Habis Rp 2,1 Miliar

Agar Anaknya Aman, Wanita Bangun Jembatan Penyeberangan dari Uang Sendiri, Habis Rp 2,1 Miliar

Global
komentar
Close Ads X