St Vincent Bersiap Hadapi Letusan Gunung La Soufriere Lagi

Kompas.com - 11/04/2021, 23:30 WIB
Abu naik ke udara saat gunung berapi La Soufriere meletus di Pulau Karibia timur St Vincent, dilihat dari Chateaubelair, Jumat (9/4/2021). AP/ORVIL SAMUEL via VOA INDONESIAAbu naik ke udara saat gunung berapi La Soufriere meletus di Pulau Karibia timur St Vincent, dilihat dari Chateaubelair, Jumat (9/4/2021).

ST VINCENT, KOMPAS.com - Orang-orang yang mengabaikan peringatan pertama evakuasi di wilayah dekat sebuah gunung berapi di Pulau St. Vincent, Karibia timur, akhirnya mengungsi Sabtu (10/4/2021).

Aksi itu dilakukan sehari setelah gunung itu meletus disertai ledakan yang menyebabkan gempa, mengepulkan asap dan menyelimuti pulau itu dengan lapisan batu vulkanik.

Erupsi La Soufriere pada Jumat (9/4/2021) itu adalah letusan terbesar pertama sejak 1979. Letusan itu menyebabkan kota-kota dan desa-desa di sekitarnya menjadi kelam dan gelap.

Baca juga: Gunung La Soufriere Bisa Meletus Setiap Saat, 16.000 Orang di St Vincent Dievakuasi

Bau belerang yang kuat tercium Sabtu (10/4/2021) dan abu menutupi semua permukaan, memasuki rumah, kendaraan dan hidung, serta menutupi sinar matahari.

Chellise Rogers, warga desa Biabou, di sebuah daerah yang dianggap aman di St Vincent, mengatakan dia mendengar suara gemuruh terus menerus.

"Menggembirakan sekaligus menakutkan," katanya. "Ini pertama kalinya saya menyaksikan erupsi gunung berapi."

Para ilmuwan memperingatkan bahwa ledakan bisa terjadi selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu, dan bahwa yang terburuk masih akan datang.

"Ledakan pertama bisa jadi bukan ledakan terbesar dari gunung berapi ini," kata Richard Robertson, pakar geologi, dalam konferensi pers.

Sekitar 16.000 orang telah meninggalkan dari permukiman mereka yang diselimuti abu. Hingga kini, tidak ada laporan mengenai korban jiwa ataupun korban luka dalam bencana itu.

Baca juga: Gunung La Soufriere Meletus Dahsyat Setelah 40 Tahun, Kerikil Panas Hujani St Vincent


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Para Pemimpin Islam: Salahuddin Ayyubi dan Kisah Kepemimpinan Selama Perang Salib

Internasional
Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam 'Russophobia' dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Putin Bersumpah Bela Kepentingan Nasional dan Mengecam "Russophobia" dalam Perayaan Kemenangan Perang Dunia II

Global
Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Calon Tentara AS Bajak Bus Sekolah, Malah Pusing Anak-anak Banyak Tanya

Global
Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Dua Pria Lemparkan Kantong Penuh Kecoak ke Restoran, Bertepatan Perjamuan Polisi

Global
Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Robert H Goddard: Pencipta Roket Pertama AS, Diremehkan Hampir Sepanjang Hidupnya

Internasional
Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Diplomat AS, China, dan Rusia Desak Kerja Sama, tapi Masih Bertikai

Global
China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

China Angkat Suara Setelah Roketnya Jatuh di Samudra Hindia

Global
Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Roket China Long March 5B Pernah Pecah lalu Jatuh di Afrika

Global
Di Tempat Inilah Wahana Ruang Angkasa yang Mati 'Dikuburkan'

Di Tempat Inilah Wahana Ruang Angkasa yang Mati "Dikuburkan"

Global
Rembrandt, Pelukis Beraliran Baroque Menggunakan Teknik Impasto

Rembrandt, Pelukis Beraliran Baroque Menggunakan Teknik Impasto

Internasional
Junta Militer Myanmar Masukkan Pemerintah Bayangan sebagai Teroris

Junta Militer Myanmar Masukkan Pemerintah Bayangan sebagai Teroris

Global
Muncul Bukti Keterlibatan Israel dalam Pembunuhan Jenderal Top Iran

Muncul Bukti Keterlibatan Israel dalam Pembunuhan Jenderal Top Iran

Global
Kronologi Roket China Long March 5B Jatuh di Samudra Hindia, Dunia Sempat Tegang

Kronologi Roket China Long March 5B Jatuh di Samudra Hindia, Dunia Sempat Tegang

Global
Corona India Update: 4.000 Kematian 2 Hari Berturut-turut

Corona India Update: 4.000 Kematian 2 Hari Berturut-turut

Global
Korban Tewas Ledakan Bom di Sekolah Afghanistan Bertambah Jadi 50 Orang

Korban Tewas Ledakan Bom di Sekolah Afghanistan Bertambah Jadi 50 Orang

Global
komentar
Close Ads X