Diaspora Indonesia Luncurkan Program Mengajar dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Kompas.com - 11/04/2021, 18:57 WIB
Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK) mengadakan program mengajar, sebagai kelanjutan dari penandatanganan MOU (Memorandum of understanding) dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Riau. RILIS FDIK Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK) mengadakan program mengajar, sebagai kelanjutan dari penandatanganan MOU (Memorandum of understanding) dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Riau.

KUWAIT CITY, KOMPAS.com - Forum Diaspora Indonesia di Kuwait (FDIK) mengadakan program mengajar, sebagai kelanjutan dari penandatanganan MOU (Memorandum of understanding) dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai di Riau.

Program FDIK mengajar, yang diketuai oleh Robby Cahya bagian Divisi Keahlian dan Profesi FDIK, merupakan salah satu bentuk pengabdian para diaspora Indonesia yang ada di Kuwait.

Di dalamnya, diaspora akan membagikan pengalaman dan keahlian yang dimilikinya kepada para Mahasiswa di Indonesia.

Baca juga: Pemilu Amerika Serikat dalam Pandangan Para Diaspora Indonesia

Penyelenggaraan kelas dimulai dari Maret 2021 sampai Mei 2021. Secara khusus program perkuliahan dibagi menjadi dua, yaitu Program Keperawatan dan Program Engineering.

Hal itu sedikit banyak mencerminkan kelompok tenaga kerja profesional Indonesia yang banyak berkecimpung sebagai tenaga kesehatan, dan sebagai profesional minyak dan gas (migas) di Kuwait.

Para pengajar memiliki profesi sebagai insinyur senior di beberapa perusahaan besar di Kuwait maupun perawat senior di Kementerian Kesehatan Kuwait.

Jadi bukan hanya pengetahuan teknis, program ini membagikan materi yang sangat aktual dengan kondisi yang terjadi di lapangan kerja.

Materi kuliah yang dibawakan bervariasi dan sangat menarik. Di antaranya terkait penggunaan teknologi robotik dalam dunia keperawatan, dan manajemen database dalam eksplorasi migas.

Mahasiswa juga akan mendapat informasi terkait tips dan trik bekerja di luar negeri.

Baca juga: Marissa Hutabarat, Diaspora Indonesia yang Jadi Hakim di AS

Dengan bekal itu, tenaga kerja Indonesia diharapkan bisa menepis anggapan bahwa bekerja di luar negeri sulit. Di saat yang sama juga menguatkan semangat para generasi muda, khususnya Mahasiswa Indonesia untuk memiliki cita-cita bekerja dan menjadi diaspora di luar negeri.

Ketua FDIK Ibnu Munzir menilai Diaspora Indonesia memiliki potensi yang besar bagi kemajuan bangsa salah satunya dalam transfer pengetahuan dan teknologi.

“Terutama dalam kondisi pandemi saat ini, pengalaman itu memberikan diyakini dapat memberikan cara baru untuk membuatkan hal itu terlaksana, dengan menggunakan teknologi online kita bisa mewujudkan hal tersebut,” ujarnya dalam rilis yang diterima Kompas.com pada Sabtu (10/4/2021).

Menurut Ibnu, program ini bisa menjadi percontohan bagi para Diaspora Indonesia di negara lain. Tujuannya untuk berkontribusi meningkatkan mutu pendidikan Mahasiswa di dalam negeri.

Baca juga: Diaspora Indonesia Akan Dirikan Pabrik Tempe Skala Besar Pertama di Midwest Amerika Serikat

 


Sumber Rilis
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X