Korban Sipil Tewas di Kudeta Myanmar Capai Lebih dari 700 Orang

Kompas.com - 11/04/2021, 15:27 WIB
Pengunjuk rasa di Myanmar kembali ke jalan pada Minggu (28/3/2021), hanya sehari setelah pasukan keamanan menewaskan lebih dari 100 orang di hari paling berdarah sejak kudeta militer bulan lalu. APPengunjuk rasa di Myanmar kembali ke jalan pada Minggu (28/3/2021), hanya sehari setelah pasukan keamanan menewaskan lebih dari 100 orang di hari paling berdarah sejak kudeta militer bulan lalu.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Total korban sipil tewas dalam kudeta Myanmar mencapai lebih dari 700 orang hingga akhir pekan ini, Minggu (11/4/2021).

Pada Sabtu (10/4/2021) sebuah kelompok pemantau lokal mengatakan, aparat keamanan menembak mati 82 pengunjuk rasa anti-kudeta pada hari sebelumnya di kota Bago, 65 km timur laut Yangon.

Kantor PBB di Myanmar pada Sabtu berkicau di Twitter, mereka memantau pertumpahan darah di Bago yang perawatan medisnya menolak merawat korban-korban luka.

Baca juga: [Cerita Dunia] 8888, Demo Skala Besar di Myanmar Menentang Kekuasaan Miluter

Secara keseluruhan, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik memverifikasi 701 warga sipil yang tewas sejak kudeta militer Myanmar pada 1 Februari.

Sementara itu junta mencatat angka yang jauh lebih rendah, yakni 248 menurut juru bicaranya pada Jumat (9/4/2021) yang dikutip AFP.

Meski terjadi pertumpahan darah, para demonstran tetap menggelar demo Myanmar di beberapa negara bagian.

Para mahasiswa dan profesor turun ke jalan-jalan di kota Mandalay dan Meiktila pada Minggu pagi, menurut pantauan media lokal.

Baca juga: Diusir dari Kedutaan, Dubes Myanmar untuk Inggris Tidur di Mobil

Beberapa dari mereka membawa tangkai bunga Eugenia sebagai simbol kemenangan.

Kemudian di Yangon para pedemo membawa spanduk bertuliskan, "Kami akan mendapat kemenangan, kami akan menang."

Di seantero Myanmar, orang-orang didesak berpartisipasi dalam protes obor di wilayah masing-masing setelah matahari terbenam pada Minggu malam (11/4/2021).

Pertumpahan darah yang semakin parah juga membuat marah beberapa dari 20 lebih kelompok etnik bersenjata Myanmar, yang menguasai sebagian besar wilayah di perbatasan.

Baca juga: Kelompok Etnik Bersenjata di Myanmar Siap Bersatu Lawan Junta Militer


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu AS: Israel Beri Alasan Hancurkan Gedung Kantor Associated Press dan Al Jazeera

Menlu AS: Israel Beri Alasan Hancurkan Gedung Kantor Associated Press dan Al Jazeera

Global
11 Anak di Gaza yang Dirawat untuk Atasi Trauma Tewas dalam Serangan Israel

11 Anak di Gaza yang Dirawat untuk Atasi Trauma Tewas dalam Serangan Israel

Global
Erdogan Dikecam AS Gara-gara Kritik Pedas yang Dianggap 'Anti-Semit'

Erdogan Dikecam AS Gara-gara Kritik Pedas yang Dianggap "Anti-Semit"

Global
Dubes RI untuk Rusia Jose Tavare Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Vladimir Putin

Dubes RI untuk Rusia Jose Tavare Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Vladimir Putin

Global
PM Israel Klaim Mereka Berhasil Membuat Hamas 'Mundur Bertahun-tahun' di Gaza

PM Israel Klaim Mereka Berhasil Membuat Hamas "Mundur Bertahun-tahun" di Gaza

Global
POPULER GLOBAL: Momen Pilot Israel saat Lihat Anak-anak Gaza | Militer AS Bicara Soal Konflik Israel-Palestina

POPULER GLOBAL: Momen Pilot Israel saat Lihat Anak-anak Gaza | Militer AS Bicara Soal Konflik Israel-Palestina

Global
5 Cerita Horor Terbaik Berusia Puluhan Tahun dari 1968 hingga 1864

5 Cerita Horor Terbaik Berusia Puluhan Tahun dari 1968 hingga 1864

Internasional
Duterte Larang Menteri Filipina Bahas Laut China Selatan di Depan Umum

Duterte Larang Menteri Filipina Bahas Laut China Selatan di Depan Umum

Global
Mesir Janji Beri Dana Bantuan Rp 7,1 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

Mesir Janji Beri Dana Bantuan Rp 7,1 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

Global
Palestina Terkini: Dibombardir Israel, 213 Orang Tewas Termasuk 61 Anak-anak

Palestina Terkini: Dibombardir Israel, 213 Orang Tewas Termasuk 61 Anak-anak

Global
Israel-Palestina Hari Ini: Serangan Terparah di Gaza, DK PBB Rapat Darurat

Israel-Palestina Hari Ini: Serangan Terparah di Gaza, DK PBB Rapat Darurat

Global
Negara-negara Sumber Dana Hamas dari Qatar hingga Israel

Negara-negara Sumber Dana Hamas dari Qatar hingga Israel

Internasional
Mengapa Palestina Tidak Mempunyai Tentara meski Terus Diserang Israel?

Mengapa Palestina Tidak Mempunyai Tentara meski Terus Diserang Israel?

Global
Bagaimana Sejarah Palestina?

Bagaimana Sejarah Palestina?

Internasional
Dari Mana Hamas Dapat Senjata?

Dari Mana Hamas Dapat Senjata?

Internasional
komentar
Close Ads X