Jenazah Pangeran Philip Akan Dipindahkan Lagi, Ini Alasannya

Kompas.com - 11/04/2021, 15:23 WIB
Dalam foto file ini diambil pada tahun 2007 dan dirilis 18 November 2007 menunjukkan Ratu Inggris Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh (kiri) berjalan di Broadlands, Hampshire. AFP PHOTO/FIONA HANSONDalam foto file ini diambil pada tahun 2007 dan dirilis 18 November 2007 menunjukkan Ratu Inggris Elizabeth II dan suaminya, Pangeran Philip dari Inggris, Duke of Edinburgh (kiri) berjalan di Broadlands, Hampshire.

LONDON, KOMPAS.com - Jasad Pangeran Philip kabarnya akan dipindahkan saat Ratu meninggal, agar pasangan itu bisa bersama selamanya.

Melansir Mirror pada Sabtu (10/4/2021), peti mati Duke of Edinburgh akan ditempatkan sementara di Royal Vault di Kapel St George. sampai Ratu Elizabeth II wafat.

Ayah pewaris tahkta Kerajaan Inggris ini kemudian akan dimakamkan bersama Ratu di kapel peringatan, dengan peti mati yang dikebumikan bersama.

Baca juga: Meghan Markle Berusaha Keras Hadiri Pemakaman Pangeran Philip

Sesuai dengan keinginan Pangeran Philip, peringatan pemakaman sederhana akan digelar pada Jumat (17/4/2021).

Sebelum Duke of Edinburgh dimakamkan, jenasahnya akan diperiksa oleh tim medis keluarga Kerajaan Inggris, untuk menentukan penyebab kematian.

Proses itu kemungkinan akan dilakukan di bagian medis Kastil Windsor.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian Duke akan ditempatkan di peti mati yang akan dibawa ke Kapel St George di dalam halaman Kastil Windsor, The Sun melaporkan pada Sabtu (10/4/2021).

Tempat itu akan menjadi tempat peristirahatan sementaranya, sehingga anggota keluarga dan tamu undangan memiliki kesempatan untuk memberi penghormatan terakhir.

Selanjutnya jenazah dibawa ke pemakaman Kerajaan di Frogmore Gardens.

Baca juga: Pangeran Philip Dimakamkan pada 17 April, Ini Rencana Prosesinya

Karena Philip meminta untuk tidak mengadakan pemakaman kenegaraan, petinya tidak akan ditempatkan untuk kunjungan publik.

Prosesi ini awalnya dilakukan untuk memungkinkan anggota kerajaan ditempatkan di dalam peti mati, sehingga anggota masyarakat dapat memberi penghormatan.

Hal itu dilakukan di Westminster Hall, dengan Raja Edward VII menjadi Raja Inggris pertama yang melakukannya pada 1910.

Diketahui bahwa Ratu berada di samping tempat tidur Pangeran Philip ketika suaminya meninggal di Kastil Windsor. Dia bersikeras menghabiskan hari-hari terakhirnya untuk merawat dirinya sendiri.

Duke dikatakan menolak untuk kembali ke rumah sakit, dan meninggal "dengan damai" di kediaman pribadinya pada Jumat pagi, hanya dua bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-100.

Baca juga: Pangeran Philip Dipuja Sebagai Dewa oleh Suku Pedalaman di Vanuatu

Pendamping Pemegang Tahkta Inggris terlama ini, keluar dari rumah sakit London pada 16 Maret. Sebulan sebelumnya dia harus menjalani operasi jantung dan dirawat karena infeksi.

Penghormatan senjata yang menandai kematian Pangeran Philip dilakukan di seluruh Inggris, di Gibraltar, dan di laut.

Sebanyak 41 putaran tembakan penghormatan militer dimulai tengah hari di kota-kota termasuk London, Edinburgh, Cardiff dan Belfast, serta Gibraltar dan dari kapal perang Angkatan Laut Kerajaan, kata Kementerian Pertahanan (MoD).

Masyarakat didorong untuk mengamati penghormatan senjata, yang akan disiarkan secara online dan di televisi, dari rumah karena pandemi virus corona.


Sumber Mirror
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X