Kompas.com - 11/04/2021, 14:00 WIB
Foto tertanggal 15 Mei 2019 menampilkan salah satu pendiri Alibaba, Jack Ma, menghadiri acara Tech for Good di Paris, Perancis. AP PHOTO/THIBAULT CAMUSFoto tertanggal 15 Mei 2019 menampilkan salah satu pendiri Alibaba, Jack Ma, menghadiri acara Tech for Good di Paris, Perancis.

BEIJING, KOMPAS.com - Regulator China menjatuhkan denda pada raksasa e-commerce Alibaba senilai 2,78 miliar dollar AS (Rp 40,5 triliun) pada Sabtu (3/4/2021), karena dianggap menyalahgunakan posisi dominan dalam pasar.

Alibaba, e-commerce China yang didirikan Jack Ma dan salah satu perusahaan paling bernilai di dunia, mengatakan menerima hukuman itu.

Mereka berjanji menguraikan rencana untuk membuat penyesuaian dalam operasinya, pada Senin (12/4/2021).

Baca juga: Sempat Bersitegang, Pemerintah China Kini Puji Jack Ma Ternyata Ini Alasannya

Denda tersebut memperjelas tindakan keras Beijing terhadap platform teknologi utama China, dan Alibaba pada khususnya. Mereka dijerat tuduhan melakukan strategi anti-persaingan dan penyalahgunaan data konsumen.

Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar China menyatakan pihaknya menilai denda setelah menyimpulkan penyelidikan terhadap Alibaba, yang dimulai pada Desember.

Penyelidikan berpusat pada operasi Alibaba yang melarang pedagang yang ingin berjualan di pasar daring populernya, menawarkan barang dagangan secara bersamaan di situs e-niaga saingan.

"Sejak 2015, Grup Alibaba telah menyalahgunakan posisi dominannya di pasar dengan persyaratan eksklusivitas,” kata regulator melansir AFP pada Sabtu (10/4/2021).

Persyaratan tersebut dinilai merugikan pesaing, inovasi, dan kepentingan pedagang hingga konsumen.

“Denda tersebut merupakan rekor dan hampir tiga kali lipat dari hampir 1 miliar dollar AS (Rp 14,5 triliun) yang dikenakan terhadap Qualcomm pada 2015,” kata Bloomberg.

Baca juga: Dikabarkan Hilang, Jack Ma Muncul di Video Berdurasi 50 Detik

Besarnya hukuman ditentukan setelah pengawas pasar memutuskan mendenda Alibaba empat persen dari penjualan 2019 sebesar 455,7 miliar yuan (Rp 1 kuadriliun).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X