Penerbangan Helikopter Perdana di Mars Ditunda, Ini Sebabnya

Kompas.com - 11/04/2021, 09:19 WIB
Ilustrasi Helikopter Ingenuity saat melakukan uji penerbangan di Mars. physIlustrasi Helikopter Ingenuity saat melakukan uji penerbangan di Mars.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – NASA mengumumkan bahwa pihaknya menunda penerbangan pertama helikopter mininya di Planet Mars.

Melansir AFP, Sabtu (10/4/2021), penundaan itu bakal berlangsung selama beberapa hari. Penundaan tersebut terkait dengan masalah teknis saat menguji baling-balingnya.

Baca juga: NASA Rilis Rekaman Suara Pertama dari Mars

Helikopter yang diberi nama Ingenuity tersebut rencananya akan melakukan penerbangan perdananya di Planet Merah pada Minggu (11/4/2021).

Ingenuity diharapkan bisa terbang selama 30 detik tuntuk mengambil gambar wahana penjelajah Perseverance yang mendarat di Mars pada 18 Februari.

Helikopter mini tersebut dibawa Perseverance ke Mars dan diletakkan di bagian bawah wahana penjelajah tersebut.

Namun karena masalah teknis, penerbangan helikopter mini tersebut ditunda setidaknya hingga 14 April menurut pernyataan dari NASA pada Sabtu.

Baca juga: Perseverance Kumpulkan Sampel Pertama di Mars, Bakal Ungkap Kehidupan Masa Lampau Planet Merah

Uji kecepatan tinggi pada baling-baling helikopter seberat 1,8 kilogram itu pada Jumat (9/4/2021) berakhir lebih awal karena peringatan tentang potensi masalah.

"Tim sedang meninjau telemetri untuk mendiagnosis dan memahami masalah tersebut. Setelah itu, mereka akan menjadwal ulang tes kecepatan penuh," kata NASA dalam sebuah pernyataan.

Kendati demikian, NASA mencatat bahwa helikopter itu dalam kondisi aman dan telah mengirimkan informasi kembali ke Bumi.

NASA menyebut, upaya penerbangan Ingenuity merupakan upaya penerbangan helikopter pertama di Mars dan sangat berisiko.

Baca juga: Dari Kutub Utara hingga Mars, Para Wanita Ini Membuat Sejarah Selama Pandemi

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Rentetan Serangan Israel di Gaza hingga Tewasnya Komandan Senior Hamas

Global
Komandan Senior Hamas Bassem Issa, dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Komandan Senior Hamas Bassem Issa, dan Militan Lainnya Tewas dalam Serangan Roket Israel

Global
Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Mantan Presiden Iran Ahmadinejad Kembali Mencalonkan Diri dalam Pemilihan Presiden

Global
POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

POPULER GLOBAL: Pria dengan 16 Istri dan 151 Anak, Mengaku Tak Pernah Bekerja | Sinovac Disebut Sangat Efektif di Indonesia

Global
Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Terungkap Tradisi Perpeloncoan Brutal Militer Perancis, Pilot Tempur Diikat dengan Penutup di Tiang Sasaran Tembak

Global
Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

Internasional
Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Pertempuran Meningkat, 40 Orang Tewas di Gaza dan Israel

Global
Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Penemuan Jenazah di Sungai Gangga Timbulkan Pertanyaan Jumlah Kematian Covid-19 India

Global
Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Menengkok Corippo, Penampakan Desa Terkecil di Swiss

Internasional
Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Malaysia Laporkan Rekor Kematian Harian Covid-19 Berjumlah 39 Orang

Global
Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Perjanjian Oslo: Jejak Upaya Damai Atas Konflik Israel dan Palestina yang Terus Dilanggar

Internasional
Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Bagi Pakar India Ini, Obat Covid-19 adalah Ejaan yang Buruk

Global
AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

AS Mengaku Punya Kemampuan Terbatas untuk Menghentikan Konflik Israel-Palestina

Global
Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Mengenal Iron Dome, Senjata Israel untuk Melawan Roket Hamas

Internasional
Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Kota Israel Ini Masuk Kondisi Darurat setelah Terjadi Kerusuhan yang Melukai 12 Orang

Global
komentar
Close Ads X