Kompas.com - 10/04/2021, 20:18 WIB
Pangeran Mohammed berbicara di depan wartawan, Senin (25/4/2016). AFP/Fayez NureldinePangeran Mohammed berbicara di depan wartawan, Senin (25/4/2016).

 

RIYADH, KOMPAS.com - Arab Saudi pada Sabtu (10/4/2021) mengeksekusi 3 tentara karena "pengkhianatan tinggi" terhadap Kementerian Pertahanan.

Melansir AFP pada Sabtu (10/4/2021), ketiga tentara dinyatakan bersalah atas "pengkhianatan tingkat tinggi yang bekerja sama dengan musuh" melalui cara yang mengancam kerajaan dan kepentingan militernya.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan kabar ini dalam pernyataan publik yang diterbitkan oleh Saudi Press Agency.

Baca juga: Selama Ramadan, Arab Saudi Izinkan 50.000 Jemaah Umrah di Mekah

Pernyataan tersebut menyebutkan 3 nama tentara yang dieksekusi itu, yakni Mohammed bin Ahmed, Shaher bin Issa dan Hamoud bin Ibrahim. Namun, tidak memberikan identifikasi dengan siapa mereka berkolusi.

Pengumuman adanya pengkhianatan tinggi oleh tentara muncul, ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman, pewaris takhta berusia 35 tahun, mengkonsolidasikan kekuasaannya dalam kampanye militer di Yaman yang semakin meningkat.

Pangeran Mohammed sudah dipandang sebagai penguasa de facto negara itu, mengendalikan semua tuas utama pemerintahan, dari pertahanan hingga ekonomi.

Baca juga: Ini 3 Kategori Vaksinasi Jemaah yang Diizinkan Umrah oleh Arab Saudi

Dia menyandang gelar menteri pertahanan, sedangkan adik laki-lakinya Pangeran Khalid bin Salman adalah wakilnya.

Selama 3 tahun terakhir, Putra Mahkota telah melakukan tindakan keras terhadap para kritikus dan lawannya, meliputi memenjarakan anggota keluarga kerajaan terkemuka, konglomerat bisnis, ulama, dan aktivis.

Pada Maret 2020, Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al-Saud, saudara laki-laki Raja Salman dan keponakan raja, Pangeran Mohammed bin Nayef, ditahan.

Baca juga: Arab Saudi: Hanya Jemaah yang Sudah Divaksin Covid-19 Diizinkan Umrah ke Mekkah

Berbagai sumber mengatakan hal itu terjadi ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman berusaha membasmi jejak perbedaan pendapat internal.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X