Dulu Dijuluki Ratu Ganja, Schapelle Corby Jadi Bintang TV Australia

Kompas.com - 06/04/2021, 22:00 WIB
Schapelle Corby dalam salah satu adegan di reality show berjudul SAS Australia. Schapelle menjadi perhatian di Indonesia setelah kedapatan membawa empat kilogram ganja, sehingga dijuluki sebagai Ratu Ganja. Kini, dia kembali lagi ke hadapan publik dengan menjadi bintang televisi Australia. CHANNEL 7/NIGEL WRIGHT via ABC IndonesiaSchapelle Corby dalam salah satu adegan di reality show berjudul SAS Australia. Schapelle menjadi perhatian di Indonesia setelah kedapatan membawa empat kilogram ganja, sehingga dijuluki sebagai Ratu Ganja. Kini, dia kembali lagi ke hadapan publik dengan menjadi bintang televisi Australia.

Komentar senada ditulis oleh warga Australia lainnya, James Dunbier.

"Schapelle Corby bukanlah seorang bintang, dia terpidana penyelundup narkoba. Channel 7 seharusnya malu [memilih dia]."

"Nilai-nilai apa yang diajarkan pada generasi muda melalui tayangan ini? Apakah [pesannya] boleh melawan hukum dan kemudian menjadi terkenal? Ini sungguh menghina nilai-nilai Australia."

Kritikan lain terhadap Schapelle dalam penampilannya di televisi adalah soal kesehatan mentalnya.

Dengan mengikuti reality show SAS, Schapelle dianggap mengesampingkan kondisi kesehatan mentalnya, yang juga menjadi alasan permohonan grasinya ke presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.

Psikolog Jaimie Bloch dari Mind Movers Psychology seperti yang dikutip dari media Kidspot mengatakan pengalaman Schapelle di SAS Australia dapat memicu kembali masalah kesehatan mentalnya di masa lalu.

Baca juga: Tanam Ganja di Kebun Cabai, Oknum Guru SD Mengaku Buat Usir Hama

“Muncul di acara seperti SAS Australia pasti akan menjadi pengalaman yang menimbulkan trauma kembali yang dapat menyebabkan timbulnya gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan psikosis,” kata Jaime.

PTSD adalah suatu kondisi kesehatan mental yang memiliki gejala khusus yang terjadi pada seseorang yang pernah mengalami peristiwa traumatis yang mereka anggap mengancam nyawa atau keselamatan orang lain di sekitarnya.

Schapelle: Saya mengerti

Tetapi Schapelle mengatakan keputusannya mengikuti program SAS adalah upayanya untuk membuka diri dan bagian dari proses pemulihan dirinya.

"Inilah alasan saya bergabung dengan program ini, untuk membuka pintu bagi diri saya sendiri dan mulai hidup dalam masyarakat lebih baik daripada sebelumnya, " tutur Corby kepada news.com.au.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X