Presiden Rusia Teken Undang-undang Baru, Permudah Jalan Jadi “Presiden Seumur Hidup”

Kompas.com - 06/04/2021, 08:51 WIB
Putin mengumumkan rencana vaksinasinya dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah dan pengembang vaksin pada Senin (22/3/2021). AP PHOTO/ALEXEI DRUZHININPutin mengumumkan rencana vaksinasinya dalam pertemuan dengan pejabat pemerintah dan pengembang vaksin pada Senin (22/3/2021).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (5/4/2021) menandatangani undang-undang yang memungkinkannya untuk memegang kekuasaan hingga 2036.

Langkah ini meresmikan perubahan konstitusi yang disahkan dalam pemilihan umum tahun lalu.

Baca juga: Gambar Satelit: Kehadiran Militer Rusia Meningkat di Kutub Utara

Pemungutan suara konstitusional 1 Juli termasuk ketentuan yang mengatur ulang masa jabatan Putin sebelumnya. Itu memungkinkan dia mencalonkan diri sebagai presiden dua kali lagi.

Perubahan itu distempel oleh badan legislatif yang dikendalikan Kremlin. Undang-undang terkait yang ditandatangani oleh Putin diunggah dalam portal resmi informasi hukum Rusia pada Senin (5/4/2021).

Presiden Rusia saat ini berusia 68 tahun. Dia telah berkuasa selama lebih dari dua dekade, lebih lama dari pemimpin Kremlin lainnya sejak diktator Soviet Josef Stalin.

Putin sempat mengatakan belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri lagi pada 2024, ketika masa jabatan enam tahunnya saat ini berakhir.

Dia berpendapat bahwa mengatur ulang masa jabatan diperlukan, untuk menjaga para letnannya agar tidak “melirikan mata mereka untuk mencari penerus yang mungkin, alih-alih melakukan pekerjaan normalnya.”

Amandemen konstitusi Rusia juga menekankan prioritas hukum Rusia di atas norma-norma internasional, melarang pernikahan sesama jenis dan menyebutkan 'kepercayaan pada Tuhan' sebagai nilai inti.

Anggota parlemen Rusia secara metodis telah memodifikasi undang-undang nasional, menyetujui undang-undang yang relevan.

Baca juga: Konflik Rusia-Ukraina Bisa Picu Perang Eropa

Putin, 68 tahun, akan dicabut masa jabatannya pada 2024. Tetapi tahun lalu mendapat dukungan publik untuk mengubah konstitusi Rusia dan membuka jalan bagi dua masa jabatan lagi.

Halaman:

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X