Junta Militer Myanmar Buru 40 Pesohor hingga Influencer yang Melawan Mereka

Kompas.com - 04/04/2021, 15:37 WIB
Polisi menangkap seorang pria di Taunggyi, sebuah kota di Negara Bagian Shan, Myanmar, ketika pasukan keamanan terus menindak demonstran yang menentang kudeta militer, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer. AFP/STRPolisi menangkap seorang pria di Taunggyi, sebuah kota di Negara Bagian Shan, Myanmar, ketika pasukan keamanan terus menindak demonstran yang menentang kudeta militer, Minggu (28/2/2021). Sedikitnya 18 orang tewas dan 30 lainnya terluka dalam aksi demonstrasi di Myanmar pada 28 Februari, serta disebut sebagai hari paling berdarah dalam serentetan aksi protes menentang kudeta militer.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Junta militer Myanmar dilaporkan memburu 40 orang selebritas hingga influencer yang ikut dalam gerakan menentang mereka.

Dalam surat perintah penangkapan, junta menuduh para pesohor itu memicu perbedaan pendapat di angkatan bersenjata.

Dakwaan yang diumumkan di buletin negara sejak Jumat (2/4/2021) itu memuat ancaman hukuman hingga tiga tahun penjara.

Baca juga: Demonstran Myanmar Pakai Telur Paskah Simbol Menentang Junta Militer

Salah satu influencer yang terkena dakwaan, Thurein Hlaing Win, mengaku sangat terkejut dia kini dianggap penjahat.

Kepada Reuters, Thurein yang adalah seorang blogger mengaku bersembunyi sejak junta militer memburunya.

Dalam wawancara via telepon di lokasi rahasia dikutip Channel News Asia Minggu (4/4/2021), Thurein mengatakan dia tidak berbuat sesuatu yang jahat.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya berdiri di sisi kebenaran. Saya mengikuti jalan yang saya yakini. Antara kejahatan atau kebaikan, jelas saya memilih kebaikan," kata dia.

Thurein menuturkan jika dia sampai dihukum karena sikapnya, maka dia tidak akan menyesal. "Siapa pun tahu kebenarannya," tegasnya.

Tatmadaw, nama resmi junta Myanmar, memerintah dengan tangan besi bekas jajahan Inggris itu saat media 1962.

Baca juga: Tanpa Alasan Jelas, Aparat Myanmar Pukul dan Tendang Penumpang Bus

Kemudian satu dekade silam, mereka mundur secara teratur demi memberikan kesempatan bagi pemerintahan sipil.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X