Kompas.com - 04/04/2021, 11:45 WIB
Polisi anti huru-hara memegangi seorang pengunjuk rasa sementara yang lainnya bersiap memukuli dalam insiden di Tharkata, luar Yangon, Myanmar,pada 6 Maret 2021. AP PHOTO/-Polisi anti huru-hara memegangi seorang pengunjuk rasa sementara yang lainnya bersiap memukuli dalam insiden di Tharkata, luar Yangon, Myanmar,pada 6 Maret 2021.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Tanpa alasan yang jelas, pasukan keamanan Myanmar memukul dan menendang penumpang bus di Kotapraja North Okkalapa, Yangon, pada Jumat (2/4/2021).

Melansir The Irrawaddy, Sabtu (3/4/2021), pasukan keamanan Myanmar mulanya menghentikan beberapa bus Yangon Bus Service (YBS) di dekat Kan Thar Yar di Jalan Thudhama.

Baca juga: Ditekan Kelompok HAM, Total Tetap Enggan Hentikan Produksi Gas di Myanmar

Setelah itu, pasukan keamanan Myanmar meminta para penumpang bus turun dan memukuli mereka.

“Mereka menyuruh penumpang turun (dari bus) dan berlutut. Mereka tidak hanya memukuli penumpang tapi juga sopir,” kata seorang saksi mata.

Setelah kejadian tersebut, beberapa bus mulai mengambil rute alternatif guna menghindari aparat keamanan di Jalan Thudhama.

Kekerasan tersebut juga mendorong penduduk di sekitar jalan tersebut untuk keluar dari rumah mereka dan melihat apa yang terjadi.

Baca juga: Penentang Kudeta Myanmar Buru Pendukung Junta Militer di Medsos demi Hukuman Sosial

Bukannya menghentikan aksinya, pasukan keamanan Myanmar justru melepaskan tembakan ke lingkungan pemukiman.

“Ketika warga keluar untuk melihat apa yang terjadi, pasukan keamanan datang dan melepaskan tembakan. Mereka mengumpat dengan keras dan keji saat menembak,” kata seorang warga.

Seorang penumpang yang menyaksikan pemukulan itu menulis di Facebook-nya bahwa pasukan keamanan memukul dan menendang para korban.

“Mereka naik YBS (jalur nomor) 64 dan menendang sopir. Mereka menendang penumpang laki-laki secara provokatif di bawah todongan senjata, menyuruh mereka melawan jika mereka laki-laki,” tulisnya.

Baca juga: China Siagakan Tentara di Perbatasan Myanmar, Lindungi Pipa Gas Alam

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X