Vaksin AstraZeneca, 7 dari 30 Pasien Pembekuan Darah Meninggal di Inggris

Kompas.com - 03/04/2021, 20:52 WIB
Vaksin AstraZeneca flickrVaksin AstraZeneca

LONDON, KOMPAS.com - Regulator medis Inggris pada Sabtu (3/4/2021) melaporkan, tujuh dari 30 pasien pembekuan darah usai disuntik vaksin AstraZeneca meninggal.

"Dari 30 laporan hingga dan termasuk 24 Maret, sayangnya 7 telah meninggal," lapor Badan Regulator Kesehatan dan Obat-obatan Inggris yang dikutip AFP.

Laporan ini dikeluarkan Inggris di tengah maraknya negara-negara yang menghentikan sementara penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Baca juga: Benarkah Vaksin AstraZeneca Mengandung Tripsin Babi? Ketahui Proses Produksinya

Belanda pada Jumat (2/4/2021) menghentikan penyuntikan dengan vaksin virus corona AstraZeneca untuk orang di bawah 60 tahun, setelah muncul lima kasus baru pembekuan darah di wanita, salah satunya meninggal.

Jerman juga menempuh kebijakan yang serupa awal pekan ini.

Badan Obat-obatan Eropa (EMA) sebelumnya menyatakan vaksin corona AstraZeneca aman, dan berharap bisa mengumumkan solusi atas kasus pembekuan darah ini pada 7 April.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian pada Rabu (31/3/2021) EMA kembali menegaskan vaksin AstraZeneca aman, dan para ahli tidak menemukan faktor risiko khusus seperti usia, jenis kelamin, atau riwayat medis.

Baca juga: Sejumlah Negara di Eropa Kembali Gunakan Vaksin Virus Corona AstraZeneca

Regulator Inggris lebih lanjut menyampaikan, 30 laporan kasus pembekuan darah muncul setelah 18,1 juta dosis vaksi disuntikkan di "Negeri Ratu Elizabeth".

Sebanyak 22 kasus adalah trombosis sinus vena serebral, kondisi langka ketika gumpalan darah terbentuk di otak.

Sementara itu delapan kasus lainnya berupa pasien menderita trombosis dan rendahnya trombosit darah, yang dapat berujung pembekuan darah.

Namun di situswebnya regulator menulis, manfaat vaksin Covid-19 lebih besar daripada risikonya.

Baca juga: WHO Minta agar Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca Tetap Dipakai

AstraZeneca bulan lalu mengatakan, setelah uji coba efisiensi di Amerika Serikat vaksinnya mencegah Covid-19 dan tidak meningkatkan risiko pembekuan darah.

Inggris sudah menyuntikkan lebih dari 31 juta dosis pertama vaksin virus corona dari Oxford-AstraZeneca dan Pfizer-BioNTech. Warga tak bisa memilih mau vaksin yang mana.

Inggris pada Juni 2020 memesan 100 juta dosis vaksin AstraZeneca dan mendukung perkembangannya.

Baca juga: [HOAKS] Nama AstraZeneca Berarti Senjata yang Mematikan

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X