Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 03/04/2021, 17:06 WIB

MOSUL, KOMPAS.com - Seorang bayi laki-laki di Irak dilaporkan lahir dengan tiga penis, di mana dokter setempat mengeklaim itu adalah kasus pertama di dunia.

Tim medis di dekat Mosul itu menyatakan sebagai pihak pertama yang mempublikasikan studi kasus triphallia pada manusia.

Hanya satu dari alat kelamin bocah itu yang berfungsi, sehingga dua lainnya, melekat pada batang penisnya dan bawah skrotum, harus diangkat lewat operasi.

Baca juga: Saat Tidur, Alat Kelamin Pria Ini Dipotong Pacar yang Cemburu dan Dibuang ke Toilet

Bayi yang tak disebutkan identitasnya, berasal dari suku Kurdi, berusia tiga bulan saat studi mengenai kasusnya dirilis.

Dokter menyatakan, satu di antara 6 juta bayi baru lahir di seluruh dunia mempunyai lebih dari satu penis.

Dilansir Daily Mail Jumat (2/4/2021), ada sekitar 100 kasus diphallia, punya dua alat kelamin, tercatat di seluruh dunia.

Namun berdasarkan laporan International Journal of Surgery Case Reports, kasus triphallia baru pertama terjadi di Irak.

Memang, ada satu kasus di India pada 2015. Tetapi, pakar tidak bisa memverifikasinya karena tak dijabarkan di jurnal medis.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Orangtua anak itu awalnya ke rumah sakit karena menyangka ada pembengkakan di skrotum. Namun setelah diteliti, dia punya kelamin ekstra.

Baca juga: Punya Penis Berbentuk Spiral, Bagaimana Bebek Kawin?

Salah satunya berukuran dua sentimeter, dan berada di batang kelamin. Sementara satunya punya panjang 1 cm.

Halaman:
Sumber Daily Mail
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Bayi Baru Lahir Selamat dari Puing-puing Bangunan Gempa Suriah, Sementara Ibunya Meninggal

Viral Video Bayi Baru Lahir Selamat dari Puing-puing Bangunan Gempa Suriah, Sementara Ibunya Meninggal

Global
AS Nyatakan Siap Bantu Suriah yang Dilanda Gempa, tapi...

AS Nyatakan Siap Bantu Suriah yang Dilanda Gempa, tapi...

Global
Warga Rusia Terpaksa Beli Makanan Kedaluwarsa Saat Harga Kebutuhan Melejit

Warga Rusia Terpaksa Beli Makanan Kedaluwarsa Saat Harga Kebutuhan Melejit

Global
Presiden Tokayev Jelaskan Alasan Kazakhstan Gelar Forum Internasional Astana Tahun Ini

Presiden Tokayev Jelaskan Alasan Kazakhstan Gelar Forum Internasional Astana Tahun Ini

Global
UPDATE Gempa Turkiye dan Suriah, 7.826 Orang Tewas, WHO Desak Pengiriman Bantuan

UPDATE Gempa Turkiye dan Suriah, 7.826 Orang Tewas, WHO Desak Pengiriman Bantuan

Global
[POPULER GLOBAL] Penyelamatan Gempa Turkiye | Zelensky Ditantang Ikut Tempur

[POPULER GLOBAL] Penyelamatan Gempa Turkiye | Zelensky Ditantang Ikut Tempur

Global
Cerita Korban Gempa Suriah: Kami Tidak Bisa Gerak karena Saking Kuatnya Gempa

Cerita Korban Gempa Suriah: Kami Tidak Bisa Gerak karena Saking Kuatnya Gempa

Global
Korban Gempa Turkiye: Ada 500 WNI di Lokasi, 3 Orang Luka-luka

Korban Gempa Turkiye: Ada 500 WNI di Lokasi, 3 Orang Luka-luka

Global
Derita Korban Gempa Turkiye: Kami Hanya Minum Teh dan Kopi, Tak Ada yang Lain

Derita Korban Gempa Turkiye: Kami Hanya Minum Teh dan Kopi, Tak Ada yang Lain

Global
Suriah Bantah Minta Bantuan Israel untuk Korban Gempa

Suriah Bantah Minta Bantuan Israel untuk Korban Gempa

Global
Gempa Bumi Paling Mematikan di Dunia sejak tahun 2000

Gempa Bumi Paling Mematikan di Dunia sejak tahun 2000

Global
Siswa Australia Raih Penghargaan Lottie Maramis dari Pelajaran Bahasa Indonesia

Siswa Australia Raih Penghargaan Lottie Maramis dari Pelajaran Bahasa Indonesia

Global
Abaikan Konflik, Swedia Kirim Bantuan ke Turkiye Usai Gempa

Abaikan Konflik, Swedia Kirim Bantuan ke Turkiye Usai Gempa

Global
Australia dan Selandia Baru Perkuat Hubungan dengan China

Australia dan Selandia Baru Perkuat Hubungan dengan China

Global
Kronologi Mengapa Gempa di Turkiye Terjadi dan Perkembangan Terkini

Kronologi Mengapa Gempa di Turkiye Terjadi dan Perkembangan Terkini

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+