Kompas.com - 01/04/2021, 22:05 WIB
Kazuki (kanan) dan Aiko (kiri), pasangan suami istri di Jepang yang memutuskan untuk membayar tagihan sendiri-sendiri. ODDITY CENTRAL via FOLLOW YOUR HOMEKazuki (kanan) dan Aiko (kiri), pasangan suami istri di Jepang yang memutuskan untuk membayar tagihan sendiri-sendiri.

TOKYO, KOMPAS.com – Pasangan suami istri (pasutri) di Jepang baru-baru ini menjadi pembicaraan banyak orang karena keputusan mereka dalam mengarungi rumah tangga.

Melansir Oddity Central, 22 Maret, sang suami bernama Kazuki (49) sedangkan sang istri bernama Aiko (39).

Keduanya sebenarnya sudah menikah selama dua tahun. Namun, mereka memutuskan untuk “terpisah” mulai dari pengeluaran hingga pekerjaan rumah.

Kazuki dan Aiko awalnya bertemu di sebuah perusahaan produksi video gim.

Baca juga: Pasutri Bulan Madu Kelihatan Telanjang dari Luar, Hotel Bintang 5 Dipolisikan

Setelah berkencan beberapa kali, mereka segera menyadari bahwa mereka memiliki banyak sekali perbedaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Alih-alih menghentikan hubungan, keduanya justru memutuskan menikah namun tetap berkomitmen untuk tetap mandiri sebisa mungkin.

Sejak menikah dua tahun lalu, mereka terus “terpisah” dalam segala hal dan telah melakukannya sampai hari ini.

Keputusan mereka yang tidak biasa tersebut baru-baru ini menarik perhatian acara televisi di Jepang.

Baca juga: Baru Menikah, Pasutri Langsung Cerai Setelah Malam Pertama

Ketika didatangi tim dari program televisi di Jepang tersebut, Aiko dan Kazuki rupanya hanya berbagi dalam sedikit hal.

Mereka hanya makan bersama pada hari libur, itu pun jika mereka tidak memilih untuk makan sendiri-sendiri dan pada waktu yang berbeda.

Keduanya juga memiliki selera makanan yang sangat berbeda, jadi mereka memasak makanan mereka sendiri-sendiri.

Mereka tidur di kamar yang sama, tetapi masing-masing di antara mereka memiliki kasur sendiri-sendiri.

Baca juga: Rekam Adegan Seks di Kincir Ria, Pasutri Ini Diciduk Polisi

Aiko dan Kazuki juga membayar biaya hidup mereka sendiri mulai dari tagihan listrik, biaya sewa, dan pengeluaran harian lainnya.

Kendati demikian, pasutri tersebut menyukai keputusan dan cara mereka menjalani bahtera rumah tangga. Keduanya selalu menyukai kemandirian mereka.

Bahkan, cincin kawin mereka pun tidak sama. Mereka membeli cincin kawin sendiri-sendiri sesuai desain yang mereka sukai.

Mereka juga tidak sepakat dalam hal destinasi bulan madu. Jadi mereka memutuskan untuk melakukan bulan madu secara terpisah.

Baca juga: Kota di Korsel Beri Hadiah Rp 1,2 Miliar untuk Pasutri yang Punya 3 Anak

Kazuki menghabiskan lebih banyak waktu di tempat kerja, dan Aiko bertanggung jawab sebagian besar atas kebersihan rumah.

Namun, Aiko tidak melakukannya secara gratis. Mereka menyetujui biaya per jam di mana Kazuki "menggaji" Aiko 1.500 yen (Rp 190.000) per jam.

Mereka juga sepakat membagi nonton televisi setiap hari serta memiliki produk kebersihan pribadi mereka sendiri mulai dari tisu toilet, sabun mandi, dan lain-lain.

Baca juga: Pasutri Dituduh Bunuh Anak Tetangganya, Motifnya Mengusir Setan


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 Kembali, Wuhan Bakal Periksa Seluruh Penduduknya

Covid-19 Kembali, Wuhan Bakal Periksa Seluruh Penduduknya

Global
Sejumlah Ibu Kota Provinsi Jatuh di Tangan Taliban, Presiden Afghanistan Salahkan AS Buru-buru Tarik Pasukan

Sejumlah Ibu Kota Provinsi Jatuh di Tangan Taliban, Presiden Afghanistan Salahkan AS Buru-buru Tarik Pasukan

Global
Presiden Afghanistan Salahkan Negara Barat Penyebab Taliban Merajalela

Presiden Afghanistan Salahkan Negara Barat Penyebab Taliban Merajalela

Global
Sekitar 50 Mayat Orang Tigray Ditemukan Mengambang di Sungai Sudan

Sekitar 50 Mayat Orang Tigray Ditemukan Mengambang di Sungai Sudan

Global
AS Tolak Rencana Pemilu yang Ditawarkan Junta Militer Myanmar

AS Tolak Rencana Pemilu yang Ditawarkan Junta Militer Myanmar

Global
Yunani Dilanda Gelombang Panas Terburuk Sejak 1987, Picu Kebakaran Hutan Luas

Yunani Dilanda Gelombang Panas Terburuk Sejak 1987, Picu Kebakaran Hutan Luas

Global
POPULER GLOBAL: Jepang Lindungi Atlet Belarus yang Diusir | Temuan Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Berusia Ribuan Tahun

POPULER GLOBAL: Jepang Lindungi Atlet Belarus yang Diusir | Temuan Ratusan Ribu Tulang Hewan dan Manusia Berusia Ribuan Tahun

Global
Biografi Tokoh Dunia: Profil: Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Lebih Berkuasa dari Presiden

Biografi Tokoh Dunia: Profil: Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Lebih Berkuasa dari Presiden

Global
Viral Foto Pejabat Filipina Lebih Besar dari Peraih Emas Olimpiade, Apakah Asli?

Viral Foto Pejabat Filipina Lebih Besar dari Peraih Emas Olimpiade, Apakah Asli?

Global
Investigasi Partai Republik AS Coba Buktikan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Investigasi Partai Republik AS Coba Buktikan Covid-19 Berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Global
Lamont Jacobs, 'One of Fastest Man Alive', Peraih Emas 100 Meter Putra Olimpiade

Lamont Jacobs, "One of Fastest Man Alive", Peraih Emas 100 Meter Putra Olimpiade

Global
Yulimar Rojas, Peraih Medali Emas Wanita Pertama Venezuela, Berterima Kasih pada Facebook

Yulimar Rojas, Peraih Medali Emas Wanita Pertama Venezuela, Berterima Kasih pada Facebook

Global
Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Kronologi Atlet Belarus Dilindungi Jepang Saat Dipaksa Pulang dari Olimpiade Tokyo

Global
Dolly Parton Investasikan Royalti Lagu Whitney Houston untuk Komunitas Kulit Hitam

Dolly Parton Investasikan Royalti Lagu Whitney Houston untuk Komunitas Kulit Hitam

Global
Dr Anthony Fauci: AS Tak Mungkin Kembali Terapkan Lockdown

Dr Anthony Fauci: AS Tak Mungkin Kembali Terapkan Lockdown

Global
komentar
Close Ads X