Covid-19 Kembali Mewabah di Perbatasan dengan Myanmar, China Tindak Keras Penyeberangan Ilegal

Kompas.com - 01/04/2021, 13:25 WIB
Pengunjuk rasa di Myanmar kembali ke jalan pada Minggu (28/3/2021), hanya sehari setelah pasukan keamanan menewaskan lebih dari 100 orang di hari paling berdarah sejak kudeta militer bulan lalu. APPengunjuk rasa di Myanmar kembali ke jalan pada Minggu (28/3/2021), hanya sehari setelah pasukan keamanan menewaskan lebih dari 100 orang di hari paling berdarah sejak kudeta militer bulan lalu.

RUILI, KOMPAS.com - Virus Covid-19 kembali mewabah di Ruili, sebuah kota yang terletak di sepanjang perbatasan China dengan Myanmar.

Pemerintah Beijing memerintahkan seluruh kota itu kembali berada dalam karantina ketat, sebagai langkah pengendalian pandemi.

Di saat yang sama, Newsweek pada Kamis (1/4/2021) melaporkan China akan menindak keras pengungsi Myanmar, yang menyebrang melalui wilayah perbatasan kedua negara secara ilegal.

Baca juga: [POPULER GLOBAL] Teror di Mabes Polri Jakarta Disorot Media Asing | Kelompok Etnik Bersenjata Myanmar Siap Lawan Militer

Setidaknya sembilan orang dinyatakan positif Covid-19 di Ruili, yang berpenduduk sekitar 210.000 orang.

Dari sembilan itu, lima diidentifikasi sebagai warga negara China dan empat diidentifikasi sebagai warga negara Myanmar, menurut AP.

“Wabah itu ditemukan selama pengujian virus corona rutin terhadap populasi kota,” kata Komisi Kesehatan Yunnan dalam sebuah pernyataan.

Namun, komisi tidak mengatakan bagaimana wabah itu dimulai.

Pemerintah kota mengatakan akan melakukan pengujian Covid-19 untuk semua penduduk kota. Warga sudah diperintahkan untuk karantina di rumah selama satu minggu.

Mereka yang dites positif Covid-19 berusia antara 22 hingga 42 tahun. Kini pasien ditempatkan dibawah lockdown di kompleks perumahan.

Di antara mereka, tiga orang tidak menunjukkan gejala. Sedang empat lainnya menunjukkan gejala virus ringan, dan satu tergolong kasus Covid-19 biasa.

Baca juga: Myanmar di Ambang Perang Saudara Berskala Besar, Dewan Keamanan PBB Diminta Bertindak

Halaman:
Baca tentang

Sumber Newsweek
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Populer Global: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

Populer Global: Nenek Menang Lotre Rp 400 Miliar | Penyebab Buruknya Tsunami Covid-19 di India

Global
Blue Book Uni Eropa-ASEAN 2021 Tandai Kerja sama 44 Tahun

Blue Book Uni Eropa-ASEAN 2021 Tandai Kerja sama 44 Tahun

Global
Biografi Tokoh Dunia: Abu Nawas, Penyair Tersohor Arab yang Kontroversial

Biografi Tokoh Dunia: Abu Nawas, Penyair Tersohor Arab yang Kontroversial

Internasional
Koran Perancis Ungkap Perusahaan Energi Total “Danai” Junta Militer Myanmar

Koran Perancis Ungkap Perusahaan Energi Total “Danai” Junta Militer Myanmar

Global
Afrika Berpotensi Jadi Medan Perang AS-China, Kenapa?

Afrika Berpotensi Jadi Medan Perang AS-China, Kenapa?

Global
Korea Utara Disebut Mau Melucuti Senjata Nuklirnya, Asalkan…

Korea Utara Disebut Mau Melucuti Senjata Nuklirnya, Asalkan…

Global
3 Teka-teki Kematian Misterius yang Masih Belum Terpecahkan

3 Teka-teki Kematian Misterius yang Masih Belum Terpecahkan

Global
Baru Berusia 10 Tahun, Gadis Ini Hafal Ibu Kota dan Mata Uang 196 Negara

Baru Berusia 10 Tahun, Gadis Ini Hafal Ibu Kota dan Mata Uang 196 Negara

Global
25 Tewas saat Polisi Brasil Gerebek Pengedar Narkoba, PBB Prihatin

25 Tewas saat Polisi Brasil Gerebek Pengedar Narkoba, PBB Prihatin

Global
Sengketa dengan Perancis Meningkat, Inggris Kerahkan Kapal Perang

Sengketa dengan Perancis Meningkat, Inggris Kerahkan Kapal Perang

Global
Air Terjun Terbesar di Afrika Mengering karena Perubahan Iklim

Air Terjun Terbesar di Afrika Mengering karena Perubahan Iklim

Global
Tsunami Corona India Belum Terkendali, Dikhawatirkan Jadi Ancaman Dunia

Tsunami Corona India Belum Terkendali, Dikhawatirkan Jadi Ancaman Dunia

Global
Putin Sebut Vaksin Sputnik V Bisa Diandalkan seperti Senapan AK-47, Kapan Dipakai di Indonesia?

Putin Sebut Vaksin Sputnik V Bisa Diandalkan seperti Senapan AK-47, Kapan Dipakai di Indonesia?

Global
Hanya Tanya Harga Minuman, Kepala Wanita Ini Dipukul Sayuran

Hanya Tanya Harga Minuman, Kepala Wanita Ini Dipukul Sayuran

Global
Roket China Bakal Meluncur Tanpa Kendali ke Bumi, Ini Perkiraan Lokasi Jatuhnya

Roket China Bakal Meluncur Tanpa Kendali ke Bumi, Ini Perkiraan Lokasi Jatuhnya

Global
komentar
Close Ads X