Gara-gara Pabrik Salah Campur Bahan, 15 Juta Dosis Vaksin Covid-19 J&J Rusak

Kompas.com - 01/04/2021, 06:51 WIB
Sejumlah vaksin Covid-19 Johnson & Johnson gagal memenuhi standar kualitas dan tidak dapat digunakan, raksasa obat itu mengatakan Rabu malam, 31 Maret 2021. AP PHOTO/TED S WARRENSejumlah vaksin Covid-19 Johnson & Johnson gagal memenuhi standar kualitas dan tidak dapat digunakan, raksasa obat itu mengatakan Rabu malam, 31 Maret 2021.

BALTIMORE, KOMPAS.com - Pekerja di pabrik Baltimore yang memproduksi dua vaksin virus corona secara tidak sengaja mencampur bahan-bahan kedua vaksin beberapa minggu lalu.

Insiden ini menyebabkan sekitar 15 juta dosis vaksin Johnson & Johnson rusak dan memaksa regulator untuk menunda otorisasi jalur produksi pabrik.

Pabrik ini dijalankan oleh Emergent BioSolutions, mitra produksi vaksin Covid-19 Johnson & Johnson dan AstraZeneca.

Baca juga: Situs Berita Indonesia Diblokir China Tanpa Alasan

Pejabat federal mengaitkan kesalahan itu dengan kesalahan manusia.

Insiden kesalahan pencampuran bahan vaksin itu telah menghentikan pengiriman dosis vaksin Covid-19 Johnson & Johnson di Amerika Serikat (AS) untuk beberapa waktu ke depan.

Sementara Food and Drug Administration AS masih melakukan penyelidikan atas kasus ini.

Johnson & Johnson telah memperkuat kontrolnya atas pekerjaan Emergent BioSolutions, untuk menghindari penyimpangan kualitas lebih lanjut.

Baca juga: Vaksin Dosis Tunggal Johnson & Johnson Disetujui WHO, Efektif 66 Persen

New York Times melaporkan pada Kamis (1/4/2021), kesalahan ini sangat memalukan bagi Johnson & Johnson, yang vaksin satu dosisnya dipercaya telah mempercepat program imunisasi nasional AS.

Insiden itu diyakini tidak memengaruhi dosis Johnson & Johnson yang saat ini diberikan dan digunakan secara nasional. Pasalnya semua dosis tersebut diproduksi di Belanda, di mana pengoperasiannya telah sepenuhnya disetujui oleh regulator federal.

Tetapi semua pengiriman lebih lanjut dari vaksin Johnson & Johnson seharusnya datang dari pabrik besar di Baltimore. Total jumlahnya diproyeksi mencapai puluhan juta dosis di bulan depan.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X