Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dugaan Serangan Teror di Mabes Polri Jakarta Disorot Media Asing

Kompas.com - 31/03/2021, 19:48 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Penembakan yang diduga aksi teror terjadi di Markas besar Polri, Jakarta Selatan pada (31/3/2021), mendapatkan sorotan sejumlah media asing.

Seorang wanita berpakaian hitam berusaha masuk ke lingkungan Mabes Polri, tapi tak lama setelah itu ia jatuh tersungkur, dilumpuhkan polisi, menurut pemberitaan Kompas.com sebelumnya.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Polri melakukan sejumlah penggerebekan terhadap terduga teroris, usai terjadi teror bom bunuh diri di Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Peristiwa "dugaan serangan teror" di Mabes Polri ini seketika mendapatkan sorotan dari media China, Qatar, dan India, berikut Kompas.com rangkum:

Baca juga: Perencana Aksi Teror Masjid Singapura Terinspirasi Penyerangan di Christchurch

1. Al Jazeera

Media yang berbasis di Doha, Qatar, mengutip dari media lokal, melaporkan bahwa satu orang ditembak mati dalam baku tembak terkait "dugaan serangan teror" di kompleks markas besar polisi nasional Indonesia pada Rabu (31/3/2021).

Disebutkan tersangka yang ditembak itu terlihat seorang diri dan meninggal seketika di tempat kejadian setelah ditembak polisi, mengutip saluran TVOne.

Polisi disebut tidak menanggapi permintaan komentar untuk memverifikasi laporan tersebut.

Kemudian, mendeskripsikan sosok sendirian yang ditembak polisi sebelum jatuh ke tanah, merujuk sumber dari MetroTV dan stasiun penyiaran besar lainnya yang dikutip.

Tubuhnya terbaring tak bergerak setelah itu, dengan laporan menyebutnya sebagai "dugaan serangan teror".

Peristiwa di markas polisi di pusat kota Jakarta terjadi beberapa hari setelah 2 pelaku bom bunuh diri menyerang sebuah katedral di kota Makassar di pulau Sulawesi dan melukai sekitar 20 orang.

"Pasangan pengantin baru" yang menyerang gereja tersebut adalah anggota kelompok pro-ISIS (ISIS) Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kata polisi, memperingatkan kemungkinan serangan.

Pos terdepan polisi telah sering menjadi sasaran kelompok bersenjata Indonesia di masa lalu, demikian diberitakan Al Jazeera yang dilansir Kompas.com pada Rabu (31/3/2021).

Baca juga: Ledakan di Depan Katedral Makassar dalam Pantauan Media Asing

2. South China Morning Post (SCMP)

Media China menyebutkan polisi mengepung sosok orang yang mati ditembak oleh pihaknya, karena "dugaan serangan teror".

Orang itu mati ditembak setelah masuk ke kompleks markas polisi nasional Indonesia pada Rabu (31/3/2021), yang tampaknya hanya seorang diri.

Polisi disebutkan SCMP tidak menanggapi permintaan untuk memverifikasi laporan tersebut.

Halaman:

Terkini Lainnya

Iran Luncurkan Drone dan Rudal Balistik ke Israel, Tandai Awal Serangan Militer

Iran Luncurkan Drone dan Rudal Balistik ke Israel, Tandai Awal Serangan Militer

Global
[UNIK GLOBAL] Pasien Pertama Cangkok Ginjal Babi | Pria Tertua di Dunia Berusia 111 Tahun

[UNIK GLOBAL] Pasien Pertama Cangkok Ginjal Babi | Pria Tertua di Dunia Berusia 111 Tahun

Global
Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Putri CEO Berusia 6 Tahun Beri Nilai Satu Bintang Ke Etihad Airways, Ini Respons Hangat Maskapai

Global
Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Penikaman Massal Mal Sydney: Belum Ada Indikasi Terorisme, Motif Masih Diselidiki

Global
UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

UPDATE Penikaman Massal di Mal Sydney: Korban Tewas Jadi 7 Orang, WNI Diimbau Hindari Keramaian 

Global
Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Google Blokir Tautan Outlet Berita California dari Hasil Pencarian

Global
Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Kronologi dan Cerita Saksi Mata Penikaman Massal di Mal Sydney yang Tewaskan 5 Orang

Global
Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Penikaman Massal di Mal Sydney, 5 Orang Tewas, Pelaku Ditembak Mati

Global
Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan 'Obat Zombie' di Kota Perbatasan

Meksiko Beri Peringatan Pascatemuan "Obat Zombie" di Kota Perbatasan

Global
Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Saat Disinformasi Penyakit Kolera di Mozambik Korbankan Hampir 100 Nyawa...

Global
Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Sejumlah Maskapai Penerbangan Putuskan Hindari Wilayah Udara Iran, Apa Alasannya?

Global
Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Singapura Keluarkan Larangan Konsumsi Permen Produk Malaysia Ini

Global
Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Rangkuman Hari Ke-779 Serangan Rusia ke Ukraina: AS Larang Impor Produk Logam Rusia | Belanda Janjikan Rp 17, 1 Triliun untuk Ukraina

Global
Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Arti Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia...

Global
Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Israel: Kami Bahu-membahu dengan AS Hadapi Ancaman Iran

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com