Mesir Enggan Lakukan Pelebaran Jalur Terusan Suez

Kompas.com - 31/03/2021, 12:52 WIB
Kosmonot Rusia Sergey Kud-Sverchkov membagikan gambar yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dari kapal kargo Ever Given terjebak miring di Terusan Suez pada 27 Maret 2021. (Image credit: Roscosmos / NASA) ROSCOSMOS NASA via TWITTERKosmonot Rusia Sergey Kud-Sverchkov membagikan gambar yang diambil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional dari kapal kargo Ever Given terjebak miring di Terusan Suez pada 27 Maret 2021. (Image credit: Roscosmos / NASA)

SUEZ, KOMPAS.com - Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi berjanji akan berinvestasi untuk menghindari pengulangan penutupan Terusan Suez minggu lalu.

Janji itu disampaikan sehari setelah kapal kontainer raksasa MV Ever Given mengapung kembali, dalam perayaan di arteri perdagangan yang kembali dibuka pada Selasa (30/3/2021).

Kapal Ever Given menabrak tepi timur jalur pelayaran sempit penghubung Laut Mediterania dan Laut Merah pada Selasa lalu (23/3/2021), lalu terjepit secara diagonal sepanjang rentangnya selama hampir seminggu.

"Kami akan menyediakan semua peralatan yang diperlukan untuk kanal untuk menghindari insiden serupa,” kata Sisi selama kunjungan ke Ismailia, rumah bagi Otoritas Terusan Suez (SCA).

Dia tidak merinci peralatan apa yang akan dibeli. Tetapi dalam komentar terpisah kepada media, Kepala SCA Osama Rabie telah menyatakan perlunya ada kapal keruk dan kapal tunda baru.

Otoritas Mesir mengklaim pembebasan kapal raksasa itu menjadi pembuktian atas kemampuan teknik dan penyelamatan negara itu.

Lalu lintas di kanal, sebagai saluran untuk sekitar 12 persen perdagangan dunia, mulai bergerak lagi pada Senin malam (29/3/201). Total kapal yang terjebak di lintasan akibat insiden itu sebanyak 425 kapal di utara dan selatan kanal.

Pada Selasa pagi (30/3/202), situs pelacakan maritim menunjukkan kapal dengan kapasitas hingga 200.000 ton, ukuran yang mirip dengan Ever Given, telah berlayar melalui jalur air yang sempit.

Baca juga: Pengalaman Terusan Suez Macet Dimanfaatkan Rusia untuk Tawarkan Rute Laut Utara

Opsi Pelebaran

Tetapi lebih banyak kapal kargo terlihat menunggu di dua pintu masuknya, di Mediterania dan Laut Merah. SCA mengatakan akan memakan waktu lebih dari tiga hari untuk menghilangkan antrean di kedua pintu jalur.

Perusahaan data maritim Lloyd's List mengatakan, pemblokiran itu telah menahan kargo sekitar 9,6 miliar dollar AS (Rp 139,6 triliun) setiap hari antara Asia dan Eropa.

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO Sebut Varian Covid-19 yang Menyebar di India Sangat Mengkhawatirkan

WHO Sebut Varian Covid-19 yang Menyebar di India Sangat Mengkhawatirkan

Global
Israel Gelar Serangan Udara ke Jalur Gaza, 20 Orang Tewas

Israel Gelar Serangan Udara ke Jalur Gaza, 20 Orang Tewas

Global
Seorang Pria Terjebak di Jembatan Kaca Terbesar China yang Rusak

Seorang Pria Terjebak di Jembatan Kaca Terbesar China yang Rusak

Global
Puluhan Jenazah Tersapu di Sungai Gangga India, Diduga Korban Covid-19

Puluhan Jenazah Tersapu di Sungai Gangga India, Diduga Korban Covid-19

Global
Serangan Udara Israel ke Jalur Gaza Menyusul Bentrokan di Masjid Al-Aqsa

Serangan Udara Israel ke Jalur Gaza Menyusul Bentrokan di Masjid Al-Aqsa

Global
POPULER GLOBAL: Mandi Massal 'Super Spreader' Tsunami Covid-19 India | Organ Dalam Penyair Myanmar Hilang

POPULER GLOBAL: Mandi Massal "Super Spreader" Tsunami Covid-19 India | Organ Dalam Penyair Myanmar Hilang

Global
Aung San Suu Kyi Akan Hadir Langsung di Pengadilan Myanmar pada 24 Mei

Aung San Suu Kyi Akan Hadir Langsung di Pengadilan Myanmar pada 24 Mei

Global
Malaysia Lockdown Nasional sampai Juni Setelah Kasus Covid-19 Melonjak

Malaysia Lockdown Nasional sampai Juni Setelah Kasus Covid-19 Melonjak

Global
Kompleks Al-Aqsa, Situs Suci Yerusalem yang Terus Bergejolak

Kompleks Al-Aqsa, Situs Suci Yerusalem yang Terus Bergejolak

Global
Iran Mengaku Sudah Berunding dengan Arab Saudi, tapi ...

Iran Mengaku Sudah Berunding dengan Arab Saudi, tapi ...

Global
Dokter yang Merawat Alexei Navalny Sempat Hilang di Hutan Siberia

Dokter yang Merawat Alexei Navalny Sempat Hilang di Hutan Siberia

Global
Dituding Kompromi dengan Ekstremis, Presiden Macron dapat Peringatan dari Militer Perancis

Dituding Kompromi dengan Ekstremis, Presiden Macron dapat Peringatan dari Militer Perancis

Global
Mandi Massal di Sungai Gangga Jadi 'Super Spreader' Tsunami Covid-19 India

Mandi Massal di Sungai Gangga Jadi "Super Spreader" Tsunami Covid-19 India

Global
Ini Penyebab Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

Ini Penyebab Bentrok Israel dan Palestina di Masjid Al-Aqsa

Global
UPDATE: Ledakan Bom di Sekolah Afganistan, 85 Tewas Kebanyakan Pelajar Putri

UPDATE: Ledakan Bom di Sekolah Afganistan, 85 Tewas Kebanyakan Pelajar Putri

Global
komentar
Close Ads X