Kelompok Etnik Bersenjata di Myanmar Siap Bersatu Lawan Junta Militer

Kompas.com - 31/03/2021, 12:35 WIB
Gambar yang diambil pada tanggal 31 Januari 2015 ini menunjukkan tentara dari Brigade Ketujuh Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) yang berparade sebagai bagian dari perayaan Hari Revolusi Karen ke-66 di markas mereka di negara bagian Kachin, Myanmar. KNLA adalah sayap bersenjata dari Serikat Nasional Karen (KNU) dan diyakini memiliki antara 3.000 hingga 5.000 milisi aktif di barisannya. AFP PHOTO/KC ORTIZGambar yang diambil pada tanggal 31 Januari 2015 ini menunjukkan tentara dari Brigade Ketujuh Tentara Pembebasan Nasional Karen (KNLA) yang berparade sebagai bagian dari perayaan Hari Revolusi Karen ke-66 di markas mereka di negara bagian Kachin, Myanmar. KNLA adalah sayap bersenjata dari Serikat Nasional Karen (KNU) dan diyakini memiliki antara 3.000 hingga 5.000 milisi aktif di barisannya.

NAYPYIDAW, KOMPAS.com – Tiga kelompok etnik bersenjata di Myanmar menyatakan bersedia bergabung dengan seluruh kelompok etnik untuk memerangi junta militer.

Ketiga kelompok etnik bersenjata tersebut adalah Arakan Army  (AA), Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA).

Ketiganya membentuk aliansi yang dinamakan Brotherhood Alliance alias Persaudaraan Aliansi sebagaimana dilansir The Irrawaddy, Selasa (30/3/2021).

Brotherhood Alliance menyatakan, pihaknya siap bergabung dengan seluruh kelompok etnik jika pembunuhan brutal terhadap demonstran anti-kudeta terus berlanjut.

Pada Senin (29/3/2021), Brotherhood Alliance mengutuk junta militer Myanmar saat korban tewas Myanmar mencapai 510 orang di seluruh negeri.

Baca juga: Potensi Perang Saudara di Myanmar Semakin Besar, jika Kelompok Etnis Angkat Senjata

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AA sendiri merupakan kelompok etnik bersenjata yang memperjuangkan otonomi yang lebih besar di Negara Bagian Rakhine.

AA telah menjadi salah satu kekuatan paling tangguh yang menghadapi militer Myanmar, alias Tatmadaw, selama dua tahun terakhir.

Pertempuran antara AA dengan Tatmadaw terus meningkat sejak November 2018 hingga awal November 2020.

Konflik tersebut menimbulkan ratusan korban dari warga sipil dan menyebabkan lebih dari 200.000 orang mengungsi.

Baru-baru ini, junta militer mencabut AA dari daftar kelompok teroris setelah pertempuran antara kedua belah pihak dihentikan pada November.

Baca juga: Pemain Sepak Bola Myanmar di Malaysia Dihukum karena Lakukan Hal Ini

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disengat di Mata oleh Kawanan Lebah, Puluhan Penguin yang Terancam Punah Mati

Disengat di Mata oleh Kawanan Lebah, Puluhan Penguin yang Terancam Punah Mati

Global
Garis Waktu Perang Vietnam dan Langkah Viet Cong Kalahkan AS

Garis Waktu Perang Vietnam dan Langkah Viet Cong Kalahkan AS

Global
Cara Unik Viet Cong Jebak Pasukan AS, Pakai Bambu sampai Ular

Cara Unik Viet Cong Jebak Pasukan AS, Pakai Bambu sampai Ular

Global
Kisah Alfred Zech: Prajurit Muda Hitler, Bertempur Sejak Usia 12

Kisah Alfred Zech: Prajurit Muda Hitler, Bertempur Sejak Usia 12

Global
Dituduh Curi Handphone, Pria Ini Diikat dan Dicambuk oleh Taliban

Dituduh Curi Handphone, Pria Ini Diikat dan Dicambuk oleh Taliban

Global
Pecahkan Rekor Sebelumnya, Dua Wanita Jepang Resmi Jadi Saudara Kembar Identik Tertua di Dunia

Pecahkan Rekor Sebelumnya, Dua Wanita Jepang Resmi Jadi Saudara Kembar Identik Tertua di Dunia

Global
PM Kanada Menangi Pemilu, tapi Pemerintahannya Gagal Jadi Mayoritas

PM Kanada Menangi Pemilu, tapi Pemerintahannya Gagal Jadi Mayoritas

Global
Dosis Kecil Vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech Aman untuk Anak di Bawah 11 Tahun

Dosis Kecil Vaksin Covid-19 Pfizer/BioNTech Aman untuk Anak di Bawah 11 Tahun

Global
Diandalkan Kerajaan Inggris, Seperti Apa Kehebatan Pasukan Gurkha?

Diandalkan Kerajaan Inggris, Seperti Apa Kehebatan Pasukan Gurkha?

Global
Mengulik Kekayaan VOC di Masa Jayanya, Apple hingga Amazon Kalah

Mengulik Kekayaan VOC di Masa Jayanya, Apple hingga Amazon Kalah

Global
Mengapa Hiroshima-Nagasaki Bisa Dihuni, Tapi Chernobyl Tidak?

Mengapa Hiroshima-Nagasaki Bisa Dihuni, Tapi Chernobyl Tidak?

Global
Berulang Tahun 21 September, Ini Kisah Kontroversial Liam Gallagher

Berulang Tahun 21 September, Ini Kisah Kontroversial Liam Gallagher

Global
KBRI Sajikan Makanan Indonesia dalam Indonesian Week 2021

KBRI Sajikan Makanan Indonesia dalam Indonesian Week 2021

Global
Biografi Leonard Kleinrock, dari Eksperimen di Buku Komik hingga Jadi Ilmuwan Pelopor Internet

Biografi Leonard Kleinrock, dari Eksperimen di Buku Komik hingga Jadi Ilmuwan Pelopor Internet

Internasional
Misteri Salvator Mundi, 'Lukisan Terakhir' Leonardo da Vinci yang Penuh Teka-teki

Misteri Salvator Mundi, "Lukisan Terakhir" Leonardo da Vinci yang Penuh Teka-teki

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.