Nike Gugat "Sepatu Setan" yang Mengandung Setetes Darah Manusia

Kompas.com - 30/03/2021, 23:21 WIB

BROOKLYN, KOMPAS.com - Nike menuntut perusahaan MSCHF asal Brooklyn karena menjual sepasang "Sepatu Setan" kontroversial. Sepatu itu mengandung setetes darah manusia di solnya.

Sepatu seharga 1.018 dollar AS (Rp 14,7 juta) itu menampilkan salib terbalik, pentagram, dan tulisan "Lukas 10:18", dan dibuat dengan menggunakan modifikasi Nike Air Max 97s.

MSCHF merilis sepatu 666 pada Senin (29/3/2021) bekerja sama dengan rapper Lil Nas X dan mengeklaim bahwa sepatu-sepatu itu terjual habis dalam waktu kurang dari satu menit.

Baca juga: Uighur di Xinjiang Terus Disorot Barat, Artis China Ikut Balas Dendam Lewat Nike

Nike mengeklaim telah terjadi pelanggaran merek dagang.

Sepatu hitam dan merah itu "diluncurkan" oleh MSCHF pada hari Senin, bertepatan dengan peluncuran lagu terbaru Lil Nas X Montero (Call Me By Your Name), yang memulai debutnya di YouTube pada Jumat lalu.

Dalam video musik itu, rapper tersebut terlihat meluncur dari tiang penari telanjang dari surga ke neraka, mengenakan sepasang sepatu trainer.

Video itu mengacu pada ayat Alkitab Lukas 10:18 - "Jadi Dia mengatakan kepada mereka, 'Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit."

Setiap sepatu menampilkan sol dengan bantalan gelembung udara khas Nike, berisi tinta merah sebanyak 2,03 ons dan setetes darah manusia, yang disumbangkan oleh anggota kelompok seni.

Baca juga: Balai Lelang Sothebys Lepas 50 Sepatu Nike dan Jordan Langka

Perusahaan sepatu raksasa, Nike, dalam gugatannya ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur New York bahwa mereka tidak menyetujui atau mengesahkan Sepatu Setan itu.

Sepatu Setan Lil Nas X dan MSCHF terjual habis dalam waktu kurang dari satu menit pada hari Senin (29/3/2021).MSCHF via BBC INDONESIA Sepatu Setan Lil Nas X dan MSCHF terjual habis dalam waktu kurang dari satu menit pada hari Senin (29/3/2021).
Nike meminta pengadilan untuk menghentikan MSCHF menjual sepatu itu dan mencegah mereka menggunakan tanda Swoosh khas Nike yang terkenal.

"MSCHF dan Sepatu Setannya kemungkinan besar akan menyebabkan kebingungan serta menciptakan keterkaitan yang keliru, antara produk MSCHF dan Nike," kata Nike dalam gugatannya.

"Faktanya, sudah ada bukti kebingungan yang signifikan yang terjadi di pasar, termasuk seruan untuk memboikot Nike sebagai tanggapan atas peluncuran Sepatu Setan MSCHF, berdasarkan keyakinan yang keliru bahwa Nike telah mengizinkan atau menyetujui produk ini."

Gugatan tersebut mengutip unggahan akun Twitter @Saint Jumat lalu, yang mempromosikan sepatu itu.

Baca juga: Inovasi dalam Sepatu Lari Nike, Curang atau Tak Terhindarkan?

Beberapa Konservatif, termasuk Gubernur Dakota Selatan Kristi Noem, dan beberapa pengikut agama, tersinggung dengan desain sepatu yang kontroversial itu dan mengkritik Lil Nas X dan MSCHF di Twitter.

Lil Nas X membalas gubernur dan kritikus lainnya di Twitter, dan pada hari Senin ia mengunggah beberapa meme di profilnya sebagai tanggapan atas berita tentang gugatan Nike.

Baca juga: Banyak Dipalsukan, Ini Cara Bandingkan Sepatu Nike Asli dan Palsu

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Guru, Sekolah Malaysia Suruh Murid Makan di Lantai, Guru di Kursi dan Meja

Peringati Hari Guru, Sekolah Malaysia Suruh Murid Makan di Lantai, Guru di Kursi dan Meja

Global
TKI di Taiwan 6 Tahun Gaji Minimum Tak Pernah Naik, Jam Kerja Tidak Jelas, dan Tanpa Libur

TKI di Taiwan 6 Tahun Gaji Minimum Tak Pernah Naik, Jam Kerja Tidak Jelas, dan Tanpa Libur

Global
Muncul 26 Kasus Covid, 13.000 Warga Beijing Diangkut ke Pusat Karantina Meski Negatif

Muncul 26 Kasus Covid, 13.000 Warga Beijing Diangkut ke Pusat Karantina Meski Negatif

Global
Inggris Akan Persenjatai Moldova untuk Pertahanan Diri dari Rusia

Inggris Akan Persenjatai Moldova untuk Pertahanan Diri dari Rusia

Global
Hutan Purba Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa di China

Hutan Purba Ditemukan di Dasar Lubang Raksasa di China

Global
Bumi Kian Terpuruk, Polusi Karbon Dioksida Catatkan Rekor Tertinggi pada 2021

Bumi Kian Terpuruk, Polusi Karbon Dioksida Catatkan Rekor Tertinggi pada 2021

Global
AS Tawarkan Vaksin Covid-19 ke Korea Utara, tapi Tak Direspons

AS Tawarkan Vaksin Covid-19 ke Korea Utara, tapi Tak Direspons

Global
AS Akan Pertahankan 100.000 Tentara di Eropa untuk Hadapi Ancaman Rusia

AS Akan Pertahankan 100.000 Tentara di Eropa untuk Hadapi Ancaman Rusia

Global
Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Internasional
Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Menyerbu Tepi Barat

Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Menyerbu Tepi Barat

Global
China Ajak Negara Lain Gabung Asosiasi Negara Berkembang BRICS

China Ajak Negara Lain Gabung Asosiasi Negara Berkembang BRICS

Global
Australia Umumkan Dugaan Kasus Cacar Monyet dari Pria yang Kembali dari Eropa

Australia Umumkan Dugaan Kasus Cacar Monyet dari Pria yang Kembali dari Eropa

Global
Kunjungan ke Singapura Pulih, Bandara Changi Buka Rekrutmen Besar-besaran, 6.600 Lowongan Tersedia

Kunjungan ke Singapura Pulih, Bandara Changi Buka Rekrutmen Besar-besaran, 6.600 Lowongan Tersedia

Global
Belajar Tak Kenal Usia, Lansia Ini Raih Sarjana dalam Usia 82 Tahun

Belajar Tak Kenal Usia, Lansia Ini Raih Sarjana dalam Usia 82 Tahun

Global
Muncul Sosok “Dr Fauci” dari Korea Utara, Tampilkan Gaya Berbeda di TV Propaganda

Muncul Sosok “Dr Fauci” dari Korea Utara, Tampilkan Gaya Berbeda di TV Propaganda

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.