Sejumlah Negara Mengutuk Keras Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Kompas.com - 29/03/2021, 21:48 WIB
Polisi di rumah terduga pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021). Polisi di rumah terduga pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (29/3/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Sejumlah negara mengutuk keras aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (29/3/2021).

Kementerian Luar Negeri Singapura mengeluarkan pernyataan melalui situs webnya yang mengutuk pengeboman tersebut.

“Tidak ada yang bisa membenarkan kekerasan seperti itu terhadap warga sipil dan tempat ibadah yang tidak bersalah,” tulis pernyataan Kementerian Luar Negeri Singapura.

Baca juga: Paus Fransiskus Doakan Korban Bom Katedral Makassar saat Minggu Palma

Kementerian Luar Negeri Singapura berharap, para korban segera pulih. Singapura juga menyatakan bahwa pihaknya mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk menjamin keselamatan publik.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Turki mengutuk keras aksi bom bunuh diri yang mengguncang Gereja Katedral Makassar.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebagai negara yang berjuang melawan terorisme selama bertahun-tahun dan kehilangan sejumlah besar warganya di bawah serangan teroris, kami mengutuk keras serangan keji ini," kata Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan, Minggu.

Baca juga: Ledakan di Depan Katedral Makassar dalam Pantauan Media Asing

Melansir Daily Sabah, Kementerian Luar Negeri Turki menyatakan rasa solidaritasnya kepada masyarakat dan Pemerintah Indonesia.

Kementerian tersebut juga berharap, para korban yang terluka dalam aksi keji tersebut dapat segera pulih.

Sementara itu, Kerajaan Yordania menyebut aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar merupakan tindakan pengecut.

Baca juga: Kalla: Teror di Makassar Bukan Cuma Masalah Umat Katolik, tetapi Umat Manusia

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Yaman Daifallah Fayez sebagaimana dilansir Ammon.

Fayez menambahkan, bom bunuh diri tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan mengancam stabilitas Indonesia.

Dia menekankan bahwa Yordania menyatakan solodaritasnya kepada Indonesia dan berharap agar para korban segera pulih.

Baca juga: Terungkap, Ini 4 Fakta di Balik Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, korban luka dalam pengeboman di Gereja Katedral Makassar sebanyak 20 orang.

Pelaku bom bunuh diri merupakan sepasang suami istri yang berinisial L dan YSF. Keduanya merupakan anggota kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sulawesi Selatan.

Baca juga: Memburu Terduga Teroris Pasca-Aksi Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X