Meksiko Akui Korban Meninggal Covid-19 60 Persen Lebih Tinggi, Ini Angka Sebenarnya

Kompas.com - 29/03/2021, 18:44 WIB
Foto bertanggal 27 Oktober 2020 menunjukkan pekerja, mengenakan pakaian pelindung lengkap, menurunkan peti jenazah ke liang lahat di Pemakaman San Rafael, Meksiko. Pemerintah setempat mengakui adanya kematian akibat Covid-19 yang tidak dilaporkan, dan jumlahnya mencapai 60 persen. AP PHOTO/Christian ChavezFoto bertanggal 27 Oktober 2020 menunjukkan pekerja, mengenakan pakaian pelindung lengkap, menurunkan peti jenazah ke liang lahat di Pemakaman San Rafael, Meksiko. Pemerintah setempat mengakui adanya kematian akibat Covid-19 yang tidak dilaporkan, dan jumlahnya mencapai 60 persen.

MEXICO CITY, KOMPAS.com - Pemerintah Meksiko mengakui, angka korban meninggal Covid-19 yang sebenarnya lebih tinggi 60 persen dari daftar resmi.

Jika jumlah yang dipaparkan, 201.429, kini angka sebenarnya kematian akibat virus corona berada di atas 321.000 orang.

"Negeri Sombrero" begitu sedikit menggelar tes. Kondisi itu diperparah dengan rumah sakit yang kewalahan.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Brasil Makin Memburuk, Korban Meninggal Harian Capai 2.286 Orang

Akibatnya, banyak orang Meksiko yang meninggal di rumah mereka tanpa sempat dites apakah terjangkit Covid-19.

Karena itu, jalan untuk mendapatkan pemahaman akan kondisi sebenarnya adalah dengan melihat sertifikat kematian.

Pada Sabtu (27/3/2021), pemerintah setempat disebut secara diam-diam menerbitkan laporan korban meninggal virus corona.

Dari laporan itu, terdapat 294.287 kematian sejak "Negara Telenovela" itu didera pandemi pada 14 Februari.

Kemudian sejak 15 Februari, terdapat 26.772 mortalitas dengan hasil tes menunjukkan mereka positif corona.

Dilansir The Sun Minggu (28/3/2021), jika jumlah itu benar, maka kematian karena corona mencapai 321.059 orang.

Angka itu jelas bakal menyalip Brasil, negara dengan tingkat kematian akibat corona tertinggi kedua dunia setelah AS.

Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, Brasil melaporkan 307.000 korban meninggal, sementara AS 548.000.

Tetapi secara populasi, Meksiko yang berpenduduk 126 juta jiwa kalah jauh dibandingkan dengan dua negara tersebut.

Laporan itu juga menjabarkan seberapa mematikannya gelombang kedua penularan Covid-19 yang terjadi di "Negeri Sombrero".

Mantan Presiden Felipe Calderon di Twitter menyatakan, ada 400.000 orang yang tewas karena virus corona.

Baca juga: Biden Sebut Korban Meninggal Covid-19 di AS Sama Seperti Korban Tewas Perang Dunia II

Baca tentang

Sumber The Sun
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewan Pengawas: Facebook dapat Blokir Trump Selama 6 Bulan

Dewan Pengawas: Facebook dapat Blokir Trump Selama 6 Bulan

Global
ISIS Bunuh Seorang Polisi dan Ledakan 2 Sumur Minyak Iran

ISIS Bunuh Seorang Polisi dan Ledakan 2 Sumur Minyak Iran

Global
Perempuan Berdaya: Mary Beatrice Davidson Kenner, Penemu Cikal Bakal Pembalut Wanita Modern

Perempuan Berdaya: Mary Beatrice Davidson Kenner, Penemu Cikal Bakal Pembalut Wanita Modern

Internasional
Bantu Angkat Bangkai Kapal Selam KRI Nanggala-402, China Kerahkan 3 Kapal

Bantu Angkat Bangkai Kapal Selam KRI Nanggala-402, China Kerahkan 3 Kapal

Global
WHO: India Sumbang 46 Persen Kasus Baru Covid-19 di Dunia

WHO: India Sumbang 46 Persen Kasus Baru Covid-19 di Dunia

Global
Serbia Tawarkan Uang bagi Warganya yang Mau Divaksin Covid-19

Serbia Tawarkan Uang bagi Warganya yang Mau Divaksin Covid-19

Global
AS Kerahkan Pesawat Tempur Bantu Pasukan Afghanistan Melawan Taliban

AS Kerahkan Pesawat Tempur Bantu Pasukan Afghanistan Melawan Taliban

Global
Penumpang Bus Tertangkap dengan Tas Berisi Kepala dan Tangan Manusia

Penumpang Bus Tertangkap dengan Tas Berisi Kepala dan Tangan Manusia

Global
Dua Positif Covid-19, Delegasi India di KTT G-7 Inggris Isolasi Mandiri

Dua Positif Covid-19, Delegasi India di KTT G-7 Inggris Isolasi Mandiri

Global
Takut Sebarkan Covid-19, Manusia Tertua di Dunia Mundur dari Pembawa Obor Olimpiade Tokyo

Takut Sebarkan Covid-19, Manusia Tertua di Dunia Mundur dari Pembawa Obor Olimpiade Tokyo

Global
Pemerintah Bayangan Myanmar Umumkan Pasukan Pertahanan Rakyat

Pemerintah Bayangan Myanmar Umumkan Pasukan Pertahanan Rakyat

Global
Kecelakaan Kereta Metro Tewaskan 25 Orang, Presiden Meksiko Janji Bakal Menyelidiki

Kecelakaan Kereta Metro Tewaskan 25 Orang, Presiden Meksiko Janji Bakal Menyelidiki

Global
Masalah Ini Buat Perjuangan Melawan Covid-19 di India Makin Sulit

Masalah Ini Buat Perjuangan Melawan Covid-19 di India Makin Sulit

Global
Dari Pelajar hingga Dokter Latihan Militer dengan Etnis Bersenjata untuk Lawan Junta Myanmar

Dari Pelajar hingga Dokter Latihan Militer dengan Etnis Bersenjata untuk Lawan Junta Myanmar

Global
'Cheugy', Bahasa Baru dari TikTok, Apakah Artinya?

"Cheugy", Bahasa Baru dari TikTok, Apakah Artinya?

Global
komentar
Close Ads X