Paus Fransiskus Doakan Korban Bom Katedral Makassar saat Minggu Palma

Kompas.com - 29/03/2021, 10:33 WIB
Petugas mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Bagian tubuh jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Indra Abriyanto/AP/wsj. ANTARA FOTO/Indra ArbiyantoPetugas mengangkat kantong jenazah berisi bagian tubuh dari terduga pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021). Bagian tubuh jenazah tersebut selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. ANTARA FOTO/Indra Abriyanto/AP/wsj.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus mendoakan korban dalam insiden bom bunuh diri di depan katedral Makassar saat Minggu Palma.

Doa itu dipanjatkan Sri Paus dalam Doa Malaikat Tuhan (Angelus), sebagaimana diberitakan Catholic News Agency Minggu (28/3/2021).

Baca juga: Bom Gereja Katedral Makassar: Kronologi Kejadian, Keterangan Polisi, dan Sikap Presiden

Sebelumnya, bom bunuh diri meledak di depan Katedral Hati Kudus Yesus, pada pukul 10.28 Waktu Indonesia Tengah (Wita).

Romo Wilhelmus Tulak selaku pastor gereja mengungkapkan, ledakan terjadi sesaat setelah misa kedua digelar.

"Umat yang ikut ibadah kedua sudah pada pulang. Kebetulan gereja punya beberapa pintu masuk dan pintu keluar, jadi tidak konsentrasi di satu pintu," ujar dia dilansir Kompas.com.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejadian ini pun juga sampai di Vatikan, di mana Paus Fransiskus mendoakan umat yang menjadi korban dalam bom bunuh diri tersebut.

"Mari kita berdoa bagi korban kekerasan, terutama korban serangan pagi ini di Indonesia, di depan Katedral Makassar," kata Paus.

"Semoga Bunda kami (Bunda Maria), yang selalu membimbing iman kita, membantu kita," lanjut Paus asal Argentina itu.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, tes DNA telah dilakukan terhadap terduga pelaku yang berjumlah dua orang.

Hasilnya, Jenderal Listyo menuturkan pelaku merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD), tepatnya JAD Sulawesi Selatan.

Dikutip Kompas.com Regional, Jenderal Listyo menerangkan terduga pelaku punya afiliasi dengan teroris yang melakukan bom bunuh diri di Jolo, Filipina, 2018 lalu.

Baca juga: Sederet Fakta Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Inisial Sudah Diketahui


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X