Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Partai Islam Secara Mengejutkan Raih Kursi di Parlemen Israel

Kompas.com - 26/03/2021, 08:52 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

TEL AVIV, KOMPAS.com – Partai berhaluan Islam di Israel, Raam, secara mengejutkan bakal mengamankan kursi di parlemen Israel, alias Knesset, melalui penghitungan surat suara yang hampir rampung.

Melansir AFP, Kamis (25/3/2021), hasil penghitungan sementara suara dalam pemilu Israel menujukkan Raam bakal mengamankan empat kursi di Knesset.

Di dalam Knesset sendiri terdapat 120 kursi. Jumah kursi yang bakal diambil Raam tersebut merupakan jumlah terkecil di antara partai yang lain.

Melansir Times of Israel, Jumat (26/3/2021), Komite Pemilihan Pusat Israel telah berhasil melakukan penghitungan sebagian besar surat suara.

Baca juga: Israel Tak Sengaja Ungkap Pangkalan Rahasia saat Unggah Peta Tes Covid-19

Koalisi haluan kanan yang mendukung Perdana Menteri Benjamin Nentanyahu untuk sementara memperoleh 52 kursi dalam Knesset.

Rinciannnya adalah Partai Likud 30 kursi, Shas sembilan kursi, United Torah Judaism tujuh kursi, dan Religious Zionism enam kursi.

Sedangkan oposisi untuk sementara memperoleh 57 kursi dengan rincian Partai Yesh Atid 17 kursi, Blue and White delapan kursi, Joint List enam kursi, Yisrael Beyetnu tujuh kursi, Labour tujuh kursi, New Hope enam kursi, dan Meretz enam kursi.

Partai Yamina dengan tujuh kursi dan Raam dengan empat kursi masih belum menentukan pilihan apakah akan bergabung dengan pendukung Netanyahu atau menjadi oposisi.

Baca juga: Di Atas Kertas, Angkatan Bersenjata Iran Lebih Kuat daripada Israel

Untuk bisa mengamankan kekuasaan, Netanyahu harus mengamankan 62 kursi di Knesset.

Itu artinya, Netanyahu harus merangkul Partai Yamina dan Raam supaya tetap memegang kendali di Knesset.

Netanyahu mengatakan bahwa dia tidak akan mengecualikan siapa pun untuk masuk ke dalam koalisinya.

Ketua Raam Mansour Abbas secara terbuka menyatakan siap untuk menjadi pendukung Netanyahu atau pun oposisi.

Namun, pada Kamis, Ketua Partai Religious Zionist Bezalel Smotrich secara tegas menuturkan bahwa dia menolak Raam ke dalam koalisi pendukung Netanyahu.

Baca juga: Hasil Pemilu Israel Buntu, Akankah Netanyahu Lanjutkan Kekuasaannya?

Dengan demikian, hasil pemilu di Israel terancam deadlock sebagaimana dilansir AFP.

Seorang politikus veteran yang keluar dari Partai Likud-nya Netanyahu, Gideon Saar, membentuk Partai New Hope dan memperoleh enam kursi menurut penghitungan sementara.

Saar dengan tegas menyatakan bahwa dia tidak akan membawa partainya mendukung Netanyahu dengan bergabung ke dalam koalisi.

"Sekarang, harus diambil tindakan untuk merealisasikan kemungkinan pembentukan pemerintahan untuk perubahan," tulis Saar di Twitter.

Penghitungan suara sedianya akan selesai pada Jumat pagi waktu setempat dan hasil akhirnya akan dipresentasikan secara resmi kepada Presiden Israel Reuven Rivlin pada Rabu (31/3/2021) pekan depan.

Baca juga: Itamar Ben-Gvir, Politikus Sayap Kanan yang Bakal Masuk Parlemen Israel

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Ketika Korea Utara dan Korea Selatan Adu Propaganda dengan Balon...

Global
Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Denmark Tarik Merek Mi Instan dari Korea Selatan karena Terlalu Pedas

Global
Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Asia Catat Jumlah Kematian Dini Tertinggi di Dunia Akibat Polusi Udara

Global
 Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Unik, Buku tentang Pelarangan Buku Dilarang di Sekolah Florida

Global
Kesal Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Hingga Rugi Rp 11 Miliar

Kesal Dipecat, Karyawan Hapus Server Perusahaan Hingga Rugi Rp 11 Miliar

Global
90 Proyektil Ditembakkan dari Lebanon Usai Israel Tewaskan Komandan Senior Hezbollah

90 Proyektil Ditembakkan dari Lebanon Usai Israel Tewaskan Komandan Senior Hezbollah

Global
Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Internasional
Kebakaran di Gedung Perumahan Pekerja Kuwait, 41 Orang Tewas

Kebakaran di Gedung Perumahan Pekerja Kuwait, 41 Orang Tewas

Global
Skandal AI Sekolah Victoria, 50 Foto Siswi Direkayasa Tak Senonoh

Skandal AI Sekolah Victoria, 50 Foto Siswi Direkayasa Tak Senonoh

Global
AS Evaluasi Respons Hamas yang Minta Penghentian Perang Sepenuhnya

AS Evaluasi Respons Hamas yang Minta Penghentian Perang Sepenuhnya

Global
Ukraina Jatuhkan 24 Drone dan 6 Rudal Rusia, Beberapa Sasar Kyiv

Ukraina Jatuhkan 24 Drone dan 6 Rudal Rusia, Beberapa Sasar Kyiv

Global
Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Internasional
Diprotes Tetangga, Apartemen di Jepang Dirobohkan karena Halangi Pemandangan Gunung Fuji

Diprotes Tetangga, Apartemen di Jepang Dirobohkan karena Halangi Pemandangan Gunung Fuji

Global
'Spider-Man' Polandia Ditangkap di Argentina Saat Panjat Gedung 30 Lantai

"Spider-Man" Polandia Ditangkap di Argentina Saat Panjat Gedung 30 Lantai

Global
Bocoran Percakapan yang Diklaim dari Pemimpin Hamas Sebut Kematian Warga Sipil adalah 'Pengorbanan yang Perlu'

Bocoran Percakapan yang Diklaim dari Pemimpin Hamas Sebut Kematian Warga Sipil adalah "Pengorbanan yang Perlu"

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com