Kompas.com - 25/03/2021, 23:52 WIB
Seorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V. THE RUSSIAN DIRECT INVESTMENT FUND/Handout via REUTERSSeorang peneliti bekerja di dalam laboratorium di Institut Penelitian Gamaleya selama proses pengetesan dan produksi vaksin virus corona di Moskwa, Rusia, pada 6 Agustus 2020. Rusia mengklaim menjadi negara pertama yang menciptakan vaksin virus corona, dan diberi nama Sputnik V.

MOSKWA, KOMPAS.com - Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF atau dana kekayaan kedaulatan Rusia) mengumumkan hasil survei YouGov dengan 9.417 responden dari 9 negara tentang preferensi vaksin dan negara preferensi dalam hal produksi vaksin.

Menurut survei, 54 persen responden yang memilih 3 negara yang mereka percayai untuk memproduksi vaksin menganggap Rusia sebagai produsen vaksin paling tepercaya di samping Amerika Serikat dan mengalahkan Inggris.

Sputnik V, vaksin terdaftar pertama di dunia untuk melawan virus corona, adalah yang paling dikenal - lebih dari 7 dari 10 (74 persen) orang yang disurvei pernah mendengar tentang vaksin Rusia ini.

Baca juga: Polemik Vaksin Sputnik V, Produsen Tuntut Uni Eropa karena Kasus Ini

Sputnik V juga merupakan satu dari dua vaksin teratas yang paling disukai, setelah vaksin yang diproduksi oleh Pfizer/BioNTech.

Survei tersebut dilakukan dari 18 Februari hingga 3 Maret oleh YouGov, perusahaan terkemuka yang berbasis di Inggris dalam riset pasar dan analitik data di Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa.

Penduduk India, Brasil, Meksiko, Filipina, Vietnam, Argentina, Aljazair, UEA, dan Serbia berpartisipasi dalam jajak pendapat tersebut. Lebih dari dua miliar orang, atau lebih dari 25 persen populasi dunia, tinggal di negara-negara ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Rusia dan Austria Sepakat Bahas Pengiriman dan Produksi Vaksin Sputnik V

Temuan utama dari polling tersebut adalah:

1. Rusia terpilih sebagai negara penghasil vaksin paling tepercaya, bersama dengan Amerika Serikat dan mengalahkan Inggris, ketika responden diminta untuk memilih  tiga negara yang mereka percayai untuk memproduksi vaksin.

2. Satu dari tiga responden (33 persen) yang telah menentukan pilihan, lebih memilih untuk divaksinasi dengan Sputnik V. Ini adalah vaksin paling disukai kedua setelah vaksin Pfizer / BioNTech (37 persen).

3. Sputnik V adalah vaksin yang paling dikenal: 74 persen dari mereka yang disurvei pernah mendengar tentang vaksin Rusia ini. Pfizer/BioNTech menempati posisi kedua (69 persen), sedangkan AstraZeneca (University of Oxford) menempati posisi ketiga dengan 60 persen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Penembakan SMA Oxford di AS, Pelaku Berangkat Sekolah dengan Niat Membunuh Teman Sekelas

Detik-detik Penembakan SMA Oxford di AS, Pelaku Berangkat Sekolah dengan Niat Membunuh Teman Sekelas

Global
Rumah Ikonik di Film 'Home Alone' Disewakan untuk Libur Natal

Rumah Ikonik di Film "Home Alone" Disewakan untuk Libur Natal

Global
Pria Australia Pecahkan Rekor Sendawa Paling Keras di Dunia

Pria Australia Pecahkan Rekor Sendawa Paling Keras di Dunia

Global
Di Atas Langit Piramida Giza, Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia 'Putaran Helikopter'

Di Atas Langit Piramida Giza, Pria Ini Pecahkan Rekor Dunia "Putaran Helikopter"

Global
Bom Pesawat Perang Dunia II Meledak di Stasiun Kereta Munich Lukai 4 Orang

Bom Pesawat Perang Dunia II Meledak di Stasiun Kereta Munich Lukai 4 Orang

Global
Varian Omicron Sudah Ada di Eropa Sebelum Kasus Pertama di Afrika Selatan

Varian Omicron Sudah Ada di Eropa Sebelum Kasus Pertama di Afrika Selatan

Global
Viral: Dokter Inggris Sarankan Tumbuhkan Janggut demi Kesehatan

Viral: Dokter Inggris Sarankan Tumbuhkan Janggut demi Kesehatan

Global
Kantong Udara Paru-Paru Pria Ini Pecah Setelah Berusaha Keras Menyanyi Saat Karaoke

Kantong Udara Paru-Paru Pria Ini Pecah Setelah Berusaha Keras Menyanyi Saat Karaoke

Global
Pengantin Sydney Berencana Siapkan 'Meja Terpisah Khusus Anti-Vaksin' di Pernikahannya

Pengantin Sydney Berencana Siapkan "Meja Terpisah Khusus Anti-Vaksin" di Pernikahannya

Global
Detik-detik Terbunuhnya Benazir Bhutto, Tokoh Wanita Pakistan

Detik-detik Terbunuhnya Benazir Bhutto, Tokoh Wanita Pakistan

Global
Mantan PM Shinzo Abe: Jepang dan AS Tidak Bisa Diam jika China Serang Taiwan

Mantan PM Shinzo Abe: Jepang dan AS Tidak Bisa Diam jika China Serang Taiwan

Global
Aung San Suu Kyi Dijatuhi Tuduhan Korupsi Keenam, Putusan Persidangan Ditunda

Aung San Suu Kyi Dijatuhi Tuduhan Korupsi Keenam, Putusan Persidangan Ditunda

Global
2 Desember 1988: Pelantikan PM Wanita Pertama Pakistan Benazir Bhutto

2 Desember 1988: Pelantikan PM Wanita Pertama Pakistan Benazir Bhutto

Global
Kelaparan, Murid Pukul Guru karena Telat Bubarkan Kelas untuk Istirahat

Kelaparan, Murid Pukul Guru karena Telat Bubarkan Kelas untuk Istirahat

Global
Polisi AS Tembak Pencuri di Kursi Roda 9 Kali hingga Tewas

Polisi AS Tembak Pencuri di Kursi Roda 9 Kali hingga Tewas

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.