Facebook: Mata-mata Dunia Maya China Targetkan Ratusan Pendukung Muslim Uighur

Kompas.com - 25/03/2021, 07:59 WIB
Anggota komunitas Uighur yang tinggal di Turki, memegang spanduk saat bergabung dalam protes melawan Chin, di Istanbul, Jumat (26/2/2021). AP PHOTO/OMER KUSCUAnggota komunitas Uighur yang tinggal di Turki, memegang spanduk saat bergabung dalam protes melawan Chin, di Istanbul, Jumat (26/2/2021).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Facebook pada Rabu (24/3/2021) mengatakan sudah menghalangi upaya para peretas di China, yang berniat memata-matai pendukung minoritas Uighur di luar negara itu.

Sekelompok peretas yang memiliki banyak sumber daya di China menargetkan ratusan aktivis Uighur, jurnalis, dan pembangkang yang tinggal di luar negeri.

Modus mereka adalah dengan mencoba mengelabui para aktivis itu agar mengklik tautan situs web yang dijebak dengan kode berbahaya, menurut jejaring sosial.

"Kelompok ini menggunakan berbagai taktik spionase dunia maya untuk mengidentifikasi targetnya dan menginfeksi perangkat mereka dengan malware untuk memungkinkan pengawasan," kata kepala investigasi spionase dunia maya Facebook Mike Dvilyanski dan kepala kebijakan keamanan Nathaniel Gleicher mengatakan dalam sebuah ungahan blog.

Baca juga: Laporan Independen Ungkap Bukti Beijing Berniat Hancurkan Kelompok Minoritas Muslim Uighur

Operasi ini kata dia, memiliki ciri khas operasi yang didukung dengan sumber daya yang baik dan gigih, dan berhasil mengaburkan siapa dalang utama di belakangnya.

Menurut Facebook, target utamanya adalah orang Uighur dari Xinjiang di China yang sekarang tinggal di Australia, Kanada, Kazakhstan, Suriah, Turki, Amerika Serikat, dan negara lain.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para peretas membuat akun palsu di Facebook dengan berpura-pura menjadi jurnalis, aktivis, atau orang lain yang bersimpati kepada komunitas Uighur. Dengan itu orang-orang yang berpikiran sama akan terlibat dengan unggahan tersebut.

"Taktiknya adalah membangun kepercayaan, dan kemudian menggunakannya sebagai cara untuk mengelabui mereka agar mengklik tautan tertentu untuk mengekspos perangkat mereka," kata Gleicher dalam penjelasannya.

"Bahkan untuk sejumlah kecil pengguna, kurang dari 500 dalam kasus ini di seluruh dunia, dampaknya bisa sangat serius. Anda bisa membayangkan pengawasannya."

mengakses informasi, kamera, dan mikrofon, menurut peringatan keamanan tentang kode berbahaya tersebut.

Baca juga: Tanggapi Tantangan Soal Uighur, China Ajukan Syarat jika PBB Ingin Masuk ke Xinjiang

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Telat Shalat Subuh, Arab Saudi Pecat Petugas Masjid Nabawi

Telat Shalat Subuh, Arab Saudi Pecat Petugas Masjid Nabawi

Global
Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

Mata-mata China yang Ditahan Singapura Dulunya Mahasiswa AS

Global
Duterte Tolak Penyelidikan Internasional soal Korban Tewas dalam Perang Anti-narkoba

Duterte Tolak Penyelidikan Internasional soal Korban Tewas dalam Perang Anti-narkoba

Global
Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Ketegangan Meningkat, AS Kirim Kapal Induk USS Ronald Reagan ke Laut China Selatan

Global
Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Jelang Pertemuan Biden-Putin, Rusia Luncurkan Rudal Hipersonik Kinzhal

Global
Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Tragedi Konyol Pemimpin Klan Samurai Jepang Tewas Hanya karena Kentut

Internasional
Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Mantan PM Israel Sebut Iran Bersukacita karena Pemerintah Sekarang Lemah

Global
Video Mobil Tenggelam dalam Lubang yang Muncul Saat Hujan Lebat di Mumbai

Video Mobil Tenggelam dalam Lubang yang Muncul Saat Hujan Lebat di Mumbai

Global
Viral Video 2016 Perlihatkan Perusahaan Jepang Minta Maaf karena Naikkan Harga Es Krim

Viral Video 2016 Perlihatkan Perusahaan Jepang Minta Maaf karena Naikkan Harga Es Krim

Global
Presiden Ukraina Ngotot Ingin Bertemu Biden, Bahas Keanggotaan NATO

Presiden Ukraina Ngotot Ingin Bertemu Biden, Bahas Keanggotaan NATO

Global
Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa atas Aksi Terorisme

Tersangka Pembunuhan Keluarga Muslim Kanada Didakwa atas Aksi Terorisme

Global
Kuburan Massal Berisi 123 Korban ISIS Terungkap 2 Tahun setelah Kekalahan Kelompok Itu

Kuburan Massal Berisi 123 Korban ISIS Terungkap 2 Tahun setelah Kekalahan Kelompok Itu

Global
Hindari Lockdown, Pegawai Microsoft Sempat Harus Tidur di Pusat Data

Hindari Lockdown, Pegawai Microsoft Sempat Harus Tidur di Pusat Data

Global
Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Hamas Desak Warga Palestina “Lawan” Parade Bendera Israel di Yerusalem

Global
Kaum Muda China Muak Mengejar Sukses dan Memilih Rebahan akibat Persaingan Ketat sejak Lahir

Kaum Muda China Muak Mengejar Sukses dan Memilih Rebahan akibat Persaingan Ketat sejak Lahir

Global
komentar
Close Ads X