Ternyata Ini Alasan Donald Trump Tidak Ingin Siapa Pun Tahu Catatan Akademisnya

Kompas.com - 24/03/2021, 20:08 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara seusai malam pemilihan umum di Ruangan Timur Gedung Putih, Washington DC, pada 4 November 2020. AFP PHOTO/MANDEL NGANPresiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berbicara seusai malam pemilihan umum di Ruangan Timur Gedung Putih, Washington DC, pada 4 November 2020.

KOMPAS.com - Meski sudah keluar dari Gedung Putih, mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepertinya masih memiliki banyak pengikut setia.

Baru-baru ini Trump berencana meluncurkan platform media sosialnya sendiri. Pasalnya sejumlah perusahaan teknologi raksasa, memblokir kehadirannya di platform mereka, setelah dia dituding menyebarkan konten yang tidak sesuai dengan fakta.

Itu mungkin hanya satu dari sekian banyak kontroversi pria berusia 74 tahun tersebut. Pada 2019 informasi mengejutkan datang dari mantan pengacaranya, Michael Cohen.

Dia mengungkapkan telah mengirim surat ke sekolah menengah Trump, perguruan tinggi dan Dewan Perguruan Tinggi AS. Semua dilakukan atas perintah Trump yang saat itu masih menjabat.

Isinya mengancam lembaga pendidikan itu dengan tuntutan hukum dan penjara, jika mempublikasikan catatan akademis Trump. Hal ini memunculkan pertanyaan akan kebenaran rekam jejak pendidikan Presiden AS ke-45 tersebut.

Sebab menurut aturan di AS, mengungkapkan catatan akademik tanpa izin tertulis dari siswa adalah hal yang ilegal. Jadi surat seperti itu sebenarnya sama sekali tidak diperlukan.

Namun menurut Forbes masuk akal jika Trump sangat khawatir tentang transkrip dan nilai tesnya jika dipublikasikan, berikut alasannya:

Baca juga: Trump Akan Bikin Medsos Sendiri, Yakin Bakal Di-follow Puluhan Juta Orang

1. Kritik catatan akademik Obama

Trump kerap menyoroti rekam jejak pendidikan pendahulunya, Barack Obama, padahal keduanya memiliki pengalaman sarjana yang sangat mirip.

Keduanya sempat bersekolah di universitas yang kurang kompetitif meski masih bergengsi di AS. Selama dua tahun pertamanya, Obama mengenyam pendidikan sarjana di Fordham, sementara Trump di Occidental.

Tapi kemudian mereka melakukan transfer, dan menerima gelar sarjana dari sekolah Ivy League (masing-masing di Universitas Columbia dan Universitas Pennsylvania).

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X