Tak Rekomendasikan Vaksin Covid-19 Buatan China, Klinik di Hong Kong Dihukum

Kompas.com - 24/03/2021, 19:25 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19, vaksin India, vaksin buatan India, vaksin virus corona India. Dua vaksin corona India menuai kontroversi. SHUTTERSTOCK/PalSandIlustrasi vaksin Covid-19, vaksin India, vaksin buatan India, vaksin virus corona India. Dua vaksin corona India menuai kontroversi.

HONG KONG, KOMPAS.com - Sebuah klinik di Hong Kong mendapatkan hukuman, setelah tidak merekomendasikan vaksin Covid-19 buatan China.

Badan kesehatan setempat menuturkan, dokter yang bertugas melanggar kesepakatan mengenai program inokulasi.

Baca juga: Afrika Selatan Jual Satu Juta Vaksin AstraZeneca Tak Terpakai ke Uni Afrika

Sebabnya, dia diketahui merekomendasikan vaksin yang dibuat oleh Pfizer/BioNTech daripada Sinovac yang dibuat "Negeri Panda".

Otoritas Hong Kong juga menyita vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tidak dipergunakan oleh klinik itu.

Hukuman itu muncul sehari setelah viralnya pengumuman berisi komparasi efektivitas vaksin pada akhir pekan.

"Saran, jangan ambil Sinovac. Ambillah Pfizer/BioNTech," demikian keterangan yang muncul dalam pengumuman tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ta Kung Pao, koran milik kantor penghubung China di sana menuding dokter di sana sudah merusak vaksin.

Sejauh ini 403.000 orang Hong Kong, sekitar lima persen dari total populasi, sudah menerima vaksinasi.

Dilansir AFP Rabu (24/3/2021), 250.000 di antaranya memperoleh Sinovac. Sisanya disuntik Pfizer/BioNTech.

Secara terpisah, pemerintah setempat menangguhkan vaksin dari Pfizer/BioNTech karena masalah dalam pengemasan.

Baca juga: Masalah Pembekuan Darah Vaksin AstraZeneca Masih Ada, Staf Rumah Sakit Denmark Alami Gejalanya

Baca tentang

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirawat Setahun Lebih, Pasien Covid-19 Terlama di Inggris Meninggal

Dirawat Setahun Lebih, Pasien Covid-19 Terlama di Inggris Meninggal

Global
Pentagon: AS Tarik Sistem Pertahanan Rudal dari Arab Saudi dan Negara-negara Timur Tengah Lainnya

Pentagon: AS Tarik Sistem Pertahanan Rudal dari Arab Saudi dan Negara-negara Timur Tengah Lainnya

Global
Keluarga Sakit Hati, Bayi Perempuannya Alami Luka Wajah Setelah Operasi Caesar

Keluarga Sakit Hati, Bayi Perempuannya Alami Luka Wajah Setelah Operasi Caesar

Global
Kisah Operasi Delta Force AS yang Tewaskan Abu Bakar al-Baghdadi

Kisah Operasi Delta Force AS yang Tewaskan Abu Bakar al-Baghdadi

Global
Fosil Utuh 'Mamalia Darat Terbesar di Dunia' Ditemukan di China

Fosil Utuh "Mamalia Darat Terbesar di Dunia" Ditemukan di China

Global
Obama Mengaku Optimis pada Demokrasi AS dan Aspirasi Generasi Muda

Obama Mengaku Optimis pada Demokrasi AS dan Aspirasi Generasi Muda

Global
WHO Umumkan Berakhirnya Wabah Ebola Kedua di Guinea

WHO Umumkan Berakhirnya Wabah Ebola Kedua di Guinea

Global
Kesedihan Joe Biden Saat Champ, Anjing Kesayangannya Tiada

Kesedihan Joe Biden Saat Champ, Anjing Kesayangannya Tiada

Global
Israel Peringatkan Masyarakat Internasional Presiden Baru Iran Berbahaya

Israel Peringatkan Masyarakat Internasional Presiden Baru Iran Berbahaya

Global
Brasil Capai 500.000 Kematian Covid-19, Kondisi Lebih Buruk Masih Mengancam

Brasil Capai 500.000 Kematian Covid-19, Kondisi Lebih Buruk Masih Mengancam

Global
ICA Singapura Menghubungi Indonesia Terkait Adelin Lis sejak 2018, Baru Ditanggapi 2021

ICA Singapura Menghubungi Indonesia Terkait Adelin Lis sejak 2018, Baru Ditanggapi 2021

Global
Dirantai Bersama untuk Buktikan Cinta, Pasangan Ini Akhirnya Putus

Dirantai Bersama untuk Buktikan Cinta, Pasangan Ini Akhirnya Putus

Global
Krisis Pangan Korea Utara Menjalar ke Bahan Non-pokok, Harga Kopi Rp 1 Jutaan Sebungkus

Krisis Pangan Korea Utara Menjalar ke Bahan Non-pokok, Harga Kopi Rp 1 Jutaan Sebungkus

Global
UNIK GLOBAL: Temuan Berlian Terbesar Ketiga Dunia | Kisah Sukses Turunkan Berat Badan 80 Kg dalam Setahun

UNIK GLOBAL: Temuan Berlian Terbesar Ketiga Dunia | Kisah Sukses Turunkan Berat Badan 80 Kg dalam Setahun

Global
Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Resmi, Ebrahim Raisi Jadi Presiden Terpilih Iran

Global
komentar
Close Ads X