Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Video Viral Pelajar Mengencingi Temannya Gemparkan Singapura

Kompas.com - 24/03/2021, 13:17 WIB
Ericssen,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

SINGAPURA, KOMPAS.com – Warga Singapura gempar sejak Selasa (23/03/2021). Penyebabnya, beredar sebuah video berdurasi 44 detik menunjukkan pelajar mengencingi pelajar lain.

Berdasarkan video yang diperoleh dan diakses oleh Kompas.com, terlihat dua orang pelajar pria dalam kondisi telanjang tanpa sehelai benangpun berjongkok menghadap dinding dari dinding kamar mandi.

Lokasi video dipastikan adalah kamar mandi kampus Politeknik Ngee Ann yang berada di distrik Clementi, Singapura Barat.

Baca juga: 4 Fakta Empat Pemuda Diduga Mengencingi Bendera Merah Putih, Viral di Medsos hingga Minta Maaf

Kemudian muncul gerombolan pelajar berjumlah enam orang menghampiri kedua pelajar itu.

Mereka bergiliran mengencingi kedua pelajar itu. Salah satu berkata, “Pastikan kalian semua kencing.”

Pelajar yang lain menyahut, “Kencingi rambutnya! kencingi rambutnya!”

Guyuran air kencing pun mengalir membasahi rambut dan tubuh dari kedua pelajar itu.

Ketika salah satu pelajar yang dikencingi mencoba membuka keran shower untuk membersihkan tubuhnya, pelajar yang mengencingi meminta dia menghentikannya.

“Jangan coba mandi, jangan coba mandi.” tukasnya

Baca juga: Kencingi 2 Gadis yang Sedang Duduk, Pemuda Ini Ditangkap Polisi

Politeknik dan Kepolisian Lakukan Investigasi

Politeknik Ngee Ann menyampaikan kepada Kompas.com bahwa mereka sedang menginvestigasi insiden yang menimbulkan rasa jijik warga "Negeri Singa” itu.

Politeknik membenarkan bahwa pelajar-pelajar itu menempuh pendidikan di institusi mereka.

Pihak yang berwenang telah mengidentifikasi identitas keenam pelajar dan akan menggelar sidang indispliner untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Pihak politeknik tidak akan segan menghukum keras pelajar-pelajar itu jika terbukti melanggar peraturan.

Awalnya banyak yang menduga ritual kencing ini adalah bagian dari pelonco masa orientasi kampus terhadap pelajar baru.

Baca juga: Empat Pemuda yang Diduga Kencingi Bendera Merah Putih Wajib Lapor 2 Kali Seminggu

Namun politeknik memastikan bahwa video tidak diambil ketika periode orientasi kampus.

Tidak diketahui pasti kapankah peristiwa ini terjadi. Namun diperkirakan tidak dalam waktu begitu lama yang lalu karena sejumlah pelajar terlihat memakai masker di bawah dagu mereka.

Adapun warga Singapura diwajibkan memakai masker sejak April 2020 untuk menghadapi penyebaran pandemi Covid-19.

Kepolisian Singapura dalam pernyataannya menyampaikan sedang menginvestigasi kasus voyeurisme ini.

Pelajar yang Dikencingi Angkat Suara

Salah satu pelajar yang dikencingi angkat suara melalui story di Instagram. Dia membantah bahwa dia dibully dalam insiden pengencingan itu.

Baca juga: Pria Asal AS Kencingi Penumpang Pesawat saat Penerbangan ke Jepang

“Tidak benar itu bully, saya tidak masalah dikencingi, itu hanya untuk kesenangan.”

Dia tidak mengetahui siapakah yang telah mengunggah video tersebut namun meminta agar netizen tidak perlu heboh berlebihan atas kemunculan video itu.

Dia juga mengerti akan kekhawatiran warga yang melihat dia sebagai korban bully.

Pelajar ini melanjutkan bahwa pengencingan dilakukan atas dasar suka sama suka atau sukarela, dengan izin dari yang mengencingi dan dikencingi.

Dia kemudian meminta agar warga berhenti menyebarkan video itu agar kegemparan tidak semakin menjadi-jadi.

Baca juga: Persaingan Bisnis, Pengusaha ini Buang Tinja dan Kencingi Sup Rival

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com