Kompas.com - 24/03/2021, 07:09 WIB
Ilustrasi rudal balistik. Gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan kanal televisi Korea Utara, KRT, menunjukkan rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru yang dipunyai Korea Utara, dipamerkan dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, pada 10 Oktober 2020. KRT via APIlustrasi rudal balistik. Gambar yang berasal dari tangkapan layar tayangan kanal televisi Korea Utara, KRT, menunjukkan rudal balistik antar benua (ICBM) terbaru yang dipunyai Korea Utara, dipamerkan dalam parade militer untuk merayakan 75 tahun Partai Buruh di Lapangan Kim Il Sung, Pyongyang, pada 10 Oktober 2020.

Pakar Korea Utara Martyn Williams dari Stimson Center menyebut keheningan itu "aneh".

"Korea Utara biasanya mengumumkan tes seperti itu melalui media pemerintah tetapi tidak kali ini," tulis Williams di Twitter.

Baca juga: Korea Utara: Upaya AS Memulai Kontak sebagai Trik Murahan

Pakar Korea Utara lainnya, Jeffrey Lewis, mengatakan bahwa rudal yang digunakan dalam uji coba tersebut merupakan rudal jelajah pertahanan pantai jarak pendek.

"Jika memang begitu, itu adalah respons yang cukup ringan terhadap latihan militer antara AS dan Korea Selatan," kata Lewis.

Para pengamat menganggap, uji coba rudal tersebut merupakan tantangan sederhana bagi pemerintahan Biden.

Peluncuran itu dilakukan hanya beberapa hari setelah Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengunjungi Jepang dan Korea Selatan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Korea Utara Sebut Grup Band K-pop Seperti Budak yang Dicuri Tubuh, Pikiran, dan Jiwa Mereka

Kedua pejabat tinggi AS tersebut mengunjungi kedua negara tersebut untuk membahas masalah aliansi dan keamanan mereka di kawasan Asia.

Mereka menganggap Korea Utara yang bersenjata nuklir dipandang sebagai ancaman utama.

Mereka juga menyempatkan diri untuk hadir dalam latihan gabungan antara tentara AS dan Korea Selatan pada 8-17 Maret.

Baca juga: Abaikan Ajakan Diskusi Nuklir, Korea Utara Ajukan Syarat Ini kepada AS

Halaman:

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X