Kompas.com - 23/03/2021, 20:22 WIB
Seorang petugas layanan kesehatan menunjukkan botol dan sekotak vaksin AstraZeneca, 19 Maret 2021. REUTERS/MASSIMO PINCA via VOA INDONESIASeorang petugas layanan kesehatan menunjukkan botol dan sekotak vaksin AstraZeneca, 19 Maret 2021.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pejabat kesehatan federal Amerika Serikat (AS) Selasa (23/3/2021) pagi mengatakan, hasil dari uji coba AS terhadap vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca mungkin menggunakan "informasi usang.”

Dewan Pemantau Data dan Keamanan mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka khawatir bahwa AstraZeneca mungkin memberikan pandangan yang tidak utuh tentang data efikasi vaksinnya.

Associated Press mewartakan, pada Senin (22/3/2021) AstraZeneca melaporkan bahwa vaksin Covid-19 buatannya memberikan perlindungan yang kuat terhadap orang dewasa dari segala usia dalam penelitian yang dilakukan AS yang telah lama dinantikan.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Mulai Disuntikkan, Jokowi Pastikan Halal, hingga Distribusi ke 7 Provinsi

Temuan tersebut dapat membantu membangun kembali kepercayaan publik terhadap vaksin AstraZeneca di seluruh dunia dan maju selangkah untuk mendapatkan izin penggunaan di AS.

Dalam studi terhadap 30.000 orang, vaksin itu 79 persen efektif mencegah kasus Covid-19 dengan gejala-gejala - termasuk pada lanjut usia.

Tidak ada relawan yang menderita sakit parah atau dirawat inap setelah divaksinasi, dibandingkan dengan lima kasus serupa pada peserta yang menerima suntikan tiruan - jumlah yang kecil, tetapi konsisten dengan temuan dari Inggris dan negara lain bahwa vaksin itu melindungi dari penyakit yang paling parah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

AstraZeneca juga mengatakan, pemantau keamanan independen dari studi tersebut tidak menemukan efek samping yang serius, termasuk tidak ada peningkatan risiko penggumpalan darah seperti yang teridentifikasi di Eropa.

Baca juga: AS Limpahkan 2,7 Juta Vaksin AstraZeneca Tak Terpakai ke Meksiko

Kasus tersebut menimbulkan ketakutan yang memicu banyak negara untuk menghentikan sebentar penggunaan vaksin tersebut pada minggu lalu.

Perusahaan menargetkan untuk mengajukan proposal ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA) dalam beberapa minggu mendatang.

Penasihat independen pemerintah akan secara terbuka memperdebatkan bukti sebelum badan tersebut membuat keputusan.

Otorisasi dan pedoman penggunaan vaksin di AS akan ditentukan oleh FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) setelah peninjauan data secara menyeluruh oleh komite penasihat independen.

Baca juga: WHO Minta agar Vaksin Covid-19 Buatan AstraZeneca Tetap Dipakai

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X