Profesor Kanada Diprotes Lalu Dipecat Usai Ancam Gagalkan Mahasiswa Tanpa Internet di Myanmar

Kompas.com - 20/03/2021, 20:27 WIB
Pengunjuk rasa memakai topeng mirip pemimpin yang digulingkan Aung San Suu Kyi, memperlihatkan salam tiga jari saat mereka berpartisipasi dalam sebuah protes terhadap kup militer di Yangon, Myanmar, Minggu (28/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/WSJ/cfo ANTARA FOTO/REUTERS/STRINGERPengunjuk rasa memakai topeng mirip pemimpin yang digulingkan Aung San Suu Kyi, memperlihatkan salam tiga jari saat mereka berpartisipasi dalam sebuah protes terhadap kup militer di Yangon, Myanmar, Minggu (28/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/WSJ/cfo

ONTARIO, KOMPAS.com - Seorang profesor di Universitas York di Ontario, Kanada, dicopot dari kelas yang dibimbingnya awal pekan ini.

Kebijakan itu diambil universitas setelah potongan gambar percakapan emailnya menjadi viral. Isinya menunjukkan dia memarahi dan mengancam akan menggagalkan seorang siswa asal Myanmar.

Tindakan Sang Profesor diketahui ditujukan kepada siswa yang tidak dapat mengikuti ujian tengah semester.

Siswa yang diketahui berada di Myanmar itu menerangkan kendalanya mengikuti ujian karena pemadaman internet yang diterapkan oleh junta militer Myanmar.

Tangkapan layar dari email menunjukkan siswa tersebut meminta profesor matematika dan statistik, Emanoil Theodorescu, untuk menunda ujian tengah semester mereka.

Siswa tersebut juga menerangkan, baru-baru ini mengetahui bahwa militer Myanmar akan memberlakukan pemadaman internet lagi.

“Saya baru mengetahui bahwa mulai besok semua layanan data seluler, wifi dan internet akan terputus tanpa batas. Oleh karena itu, akan terjadi pemadaman total komunikasi," jelas siswa itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi menurut tangkapan layar dari percakapan email keduanya Theodorescu menjawab: "Tidak ada penangguhan. Ini (hasil ujian) ditransfer ke ujian akhir. Kesempatan terakhir, pertanda buruk."

"Bahkan internet turun dengan Covid19?" sindirnya.

Mahasiswa tersebut menanggapi dengan mencoba menjelaskan situasi di Myanmar, yang diguncang oleh protes dan kerusuhan sipil sejak militer melakukan kudeta sejak Februari.

Halaman:

Sumber CBS News
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selidiki Kematian Maradona, Jaksa Interogasi Perawat Shift Siang

Selidiki Kematian Maradona, Jaksa Interogasi Perawat Shift Siang

Global
Dukung Presidensi G20 Italia, Indonesian Youth Diplomacy Bakal Gelar Seminar

Dukung Presidensi G20 Italia, Indonesian Youth Diplomacy Bakal Gelar Seminar

Global
China Luncurkan Shenzhou-12, Kirim 3 Astronot ke Luar Angkasa

China Luncurkan Shenzhou-12, Kirim 3 Astronot ke Luar Angkasa

Global
Gedung Putih Bantah Biden Mengangguk Setuju Saat Ditanya Apakah Dia Percaya Putin

Gedung Putih Bantah Biden Mengangguk Setuju Saat Ditanya Apakah Dia Percaya Putin

Global
Foto Viral Pemuda Gendong Kakeknya Turuni Bukit untuk Divaksinasi

Foto Viral Pemuda Gendong Kakeknya Turuni Bukit untuk Divaksinasi

Global
10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang yang Perkasa

10 Fakta Sejarah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang yang Perkasa

Internasional
Fakta Unik dan Bersejarah di Balik Ruang Pertemuan Biden dan Putin

Fakta Unik dan Bersejarah di Balik Ruang Pertemuan Biden dan Putin

Global
Bunuh Anak-anak, 3 Pria Yaman Dieksekusi di Depan Publik

Bunuh Anak-anak, 3 Pria Yaman Dieksekusi di Depan Publik

Global
Akhirnya Bertemu, Biden: Hal Terakhir yang Diinginkan Putin adalah Perang Dingin

Akhirnya Bertemu, Biden: Hal Terakhir yang Diinginkan Putin adalah Perang Dingin

Global
Berkelahi Kena Dua Pukulan, Pria Ini Balas dengan Lempar Granat

Berkelahi Kena Dua Pukulan, Pria Ini Balas dengan Lempar Granat

Global
Dituduh Abaikan Aturan Baru India, Twitter Kini Bisa Dituntut karena Unggahan Penggunanya

Dituduh Abaikan Aturan Baru India, Twitter Kini Bisa Dituntut karena Unggahan Penggunanya

Global
Setelah Bertemu, Putin Akui Biden Orang yang Berpengalaman

Setelah Bertemu, Putin Akui Biden Orang yang Berpengalaman

Global
Biden dan Putin Akhirnya Bertemu, Saling Lempar Nada Positif

Biden dan Putin Akhirnya Bertemu, Saling Lempar Nada Positif

Global
Permaisuri Jingu: Sang Legenda Samurai Wanita Penakluk Korea

Permaisuri Jingu: Sang Legenda Samurai Wanita Penakluk Korea

Internasional
POPULER GLOBAL: China Sindir G7 Lewat Lukisan Parodi Perjamuan Terakhir, Orang Miskin Filipina Makan 'Pagpag' dari Tempat Sampah

POPULER GLOBAL: China Sindir G7 Lewat Lukisan Parodi Perjamuan Terakhir, Orang Miskin Filipina Makan "Pagpag" dari Tempat Sampah

Global
komentar
Close Ads X