Kompas.com - 20/03/2021, 14:54 WIB
Gedung Putih telah menjadi pusat tiga gelombang wabah Covid-19 di AS selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

AFP PHOTO/ERIC BARADATGedung Putih telah menjadi pusat tiga gelombang wabah Covid-19 di AS selama masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Lima staf Kantor Kepresidenan Amerika Serikat (AS), Gedung Putih telah dipecat karena pernah memakai ganja.

Hal itu diungkapkan oleh kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki pada Jumat (19/3/2021) sebagaimana dilansir Associated Press.

Psaki mengatakan, pemerintah sebenarnya tidak ingin langsung memecat lima orang tersebut. Dia menambahkan, pemerintah ingin menerapkan kebijakan yang fleksibel.

Namun, karena mempertimbangkan berbagai macam alasan, kelima staf tersebut akhirnya dipecat.

Baca juga: Australia Per 1 Juli dapat Minta Ganja sebagai Obat dalam Resep Dokter Umum

“Meskipun kami tidak akan membahas kasus individu, ada faktor tambahan yang berperan dalam banyak kasus untuk sejumlah kecil individu yang diberhentikan,” tutur Psaki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemecatan itu terjadi ketika ada perubahan kebijakan yang terkait dengan larangan merekrut mantan pengguna narkoba untuk bekerja di Gedung Putih.

Psaki mengatakan, karena perubahan kebijakan tersebut, ada banyak mantan pengguna narkoba yang masih bisa diterima bekerja di gedung putih.

Dia menambahkan, kendati 5 orang staf tersebut dipecat, Gedung Putih masih mempekerjakan ratusan orang di dalamnya.

Baca juga: Tertangkap Basah Tanam Ganja, Pria Ini Dikejar dan Ditabrak Buldoser Hingga Tewas

Ganja telah menjadi masalah sensitif bagi pemerintahan Presiden AS Joe Biden.

Pasalnya, 15 negara bagian dan Washington DC, mengizinkan penggunaan ganja untuk keperluan rekreasional meski pemerintah federal melarangnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Kembar Usia 5 Tahun Dinikahkan, Orangtuanya Percaya Mereka Reinkarnasi Sepasang Kekasih

Anak Kembar Usia 5 Tahun Dinikahkan, Orangtuanya Percaya Mereka Reinkarnasi Sepasang Kekasih

Global
Tergantungnya Warga AS pada AC: Makin Dingin Ruangan, Makin Panas Bumi

Tergantungnya Warga AS pada AC: Makin Dingin Ruangan, Makin Panas Bumi

Global
SpaceX Menangkan Kontrak NASA, Akan Jalankan Misi ke Bulan Jupiter

SpaceX Menangkan Kontrak NASA, Akan Jalankan Misi ke Bulan Jupiter

Global
Wanita Influencer China Meninggal Usai Sedot Lemak, Kliniknya Dituduh Malpraktik

Wanita Influencer China Meninggal Usai Sedot Lemak, Kliniknya Dituduh Malpraktik

Global
Reporter Berita di Rochester AS Dilecehkan Pria saat Laporan Langsung

Reporter Berita di Rochester AS Dilecehkan Pria saat Laporan Langsung

Global
Covid-19: Apakah AS Mendanai Penelitian Virus Paling Berbahaya di Wuhan?

Covid-19: Apakah AS Mendanai Penelitian Virus Paling Berbahaya di Wuhan?

Global
Seorang Eks Profesor Disidang karena Kirim Surat Ancaman ke Dirinya Sendiri

Seorang Eks Profesor Disidang karena Kirim Surat Ancaman ke Dirinya Sendiri

Global
Kongres Gagal Ganti Biaya Pengamanan Capitol, Garda Nasional Batalkan Pelatihan

Kongres Gagal Ganti Biaya Pengamanan Capitol, Garda Nasional Batalkan Pelatihan

Global
Kisah Teori Konspirasi Vaksinasi Covid-19 AS yang Pengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Kisah Teori Konspirasi Vaksinasi Covid-19 AS yang Pengaruhi Keutuhan Rumah Tangga

Global
Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Menunggu Jadwal Hukuman Mati, Pembunuh Berantai Ini Meninggal di Rumah Sakit

Global
Sejumlah Pejabat Inggris Yakini Kentut Juga dapat Sebarkan Covid-19

Sejumlah Pejabat Inggris Yakini Kentut Juga dapat Sebarkan Covid-19

Global
Viral Video Cara Unik Dokter Suntik Balita Tanpa Buat Mereka Menangis

Viral Video Cara Unik Dokter Suntik Balita Tanpa Buat Mereka Menangis

Global
Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Dianggap Tak Becus Tangani Covid-19, Presiden Brasil Didemo dan Dituntut Mundur

Global
Polisi Australia Buru Ribuan Demonstran Anti-Lockdown

Polisi Australia Buru Ribuan Demonstran Anti-Lockdown

Global
AstraZeneca Akan Produksi Lebih Banyak Vaksin Covid-19 untuk Asia Tenggara

AstraZeneca Akan Produksi Lebih Banyak Vaksin Covid-19 untuk Asia Tenggara

Global
komentar
Close Ads X