Kompas.com - 20/03/2021, 13:04 WIB
Foto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden, saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing. AFP PHOTO/POOL/LINTAO ZHANGFoto yang diambil pada 4 Desember 2013 memerlihatkan Joe Biden, saat itu Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping di Aula Besar Rakyat di Beijing.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pejabat AS dan China menyimpulkan pada Jumat (19/3/2021) bahwa ketegangan mendalam antara dua negara menandai awal pemerintahan Joe Biden.

Kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada Jumat di Alaska, telah melangsungkan pembicaraan yang disebut "keras dan langsung" selama 2 hari.

Melansir Reuters pada Sabtu (20/3/2021), pembicaraan tingkat tinggi pertama AS-China sejak pemerintahan Biden berlangsung berapi-api pada Kamis (18/3/2021).

Baca juga: Diplomat AS: Susah Bicara dengan China

Di depan kamera TV kedua belah pihak secara terbuka saling mencurangi kebijakan satu sama lain.

Pertemuan diplomatik itu terlihat tidak menghasilkan terobosan diplomatik, seperti yang diharapkan.

Justru, menunjukkan persaingan sengit atas sedikitnya persamaan untuk menyetel ulang hubungan yang telah berada di level terendah selama beberapa dekade.

Menjelang dilaksanakannya diskusi panas AS-China di Anchorage, Alaska, para pejabat AS melakukan kunjungan ke negara aliansinya, yaitu Jepang dan Korea Selatan.

Baca juga: Meski Perang Komentar, China Merasa Terbantu Bertemu dengan AS

Dalam kunjungan itu, Washington menunjukkan sikap tegas serta pembicaraan yang blak-blakan dari peringatan Beijing kepada AS untuk tidak mengharapkan kompromi dari China.

"Kami berharap untuk melakukan pembicaraan yang keras dan langsung tentang berbagai masalah, dan itulah yang kami alami," kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan kepada wartawan beberapa saat setelah delegasi China meninggalkan ruang pertemuan.

Anggota delegasi China meninggalkan hotel tanpa berbicara dengan wartawan.

Baca juga: Khawatir Bisa Mengintai, Mobil Listrik Tesla Dilarang Masuk Kompleks Militer China

Halaman:

Sumber REUTERS
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X