Kompas.com - 18/03/2021, 18:43 WIB

ROMA, KOMPAS.com - Indonesia menutup Keketuaan Kelompok 77 & RRT di Roma tahun 2020 dengan menegaskan kembali pentingnya multilateralisme, kerja sama internasional dalam penanganan pandemi Covid-19, serta upaya bersama untuk mencapai Sustainable Development Goals/SDGs, pada Senin (15/3/2021).

Keketuaan tahun ini diserahterimakan oleh Dubes/Wakil Tetap RI untuk badan-badan PBB di Roma, Esti Andayani, secara simbolis melalui penyerahan palu sidang ke Dubes/Wakil Tetap Argentina, Carlos Cherniak, secara virtual.

Pertemuan dihadiri oleh lebih dari 80 negara anggota Kelompok 77 & RRT. Serah terima keketuaan ini dihadiri pula para pimpinan FAO, IFAD, dan WFP, Ketua Independen Dewan FAO, dan Deputi Utusan Khusus Sekjen PBB untuk KTT PBB untuk Sistem Pangan (UN Food Systems Summit).

Baca juga: Isra Mikraj 2021, KBRI Roma Adakan Peringatan secara Virtual

Dubes Andayani menyampaikan, capaian Indonesia selama Keketuaan di tahun 2020, seperti dihasilkannya sejumlah pernyataan bersama (joint statements) atas isu-isu vital yang menjadi kepentingan negara berkembang di Roma.

Dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, isu-isu itu antara lain mengenai penyesuaian program kerja dan anggaran FAO dan penanganan dampak sosial ekonomi dari pandemi Covid-19.

Selain itu, Keketuaan Indonesia berhasil menuntaskan upaya penguatan Sekretariat Kelompok 77 dan RRT dengan rekrutmen staf dan memfinalisasi kontribusi pendanaan sebesar 200.000 dollar AS dari Pemerintah RRT.

Untuk mendorong inovasi dan representasi di media, Indonesia juga telah mendorong pembahasan mengenai perlunya keterwakilan Kelompok 77 & RRT di Roma melalui pembuatan media sosial.

Indonesia juga selalu aktif terlibat di dalam koordinasi dan komunikasi rutin dengan Chapters Kelompok 77 & RRT lainnya di New York, Jenewa, Wina, Paris, dan Nairobi secara berkala.

Baca juga: Kursus Bahasa Indonesia dari KBRI Roma di Italia Ramai Peserta

Tidak lupa, Dubes Andayani juga menyatakan komitmen Indonesia untuk mendukung keketuaan Argentina selama setahun ke depan, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan negara berkembang di berbagai forum pangan penting di tahun 2021, seperti KTT PBB untuk Sistem Pangan.

Selama setahun terakhir, untuk pertama kalinya dalam sejarah, keketuaan Kelompok 77 dan RRT dijalankan seluruhnya dengan menggunakan metode virtual.

Atas hal ini, Dubes Andayani menghargai sikap negara anggota Kelompok 77 dan RRT yang menunjukkan sikap yang kompromis, fleksibel, dan mudah beradaptasi terhadap tantangan pandemik.

Para pimpinan Badan PBB di Roma dan negara anggota G77 dan RRT menyampaikan penghargaan dan apresiasi tinggi atas kepemimpinan Indonesia yang dalam masa sulit akibat pandemi, dapat tetap menjaga soliditas kelompok dan bahkan mampu menunjukkan peran aktif berkontribusi menyuarakan kepentingan negara berkembang dalam upaya menjaga sistem dan keamanan pangan.

Baca juga: KBRI Roma Berhasil Evakuasi 2 ABK WNI Korban Penyanderaan di Libya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Paus Beluga Kutub Utara Tersesat Sampai ke Sungai Seine, Coba Diselamatkan dengan 'Koktail Vitamin'

Paus Beluga Kutub Utara Tersesat Sampai ke Sungai Seine, Coba Diselamatkan dengan "Koktail Vitamin"

Global
Berbulan-bulan Pembicaraan, Otorias Chad dan Pemberontak Sepakat Damai

Berbulan-bulan Pembicaraan, Otorias Chad dan Pemberontak Sepakat Damai

Global
4 Pria Muslim Dibunuh, Presiden AS Joe Biden Angkat Suara

4 Pria Muslim Dibunuh, Presiden AS Joe Biden Angkat Suara

Global
China Lanjutkan Latihan Militer, Tunjukkan Seberapa Dekat dengan Taiwan

China Lanjutkan Latihan Militer, Tunjukkan Seberapa Dekat dengan Taiwan

Global
Petir Sambar Fasilitas Minyak Kuba, Kobaran Api Tak Terkendali, 17 Hilang dan 121 Terluka

Petir Sambar Fasilitas Minyak Kuba, Kobaran Api Tak Terkendali, 17 Hilang dan 121 Terluka

Global
Bayi Gajah Putih Langka Lahir di Myanmar

Bayi Gajah Putih Langka Lahir di Myanmar

Global
Kapal Perang China dan Taiwan Berhadapan di Selat Taiwan, Bermanuver Bagai Kucing dan Tikus

Kapal Perang China dan Taiwan Berhadapan di Selat Taiwan, Bermanuver Bagai Kucing dan Tikus

Global
Puing Pesawat yang Jatuh dan Hilang pada 1968 Ditemukan Usai Gletser Pegunungan Alpen Mencair

Puing Pesawat yang Jatuh dan Hilang pada 1968 Ditemukan Usai Gletser Pegunungan Alpen Mencair

Global
Kembali ke Afghanistan, Tentara Berbahaya Ini Dapat Fasilitas Mewah dan Dibiayai Taliban

Kembali ke Afghanistan, Tentara Berbahaya Ini Dapat Fasilitas Mewah dan Dibiayai Taliban

Global
Kebakaran Kelab Malam Thailand Tewaskan 15 Orang, Pemilik Terancam Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 83,3 Juta

Kebakaran Kelab Malam Thailand Tewaskan 15 Orang, Pemilik Terancam Penjara 10 Tahun dan Denda Rp 83,3 Juta

Global
Sekjen PBB Memperingatkan Setiap Serangan ke Pembangkit Nuklir adalah Bunuh Diri

Sekjen PBB Memperingatkan Setiap Serangan ke Pembangkit Nuklir adalah Bunuh Diri

Global
Singapura Tak Akan Beri Perlakuan Khusus ke Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa

Singapura Tak Akan Beri Perlakuan Khusus ke Mantan Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa

Global
Cacar Monyet Singapura Sentuh 15 Kasus, 2 Kasus Saling Terkait

Cacar Monyet Singapura Sentuh 15 Kasus, 2 Kasus Saling Terkait

Global
Kisah Haru Wanita Semarang Kehilangan Kekasih Asal Jerman Jelang Pernikahan…

Kisah Haru Wanita Semarang Kehilangan Kekasih Asal Jerman Jelang Pernikahan…

Global
Sementara Eropa Diterjang Cuaca Panas, Negara Lesotho di Afrika Hujan Salju

Sementara Eropa Diterjang Cuaca Panas, Negara Lesotho di Afrika Hujan Salju

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.