Kompas.com - 15/03/2021, 23:53 WIB
Vaksin AstraZeneca flickrVaksin AstraZeneca

CANBERRA, KOMPAS.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan, dirinya tidak khawatir dengan keputusan negara-negara Eropa yang menangguhkan penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca.

Denmark, Norwegia, dan Islandia semuanya telah menghentikan peluncuran vaksin AstraZeneca-Oxford setelah dikaitkan dengan masalah penggumpalan darah pada penerimanya.

Menanggapi kekhawatiran tersebut pada Jumat (12/3/2021), Morrison, yang juga menjabat sebagai pelaksana tugas menteri kesehatan, menuturkan dia yakin dengan langkah-langkah pengendalian kualitas Australia.

Baca juga: Termasuk Indonesia, Ini 13 Negara yang Tangguhkan Vaksin AstraZeneca

"Tentunya (Therapeutic Goods Administration) mencermati laporan-laporan ini ketika masuk, tetapi mereka melakukan pengujian batch (vaksin) sendiri," katanya. "Saya melihat mereka melakukannya sebelumnya pada pekan ini."

"Kami punya proses yang sangat solid untuk memeriksa itu," katanya dikutip dari Xinhua.

Pemerintah Australia telah sepakat membeli 53,8 juta dosis vaksin AstraZeneca, jauh lebih banyak dibandingkan vaksin lainnya, dan 50 juta dosis akan diproduksi di dalam negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Petugas Medis Paul Kelly mengungkapkan, saat ini tidak ada bukti vaksin tersebut mengakibatkan penggumpalan darah.

Baca juga: Vaksin AstraZeneca Disebut Sebabkan Pembekuan Darah, Direktur Oxford Vaccine Angkat Bicara

"Keamanan adalah prioritas pertama kami dan dalam peluncuran vaksin skala besar seperti ini, kami perlu memantau dengan hati-hati untuk setiap kejadian yang tidak biasa sehingga kami akan menemukannya," tuturnya dalam sebuah pernyataan.

Hingga Jumat, Australia telah menyuntikkan sekitar 135.000 vaksin.

Pada hari yang sama, Morrison membela tingkat vaksinasi itu setelah Asosiasi Medis Australia (Australian Medical Association/AMA) memperingatkan bahwa pemerintah tidak akan dapat mencapai target memvaksinasi seluruh populasi pada Oktober, mengatakan program vaksinasi terhambat kekurangan pasokan.

"Itu jelas berdampak pada jumlah dosis yang tersedia di tahap-tahap awal peluncuran," paparnya.

Baca juga: Menkes Baru Tahu Vaksin Astrazeneca Kedaluwarsa Akhir Mei 2021

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Sumber Xinhua
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

WHO Minta Negara Kaya Dunia Tunda Program Booster Vaksin Covid-19

WHO Minta Negara Kaya Dunia Tunda Program Booster Vaksin Covid-19

Global
Greenpeace: 57 Kota di Asia Timur dalam Peringatan Cuaca Panas Ekstrem dengan Frekuensi Tinggi

Greenpeace: 57 Kota di Asia Timur dalam Peringatan Cuaca Panas Ekstrem dengan Frekuensi Tinggi

Global
Indonesia Termasuk Negara yang Gencar Lakukan 'Contact Tracing' Covid-19

Indonesia Termasuk Negara yang Gencar Lakukan "Contact Tracing" Covid-19

Global
Kasus Tetap Rendah Setelah Pembatasan Covid-19 Dihapus, Sudahkan Inggris Keluar dari Pandemi

Kasus Tetap Rendah Setelah Pembatasan Covid-19 Dihapus, Sudahkan Inggris Keluar dari Pandemi

Global
170 Pemadam Kebakaran Dikerahkan di Dekat Situs Yunani Kuno Olympia dan Pulau Evia

170 Pemadam Kebakaran Dikerahkan di Dekat Situs Yunani Kuno Olympia dan Pulau Evia

Global
Cerita Atlet Loncat Indah Dapat Nilai 0,0 di Olimpiade Tokyo: Saya Takut Cedera

Cerita Atlet Loncat Indah Dapat Nilai 0,0 di Olimpiade Tokyo: Saya Takut Cedera

Global
Begini Cara China Giring Pulang Kawanan Gajah yang Berkeliaran Ratusan Kilometer dari Habitatnya

Begini Cara China Giring Pulang Kawanan Gajah yang Berkeliaran Ratusan Kilometer dari Habitatnya

Global
Atlet Australia Diselidiki karena Mabuk dan Ciptakan Kekacauan dalam Penerbangan Pulang dari Olimpiade Tokyo 2020

Atlet Australia Diselidiki karena Mabuk dan Ciptakan Kekacauan dalam Penerbangan Pulang dari Olimpiade Tokyo 2020

Global
Siswi Malaysia yang Adukan Candaan Pemerkosaan Guru Penjas Dituntut Ganti Rugi Rp 3,4 Miliar

Siswi Malaysia yang Adukan Candaan Pemerkosaan Guru Penjas Dituntut Ganti Rugi Rp 3,4 Miliar

Global
Facebook Dituduh Biarkan Industri Bahan Bakar Fosil Dorong Misinformasi Iklim

Facebook Dituduh Biarkan Industri Bahan Bakar Fosil Dorong Misinformasi Iklim

Global
Konflik Gaza Picu Peningkatan Anti-Semitisme dan Insiden Kebencian di Inggris

Konflik Gaza Picu Peningkatan Anti-Semitisme dan Insiden Kebencian di Inggris

Global
Inilah Sejumlah Basis Penggemar Sepak Bola Paling Berbahaya di Dunia

Inilah Sejumlah Basis Penggemar Sepak Bola Paling Berbahaya di Dunia

Global
Viral Tagar di China 'Atlet Australia Memalukan' Setelah Merusak Kasur Kardus di Olympic Village Jepang

Viral Tagar di China "Atlet Australia Memalukan" Setelah Merusak Kasur Kardus di Olympic Village Jepang

Global
Covid-19 di AS Melonjak Lagi, Tembus 100.000 Kasus 2 Hari Beruntun

Covid-19 di AS Melonjak Lagi, Tembus 100.000 Kasus 2 Hari Beruntun

Global
5 Agustus dalam Sejarah: Burkina Faso Merdeka dari Koloni Perancis

5 Agustus dalam Sejarah: Burkina Faso Merdeka dari Koloni Perancis

Global
komentar
Close Ads X