Raja Zulu Goodwill Zwelithini, yang Sarat Kontroversi, Dianggap Teman Sejati Israel

Kompas.com - 15/03/2021, 11:26 WIB
Dalam foto file ini diambil pada 7 Oktober 2018 ini, Raja Zulu Goodwill Zwelithini menyapa para pendukungnya di Stadion Sepakbola Moses Mabhida di Durban selama Umkhosi Welembe, sebuah peringatan tahunan Raja Zulu Shaka ka Senzangakhona, seorang ahli strategi militer yang dihormati yang menyatukan suku-suku untuk membentuk Bangsa Zulu. - Raja yang sangat dihormati dari Kerajaan Zulu di Afrika Selatan itu meninggal dunia pada 12 Maret 2021 setelah berminggu-minggu dirawat di rumah sakit. AFP/RAJESH JANTILALDalam foto file ini diambil pada 7 Oktober 2018 ini, Raja Zulu Goodwill Zwelithini menyapa para pendukungnya di Stadion Sepakbola Moses Mabhida di Durban selama Umkhosi Welembe, sebuah peringatan tahunan Raja Zulu Shaka ka Senzangakhona, seorang ahli strategi militer yang dihormati yang menyatukan suku-suku untuk membentuk Bangsa Zulu. - Raja yang sangat dihormati dari Kerajaan Zulu di Afrika Selatan itu meninggal dunia pada 12 Maret 2021 setelah berminggu-minggu dirawat di rumah sakit.

JOHANNESBURG, KOMPAS.com – Komunitas Yahudi Afrika Selatan dan sejumlah pejabat Israel berbelasungkawa atas meninggalnya Raja Zulu Goodwill Zwelithini pada Jumat (12/3/2021).

Zwelithini meninggal dunia dalam usia 72 tahun setelah dirawat akibat penyakit diabetes.

Dewan Deputi Yahudi Afrika Selatan (SAJBD) menyampaikan belasungkawa kepada Keluarga Kerajaan dan bangsa Zulu.

Dalam pernyataannya, SAJBD sekaligus memuji hubungan Zwelithini dengan warga Yahudi di negara itu.

“Dalam masa pemerintahan selama setengah abad, Raja Zwelithini adalah pemimpin perwakilan yang diakui status kerajaannya mewujudkan sejarah yang lebih besar, warisan, dan budaya orang Zulu di Afrika Selatan,” kata SAJBD.

Baca juga: Tradisi Tes Keperawanan dari Raja Zulu, Ratusan Gadis Menari Telanjang Dada

Payung kelompok Yahudi di Afrika Selatan tersebut menambahkan, Zwelithini mendorong para pengikutnya menuju transisi demokrasi.

Selain itu, Zwelithini mengajak rakyatnya beradaptasi dengan tantangan baru berupa pemulihan dan pembangunan bangsa sebagaimana dilansir The Algemeiner, Jumat.

“Raja Zwelithini juga akan dikenang oleh komunitas Yahudi, khususnya di provinsi asalnya KwaZulu-Natal, sebagai teman yang hangat dan murah hati dengan pintu yang selalu terbuka,” sambung SAJBD.

SAJBD menuturkan, kegiatan komunitas Yahudi, pengusaha Yahudi, dan organisasi filantropi KZN didukung kiprahnya oleh Zwelithini di KwaZulu-Natal.

Zwelithini merupakan raja dari kelompok etnik terbesar di Afrika Selatan yang berkuasa selama hampir 50 tahun.

Baca juga: Tradisi Tes Keperawanan dari Raja Zulu, Ratusan Gadis Menari Telanjang Dada

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Kisah Desa yang Tolak Proyek Internet Elon Musk, Khawatir Sinyal Ganggu Ternak

Global
Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Uganda Buat UU Larang Tumbal Anak agar Orangtua Cepat Kaya, Pelanggar Dihukum Mati

Global
China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

China Remehkan Prediksi Roketnya Jatuh Tanpa Kendali ke Bumi

Global
Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Trauma Diperkosa Sejak Kecil, Wanita di Singapura Berupaya Bunuh Putra Kandungnya

Global
Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Dubai Buka Restoran Tanpa Tirai Penutup Selama Ramadhan

Global
Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Wanita Ini 5 Kali Hamil dan Melahirkan Supaya Tidak Masuk Penjara

Global
Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Penerima Vaksin Covid-19 AstraZeneca di Vietnam Meninggal Sehari setelah Disuntik

Global
Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Tembus Pandang, Inilah Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia, Berani Coba?

Global
156 Kotak Misteri Disita di China, Berisi Anak Anjing dan Kucing dengan Kondisi Memprihatinkan

156 Kotak Misteri Disita di China, Berisi Anak Anjing dan Kucing dengan Kondisi Memprihatinkan

Global
Agar Anaknya Aman, Wanita Bangun Jembatan Penyeberangan dari Uang Sendiri, Habis Rp 2,1 Miliar

Agar Anaknya Aman, Wanita Bangun Jembatan Penyeberangan dari Uang Sendiri, Habis Rp 2,1 Miliar

Global
Kisah Inspirasi Islam: Sultan Mehmed II, Perintahkan Tak Ubah Ornamen Kristiani di Masjid Hagia Sophia

Kisah Inspirasi Islam: Sultan Mehmed II, Perintahkan Tak Ubah Ornamen Kristiani di Masjid Hagia Sophia

Internasional
Rembrandt, Pelukis Zaman Keemasan Belanda

Rembrandt, Pelukis Zaman Keemasan Belanda

Internasional
Dibanting 27 Kali di Kelas Judo, Bocah 7 Tahun Mati Otak

Dibanting 27 Kali di Kelas Judo, Bocah 7 Tahun Mati Otak

Global
Pemuda Suku Pancing Gajah Keluar, lalu Menyerangnya Beramai-ramai

Pemuda Suku Pancing Gajah Keluar, lalu Menyerangnya Beramai-ramai

Global
Pakai Sepatu dan Kaus Kaki Merah Putih, Wanita Ini Didenda Rp 12,8 Juta

Pakai Sepatu dan Kaus Kaki Merah Putih, Wanita Ini Didenda Rp 12,8 Juta

Global
komentar
Close Ads X