Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/03/2021, 15:48 WIB

ROMA, KOMPAS.com – Perdana Menteri Italia Mario Draghi memperingatkan adanya gelombang baru pandemi virus corona di negara tersebut.

Bersamaan dengan peringatan itu, sebagian besar toko, restoran, dan sekolah di Italia akan ditutup mulai Senin (15/3/2021).

Selain itu, selama tiga hari selama Paskah, 3-5 April, akan ada penutupan total sebagaimana dilansir BBC, Jumat (12/3/2021).

Setelah menerapkan lockdown nasional pada tahun lalu, kini Italia kembali berjuang menahan penyebaran virus corona di negeri tersebut.

Italia telah melaporkan lebih dari 100.000 kematian terkait Covid-19, tertinggi kedua di Eropa setelah Inggris.

Baca juga: Negara-negara Eropa Ramai Tunda Vaksin AstraZeneca, Italia dan Perancis Beda Suara

Di sisi lain, upaya vaksinasi Italia mengalami penundaan, seperti yang terjadi di tempat lain di Uni Eropa.

Pekan lalu Roma memblokir ekspor 250.000 dosis vaksin Covid-19 dari Oxford-AstraZeneca ke Australia sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan vaksin.

Sedangkan Bulgaria, Denmark, dan Norwegia menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 dari Oxford-AstraZeneca karena khawatir menyebabkan pembekuan darah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pada Jumat bahwa tidak ada indikasi yang benar bahwa vaksin Oxford-AstraZeneca menyebabkan pembekuan darah.

WHO lantas menekankan bahwa negara-negara di seluruh dunia tidak boleh berhenti menggunakan vaksin virus corona.

Baca juga: Italia Blokir Ekspor 250.000 Dosis Vaksin Covid-19 AstraZeneca ke Australia

Bagaimana aturan terbaru di Italia?

Mulai Senin, lebih dari separuh dari seluruh sekolah, toko, dan restoran yang ada di Italia akan ditutup, termasuk dua wilayah terpadat yakni Roma dan Milan.

Para warga akan diminta untuk tinggal di rumah kecuali untuk pekerjaan, kesehatan, atau alasan penting lainnya.

Pembatasan ekstra akan berlangsung selama perayaan Paskah dan status seluruh negeri akan diubah menjadi "zona merah" alias berisiko tinggi.

"Saya sadar bahwa pembatasan ini akan berdampak pada pendidikan anak-anak Anda, ekonomi, dan kesehatan mental setiap orang," kata Draghi.

"Tapi hal ini diperlukan untuk menghindari memburuknya situasi yang membutuhkan tindakan yang lebih ketat," sambung Draghi.

Baca juga: Varian Covid-19 Berkembang Cepat di Italia, Terutama pada Anak-anak

Kasus Covid-19 telah meningkat di seluruh Italia selama enam pekan terakhir dengan catatan lebih dari 25.000 kasus dalam sehari.

Sementara itu, lembaga think tank kesehatan GIMBE memperingatkan bahwa rumah sakit dan semua unit perawatan intensif di Italia sudah kelebihan beban.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dari seluruh wilayah di Italia, Pulau Sardinia adalah satu-satunya wilayah dengan tingkat penularan yang rendah.

Italia mencatat hampir 3,2 juta kasus terkonfirmasi Covid-19 sejak pandemi virus corona dimulai tahun lalu.

Baca juga: Kursus Bahasa Indonesia dari KBRI Roma di Italia Ramai Peserta

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber BBC
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Novak Djokovic Akhirnya Buka Suara atas Polemik Foto Sang Ayah Berpose dengan Bendera Rusia

Novak Djokovic Akhirnya Buka Suara atas Polemik Foto Sang Ayah Berpose dengan Bendera Rusia

Global
Cerita Saksi Mata Detik-detik Penembakan di Sinagoge Yersusalem

Cerita Saksi Mata Detik-detik Penembakan di Sinagoge Yersusalem

Global
Penembakan di Sinagoge Yerusalem, 7 Orang Tewas, 3 Lainnya Terluka

Penembakan di Sinagoge Yerusalem, 7 Orang Tewas, 3 Lainnya Terluka

Global
[POPULER GLOBAL] Peluang Indonesia Alami Resesi Seks | 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap

[POPULER GLOBAL] Peluang Indonesia Alami Resesi Seks | 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap

Global
Pabrik Senjata Wee 1 Tactical di AS Dituduh Jual Senjata ke Anak-anak

Pabrik Senjata Wee 1 Tactical di AS Dituduh Jual Senjata ke Anak-anak

Global
Tentara Ukraina Bertempur Sengit Lawan Pasukan Rusia, Bantah Kehilangan Vugledar

Tentara Ukraina Bertempur Sengit Lawan Pasukan Rusia, Bantah Kehilangan Vugledar

Global
Teddy Hobbs Anak Super Pintar, Bisa Baca Sejak Usia 2 Tahun

Teddy Hobbs Anak Super Pintar, Bisa Baca Sejak Usia 2 Tahun

Global
Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Mengintip “Lubang Surga” di China, Penuh Misteri dan Jadi Sinkhole Terdalam

Internasional
Kremlin: Biden Pegang Kunci Akhiri Perang Ukraina, tapi Tidak Dipakai

Kremlin: Biden Pegang Kunci Akhiri Perang Ukraina, tapi Tidak Dipakai

Global
Polisi Dibunuh Gangster, Demonstran Serbu Rumah Dinas PM Haiti dan Bandara

Polisi Dibunuh Gangster, Demonstran Serbu Rumah Dinas PM Haiti dan Bandara

Global
Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Picu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka, Mengapa Bisa?

Gunung Berapi di Indonesia Berisiko Picu Kekacauan Dunia Lewat Selat Malaka, Mengapa Bisa?

Global
Meksiko Temukan 57 Anak Tanpa Pendamping di Dalam Truk Migran

Meksiko Temukan 57 Anak Tanpa Pendamping di Dalam Truk Migran

Global
Perempuan Ini Melahirkan di Langit dalam Penerbangan Emirates Narita-Dubai

Perempuan Ini Melahirkan di Langit dalam Penerbangan Emirates Narita-Dubai

Global
Pria Ini Sial 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap Polisi karena Punya Nama Sama dengan Bandar Narkoba

Pria Ini Sial 3 Kali Jadi Korban Salah Tangkap Polisi karena Punya Nama Sama dengan Bandar Narkoba

Global
Niat Olok-olok Menlu Rusia, Kemenlu Jerman Malah Disemprot Pejabat Afrika

Niat Olok-olok Menlu Rusia, Kemenlu Jerman Malah Disemprot Pejabat Afrika

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+